Penerapan Syariat Islam Secara Kaffah Solusi Strategis Mengatasi Problem Umat Islam   Leave a comment

Oleh : agusrwidodo

1. Latar Belakang

1. 1 kebangkitan islam pertama dan zaman keemasan islam

Konon 7 abad setelah sepeninggalnya ( diangkatnya ) nabi isa as, dunia mengalami kegelapan yang dipenuhi dengan praktik kekafiran ( kejahiliyahan ) yang kemudian menjebabkan allah mengutus dan mewahyukan kepada nabi ahkir zaman muhammad saw al qur’an untuk mereformasi dunia, al qur’an ( syariat allah ) yang diwahyukan allah kepada nabi muhammad saw, selama 13 tahun di mekah, yang kemudian diformulasikan beliau menjadi syariat islam, pada hakekatnya merupakan rencana bisnis atau rencana perusahaan atau rencana strategis untuk mendirikan organisasi, korporasi, maupun bangsa ( mendirikan sholat > mendirikan masjid > mendirikan lapangan kerja  ) sesuai perintah ( syariat ) allah atau syariat islam yang tujuanya  tidak lain untuk memberikan kesejahteraan kepada organisasi, korporasi, dan bangsa  itu sendiri ( memakmurkan masjid-masjid allah ) dan memberikan kesejahteraan ( kepuasan ) kepada seluruh orang-orang yang ada didalamnya yang tentunya menjadi berkah bagi lingkungan dan masyarakat yang ada sekitarnya ( rahmatan lil alamin )

Keberhasilan nabi muhammad saw mendakwahkan konsep syariat islam yang mulai dari diam-diam ( silent campaign ) dan kemudian secara terang-terangan ( free campaign ) menuai pro dan kontra, dari kalangan masyarakat biasa banyak yang meminanti konsep ideal yang ditawarkan ( didakwahkan ) sehingga nabi muhammad semakin mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat mekah maupun masyarakat luar mekah ( antara lain penduduk yastrib ) yang biasa ziarah ke ka’bah, sehingga hal ini membuat para penguasa kaum kafir gerah dan marah karena islam jelas akan mengancam kedudukannya dan kekuasaanya , sehingga keselamatan nabi muhammad saw dan para pengikutnya terancam, praktis kondisi ini beliau mengalami kesulitan yang yang luar biasa untuk bisa mengamalkan syariat islam di kota mekah, sehingga allah kemudian memerintahkan untuk berhijrah dan mengamalkan ( mentranformasikan ) syariat islam di kota yastrib, kedatangan nabi muhammad  saw dan pengikutnya ( kaum muhajrin ) disambut dengan suka cita oleh masyarakat yastrib yang terdiri dari beberapa kabilah ( kaum ) ansor, sehingga nabi muhammad saw mendapatkan kemudahan untuk segera mentransformasikan syariat islam yang dimulai dengan mendirikan masjid kubah ( masjid yang didirikan atas dasar taqwa > good corporate governance ), yang kemudian seperti kita ketahui dalam kurun waktu yang relative singkat ( sekitar 10 tahun ) nabi muhammad saw  berhasil membangun kota yastrib disegala bidang  secara nyata sesuai syariat islam, sehingga kota yastrib mampu berubah dan tumbuh disegala bidang secara dramatis dan signifikan menjadi kota yang sangat productive yang disinari din allah sehingga  memiliki daya saing dan daya tarik disegala bidang melampaui kota mekah, yang kemudian dikenal sebagai madinah almunawarah.

Dengan kekuatan itu kemudian nabi muhammad saw berhasil menaklukan kota mekah dengan mudah dan tanpa ada pertumpahan darah, kota mekah ( ka’bah ) yang telah dirintis oleh  pendahulunya yaitu nabi ibrahim as dan nabi ismail as yang kemudian setelah berabad-abad dikuasai kaum kafir berstatus masjid haram ( kota yang tidak sehat ), berhasil direformasi menjadi majid halal atau kota suci ( kota yang sehat ) sesuai perintah ( syariat ) allah ( syariat islam ), sehingga prestasi ( kemenangan ) terakbar yang pernah ada disepanjang sejarah peradaban manusia ini, allah berkenan :

a)      memberikan apresiasi kepada umat islam menjadi umat terbaik

b)      menetapkan agama islam menjadi agama yang sempurna yang penuh rahmat dan diridhoi allah

c)      melimpahkan rahmat ( surga ) nya secara berkelanggengan, berkesinambungan ( sustain growth ) yang masih bisa saksikan hingga kini.

d)     menetapkan mekah menjadi kiblat ( standard sukses ) yang abadi bagi seluruh umat manusia ( dalam arti melalui organisasi, korporasi, maupun bangsa ), yang wajib di adopsi yang tujuannya untuk mereformasi masjid-masjid haram yang ada diseluruh muka bumi menjadi masjid-masjid halal untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin sesuai kehendak ( syariat ) allah atau syariat islam

yang kemudian kita ketahui ( dalam al qur’an )  umat manusia tertarik dan berbondong-bondong  masuk ( meng-adopsi ) agama allah ( agama islam ) dengan  sendirinya tanpa paksaan, bertaubat ( berubah ),  bertasbih ( mengorbit ),  mensucikan ( menyempurnakan aktivitasnya ) dan  memuji ( bersyukur )  sesuai  syariat allah, yang kemudian  umat islam  berhasil memasuki masa kejayaan ( the golden age ) dan islam berkibar dan berkembang dengan sendirinya secara inter-continental dari wilayah arab ke benua afrika, benua eropa ( romawi timur atau eropa timur ), benua asia ( asia tengah, asia timur dan asia tenggara ) sesuai kehendak allah, selama +/- 7 abad pertama ( 632m-1258m ),  ketika umat-umat yang lain masih mengalami kegelapan ( the darkness age ), selama itu pula umat islam menjadi umat yang memiliki kemampuan untuk berijtihad disegala bidang  ilmu pengetahuan dan tehnologi yang tentunya berbasis pada ilmu-ilmu allah ( sunnatullah atau hukum alam ) dan menjadi pioneer-pioneer iptek pada masanya.

1.2 Zaman kemunduran islam dan zaman penjajahan barat

Setelah mendapat serangan  tentara mongol pimpinan hulagu khan pada tahun 1258 m menyebabkan kekhalifahan abbasyah bubar menjadi kesultanan ( negara ) kecil-kecil yang tidak solid lagi ( tidak ada ikatan kekhalifahan ), sehingga kondisi ini mendorong musuh-musuh islam ( romawi )   untuk bisa segera bangkit, setelah melalui perjuangan panjang romawi ( barat ) yang yang notabene merupakan kuda tunggangan ( kendaraan ) kaum yahudi musyrik dan kristen musyrik telah berhasil meng-adopsi syariat islam secara amati, tiru, modifikasi ( atm ), sehingga romawi ( inggris, portugis, belanda, perancis dll ) di abad ke 15 memiliki kemampuan ( kekuatan ) untuk  bangkit ( renaissance ) disegala bidang secara serentak, yang kemudian barat mulai memiliki kemampuan untuk melakukan expedisi dagang ke manca negara dan mulai memiliki kemampuan untuk menjajah negara-negara islam satu persatu secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari spanyol ( Andalusia ) sejak ahkir abad ke 15 (1492 m ) hingga turki pada awal abad ke 20 ( 1924 m ), dan selama itu pula romawi ( barat ) berhasil mengganti seluruh syariat islam dengan  syariat penjajah ( barat ), dimana islam sudah dianggap sudah game over oleh mereka, yang pada kenyataanya yang  diakui atau tidak hingga kini memasuki awal abad yang ke 21,  dunia sudah ada dalam genggaman barat, dan barat bahkan telah berhasil melaunching globalisasi sesuai versinya untuk menjadikan syariat penjajah ( barat ) menjadi syariat global dalam rangka memperkokoh dominasinya sebagai penguasa dunia,  yang tujuannya untuk dapat terus menutup ( mengunci ) rapat kebenaran islam, yang kemudian penulis yakini hal inilah yang telah menyebabkan umat islam kehilangan pemahaman terhadap kerangka kerja syariat islam yang notabene merupakan system pertolongan allah, praktis umat islam juga kehilangan kemampuan untuk meng-implementasikan kembali syariat islam di segala aspek kehidupan sosial yang nyata, sehingga menyebabkan umat islam, tergeser dari tasbih ( orbit ) allah yang hak, kehilangan roh islamnya, dan mengalami tidur panjang ( very long pause power ), tersesat menjadi umat yang terbelakang dimuka bumi, yang hingga kini belum mampu bangkit kembali

2. Masalah yang dihadapi umat islam

2.1 Umat islam tanpa syariat islam

Disadari atau tidak kondisi umat islam sa’at ini sangat memprihatinkan, walaupun paska perang dunia kedua secara de jure mayoritas negara-negara islam maupun  negara-negara yang mayoritas penduduknya umat islam,  mengalami masa kemerdekaan,  namun secara de facto masih dalam penguasaan ( kontrol, kendali dan terus diobok-obok ) dan aturan kaum penjajah ( syariat barat ),  hal ini di mungkinkan karena mayoritas kepala pemeritahan negara-negara islam atau negara-negara yang penduduknya mayoritas umat islam walaupun secara spiritual rajin menjalankan rukun islam seperti syahadad, sholat, zakat, puasa dan haji, namun secara sosial belum mampu meng-implementasikan kembali syariat allah ( syariat islam ) secara nyata dan kaffah ( menyeluruh ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( bisnis ), sehingga banyak negara-negara islam yang gagal dalam membangun bangsanya alias masih tertolak oleh  system sunnatullah (  not comply to the allah’s requirements ) dan terbukti bahwa mayoritas negara-negara islam maupun  negara-negara yang mayoritas penduduknya umat islam masih banyak yang terjebak menjadi negara-negara yang berpredikat paling korup ( paling menyimpang atau paling bid’ah ) papan atas dunia, yang kemudian mendatangkan kondisi buruk seperti krisis moral, krisis kepemimpinan, krisis multi dimensi, krisis ekonomi ( kontra productive ),  krisis keuangan ( terjebak hutang ) dan  banyak mengalami berbagai bencana alam ( amuk alam ) maupun bencana sosial ( amuk masa ), pengangguran, kemiskinan  dan berbagai bencana kemanusiaan yang berkepanjangan dan kondisi umat islam semakin terpuruk  turun derajatnya menjadi umat yang terbelakang yang tidak mampu bersaing dengan umat-umat allah yang lain.

2.2 Umat islam mengalami disintegrasi

umat islam masa kini mengalami kesulitan yang luar biasa untuk bisa segera bangkit, semakin kuatnya animo umat islam untuk bangkit menurut versinya sendiri-sendiri, semakin menyebabkan umat islam terjebak kedalam turbulensi ( pusaran ) perbedaan pendapat ( perang pemikiran ) yang sangat dahsyat dan menyesatkan dikalangan internal umat islam, yang kemudian  menyebabkan umat islam semakin berpecah belah ( disintegrasi ) menjadi banyak mazab atau banyak aliran yang masing-masing aliran saling mang-klaim kebenaran menurut versinya sendiri-sendiri juga, bahkan  tidak  jarang banyak yang berani meng-klaim sebagai nabi baru yang sangat menghebohkan dengan tanpa mampu membuktikan kebenaran islam,  sehingga kondisi ini semakin menyulitkan bagi umat islam itu sendiri untuk bisa segera bangkit

2.3 Panggilan yang kehilangan makna

Walaupun hingga kini panggilan azan ( remainder ) yang ditujukan kepada seluruh umat islam yang merupakan panggilan filosofis dalam arti panggilan yang memiliki makna ganda untuk melaksanakan aktivitas sholat ( aktivitas ) spiritual maupun sholat ( aktivitas ) sosial yang nyata, dari yang maha memiliki kesempurnaan ( allah )  untuk melaksanakan sholat untuk menuju kemenangan dan menuju kebahagiaan yang bergema tidak kurang dari 5 kali sehari yang bergulir diseluruh mukan bumi selama berabad-abad sejak diteladankannya oleh nabi muhammad hingga hari ini dengan tiada hentinya hingga kini, hanya dimaknai sebagai panggilan untuk melaksanakan  sholat ( aktivitas ) spiritual 5 waktu saja, dan belum mampu lagi membangkitkan greget untuk melaksanakan sholat sosial secara nyata sesuai syariat islam, sehingga kemenangan dan kebahagian yang diraih juga hanya kemenangan dan kebahagian semu yang menyimpan banyak permasalahan sosial yang sangat komplek, yang tentunya hanya bisa diselesaikan secara sosial yang nyata sesuai syariat islam juga.

3. Solusi

3.1 Re-orentasi pemahaman syariat islam

3.1.1 Pengertian Syariat

Al qur’an yang diformulasikan nabi Muhammad saw ( sunnahnya ) menjadi syariat islam, merupakan sederet  aturan- aturan allah atau hukum-hukum allah yang menjadi persyaratan-persyaratan standard, yang ada disepanjang aliran proses bisnis  iman ( input ), islam ( tranformasi ), dan  ihksan ( output ),  dan merupakan filosofi menyeluruh tentang bisnis, yang hakekatnya merupakan business management system menyeluruh yang terbaik yang didesign allah sesuai dengan fitrah manusia dan sangat compatible ( memiliki kecocokan ), applicable ( bisa diaplikasikan ) dan implementable ( bisa di operasionalkan ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( bisnis ), dalam arti apapun bisnisnya, apapun organisasinya, apapun korporasinya, dan apapun bangsanya ( apapun masjid-masjidnya ) untuk memakmurkan organisasi, korporasi, maupun bangsa itu sendiri ( memakmurkan masjid-masjid allah ) dan untuk memenuhi kepuasan ( kesejahteraan ) bagi seluruh orang-orang ( jama’ah ) yang ada didalamnya ( seluruh stake holder ) yang juga dapat  memberikan berkah kepada  lingkungan sekitarnya, yang berlaku bagi seluruh umat manusia ciptaannya yang berada deseluruh muka bumi  dengan berbagai macam bangsa, berbagai macam warna kulit, dan berbagai macam bahasa, melalui cara berbisnis yang dapat memberikan nilai tambah ( memberikan rahmat ) secara komersial ( bersifat materi ) maupun non komersial ( bersifat moral ) secara seimbang, halal, dan adil dalam arti sesuai bidang keahliannya, sesuai kemampuannya  masing-masing, inilah yang dimaksud dengan agama yang rahmatan lil alamin.

3.1.2 Pengertian islam

Islam berarti agama damai, dan islam juga berarti berserah diri, dalam arti umat islam wajib hukumnya untuk berserah diri dalam melalukan segala aktivitasnya, baik segala aktivitas ( ibadah ) spiritual maupun segala aktivitas ( ibadah ) sosial yang nyata ( real social action ) di organisasinya, di korporasinya, maupun bangsanya ( dimasjid-masjidnya ) sesuai syariat islam secara kaffah ( menyeluruh ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), dengan sabar, tawakal untuk bisa meraih prestasi zuhud ( professional ) yang merupakan cara terbaik untuk medatangkan  rahmat ( surga ) allah yang luasnya seluas langit dan bumi secara adil dan damai sesuai bidang keahliannya, sesuai kemampuannya masing-masing, apapun bangsanya, apapun warna kulitnya dan apapun bahasanya.

3.2 Syariat islam

3.2.1  system terbaik untuk membangun organisasi yang sehat ( masjid halal ) ataupun untuk mereformasi organisasi yang tidak sehat ( masjid haram ) menjadi organisasi yang sehat ( masjid halal )

Syariat islam bukan saja sebuah system yang dipersyaratkan allah untuk membangun sebuah organisasi, korporasi, maupun bangsa yang sehat ( mendirikan sholat > masjid yang didirikan atas dasar taqwa > good corporate governance ), namun syariat islam yang juga dipersyaratkan allah untuk mereformasi seluruh organisasi, korporasi, maupun bangsa yang tidak sehat ( masjid-masjid haram ) yang ada dimuka bumi untuk dijadikan organisasi, korporasi maupun bangsa yang sehat ( masjid-masjid halal ),yang mampu meng-akses rahmat allah dan meng-akses sebagian kekuasaan allah secara sehat, beritika dan elegan untuk mewujudkan rahmatan lil alamin yang hakiki. ( bukan untuk  menjajah dan menguasi dengan cara haram ),

3.2.2 System management yang adaptive

Syariat islam merupakan system management yang adaptive masuk kesegala system management yang sudah ada, tanpa merusak, bahkan syariat islam akan memperbaiki, menyempurnakan dan akan menyehatkan organisasi anda, sehingga organisasi anda menjadi organisasi yang sehat ( masjid halal ) yang dapat terus tumbuh dan memiliki kemampuan bersaing terhadap organisasi pesaing ( berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan ) yang insyaallah organisasi anda pada gilirannya akan menjadi organisasi yang ditolong allah menjadi organisasi terbaik dan menjadi organisasi pemenang secara local, national, regional maupun international ( to be the world class organization

3.2.3 System untuk menciptakan umat pemenang dan umat terbaik

Syariat islam merupakan system management ( mesin peradaban ) terbaik yang pernah ada disepanjang sejarah peradaban manusia yang didalamnya memiliki kandungan  persyaratan–persyaratan standard yang sangat dinamis, progressive, innovative, akselerative, dan reformative, ( the standard requirements for muslim competitive success ) sehingga syariat islam apabila di-implementasikan dengan baik, benar, tepat guna dan tepat sasaran akan mendorong umat islam untuk memiliki kemampuan berijtihad ( mengembangkan ilmu pengetahuan dan tehnologi ) dan berijma’ ( membuat kesepakatan  )  dalam segala bidang, sesuai bidang keahliannya masing-masing  dalam rangka menyempurnakan secara terus menerus ( unlimited continous improvement ) peraturan-peraturan, undang-undang, standard operating procedure, maupun standard-standard produk atau layanan dengan kualitas tertinggi, terbaik dan sempurna ( highest standard ) yang diperlukan dalam berbisnis yang baik dan halal, sehingga umat islam dapat kemampuan untuk meraih prestasi tertinggi disegala bidang untuk menjadi umat terbaik dan terdepan, sebagaimana telah diteladankan oleh nabi muhammad saw dan pengikutnya

3.2.2 System  yang memudahkan untuk meraih rahmat allah

1) Untuk memberikan kemudahan  umat islam dalam meng-akses rahmat ( surga ) allah, yang luasnya seluas langit dan bumi dalam arti dapat memberikan nilai tambah, melalui  cara berbisnis apapun bisnisnya, apapun organisasinya ( berjama’ah > team work ) sesuai bidangnya, sesuai keahlianya, dan sesuai kemampuannya ( how smart you are ? yang kemudian menjadi takdir ).

2) Untuk memberikan kemudahan umat islam dalam meng-akses sebagian kekuasaan  tuhannya yang paling akbar untuk dijadikan wakil-wakilnya yang hak di muka bumi, dan

3) Untuk memakmurkan ( menyejahterakan ) seluruh organisasi, korporasi, bangsa ( masjid-masjid allah ) itu sendiri, memberikan kepuasan dan kesejahteraan kepada seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder ) dan menjadi berkah untuk masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan misi rahmatan lil alamin.

3.3 Ruang Lingkup Penerapan Syariat Islam

Mengamalkan syariat islam secara kaffah ( menyeluruh ) wajib hukumnya bagi seluruh umat islam sejak di teladankan oleh nabi ahkir zaman muhammad saw hingga ahkir zaman nanti, karena syariat islam merupakan system management yang sangat compatible ( memiliki kecocokan ), applicable ( bisa diterapkan ) dan implementable ( bisa diamalkan atau di operasionalkan ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang )urusan   ( bisnis ), dengan domain yang sangat luas seperti bidang-bidang :

1)      Ekonomi dan keuangan ( seperti industry, manufactur, distribusi, perdagangan, perbankan, jasa-jasa pelayanan, restoran, hotel, rumah sakit dll )

2)      hukum ( seperti kepolisian, kejaksaan, kehakiman, lembaga bantuan hukum, natoriat, dan mahkamah agung )

3)      politik ( seperti partai-partai politik, dewan perwakilan rakyat dan majelis permusyawaratan rakyat )

4)      Militer ( angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, badan intelegen dari ketiga angkatan dan pasukan-pasukan elit bentukannya )

5)      Pemerintahan ( seperti pelayanan-pelayanan masyarakat diberbagai birokrasi pemerintahan di seluruh instansi dari lembaga pemerintahan terendah hingga lembaga pemerintahan yang tertinggi )

6)      Lingkungan hidup ( seperti pengelolaan system keselamatan kerja, system keselamatan perjalanan, system keselamatan lingkungan hidup dan alam  dll )

7)      Olah raga ( pengelolaan berbagai bidang cabang olah raga )

8)      Seni dan budaya ( pengelolaan berbagai bidang kesenian, mode dll )

9)      Pendidikan ( pengelolaan lembaga-lembaga pendidikan umum maupun kejuruan terendah hingga tertinggi terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas  )

10)   Iptek ( pengelolaan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dan tehnologi, lembaga-lembaga penelitiaan dan pengembangan, lembaga-lembaga standarisasi produk dan layanan  terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas  )

11)   Lembaga swadaya masyarakat ( LSM ) terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas

12)   Dll yang belum disebutkan diatas

3.4 Indikator sukses dalam menerapkan syariat islam

1) Keberhasilan dalam menerapkan syariat islam ( membuktikan kebenaran islam ) akan menjadikan syariat islam ( agama islam ) memiliki daya tarik kembali yang berscala akbar  ( powerfully auto attraction ), sehingga syariat islam menjadi  sangat diminati umat-umat yang lain yang menyebabkan umat manusia  berbondong-bondong masuk ( meng-adopsi ) agama allah kembali, bertaubat ( melalukan perbaikan ), bertasbih ( mengorbit ), mensucikan ( menyempurnakan ) dan memuji ( bersyukur ) hanya kepada ( sesuai syariat ) allah, yang insyaallah kemudian mengantar islam berkibar kembali, go international ( globalisasi ) yang menggelinding mulus dengan sendirinya tanpa ada kekuatan yang dapat menahannya sesuai kehendak allah, menjadi standard global hak yang akan menggantikan standard barat yang digunakan sebagai alat globalisasi versi barat pada sa’at ini.

2) Meng-eliminir dengan sendirinya perpecahan yang di internal umat islam dengan sendirinya sesuai kehendak allah dan allah kembali menyelamatkan ( mempersatukan ) umat islam kembali dalam iman, islam, dan ihksan sebagai ahli sunnah wal jama’ah ( the winning team ) yang hak seiring dengan tegaknya syariat islam dan kebangkitan islam secara permanen.

3.5 Keputusan strategis

Insyaallah menerapkan syariat islam secara baik, benar, kusyuk guna dan kusyuk sasaran di organisasi anda, di korporasi anda, dan di bangsa anda merupakan sebuah keputusanya yang sangat strategis ( smart ), sebagai solusi nyata dalam mengatasi segala permasalah sosial yang nyata ( point 2 ), dan untuk kebaikan organisasi anda sendiri, untuk kebaikan seluruh orang yang ada didalam organisasi anda, untuk lingkungan hidup dan alam disekitar anda, yang insyaallah merupakan kontribusi nyata anda dalam mewujudkan kebangkitan islam yang hakiki dan permanaen.

4. Kesamaan prinsip dengan kebangkitan islam yang pertama

Insyaallah kebangkitan islam jilid II, memiliki kesamaan prinsip ( syariat islam ) dengan kebangkitan islam jilid I, sebagaimana yang telah diteladankan nabi muhammad  saw secara seimbang baik dalam praktik ibadah ( aktivitas ) spiritual maupun praktik ibadah ( aktivitas ) sosial yang nyata ( real social action ) , seperti kita ketahui bersama bahwa nabi muhammad saw bukan saja sebagai figur seorang spiritualis sejati, namun beliau lebih merupakan figur sebagai seorang praktisi kehidupan yang sejati yang sangat luar biasa yang berhasil disegala bidang sesuai perintah ( syariat ) allah , dimana beliau telah dengan sukses menjalankan perannya yang diawali sebagai seorang super business man, sukses sebagai pelatih dan pembina ( pendidik ) sumber daya manusia  dan seorang organisatoris ulung yang dipatuhi dan dikagumi para pengikut ( the winning team ) nya,   kemudian sebagai seorang super CEO yang behasil mereformasi daerah tertinggal yang bernama yastrib menjadi bandar dunia yang madani ( madinah ) atau bandar dunia yang disinari cahaya din ( agama )  islam,  sukses sebagai hakim teragung yang sangat tegas dan adil, sukses sebagai ahli strategy dan panglima perang yang disegani musuh-musuhnya, sebagai politisi yang sukses melakukan deal-deal politik dengan penguasa mekah, sukses sebagai kepala pemerintahan yang bersih dan dicintai rakyatnya, setelah sukses menaklukan kota mekah yang sebelumnya berstatus masjid haram ( kota yang tidak sehat ), dan berhasil mereformasinya menjadi masjid yang sehat atau masjid halal ( kota suci ) yang kemudian menjadi kiblat ( standar suskses ) yang abadi bagi seluruh umat manusia sebagai standard sukses untuk mereformasi dunia hingga ahkir zaman nanti, sebagai pemimpin umat yang memiliki jiwa teragung yang dikagumi umatnya yang namanya tetap akan dikenang dan dikenal manusia hingga ahkir zaman nanti,

Sehingga sebelum masa tugas kenabiannya berahkir beliau telah berwasiat kepada generasi penerus islam yang artinya kurang lebih sbagai berikut :

1)      Telah aku tinggalkan dua pusaka yaitu al qur’an dan hadist apabila kamu mengikutinya niscaya kamu akan selamat ( berjaya )

2)      Sholatlah ( bekerjalah ) kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat ( bekerja )

3)      Akan ku perangi ( kutaklukan ) romawi ( negara-negara barat ) dari dalam rumahku.

Yang menurut hemat penulis ketiga wasiat diatas yang harus dipegang teguh dan menjadi pegangan umat islam kini hingga ahkir zaman nanti untuk meneruskan amanat nabi muhammad saw  yang nota bene juga amanat allah swt, yang telah  sempat tertunda selama sekitar 7 abad sampai hari ini, yang insyaallah di awal 7 abad yang ke 3 umat islam segera memiliki kemampuan untuk bangkit kembali ke garis orbit yang hak ( syariat islam ) untuk memenuhi tugasnya kembali dalam mewujudkan misi rahmatan lil alamin.

5. Kesimpulan

Kunci sukes menerapkan syariat islam

1)      Kemampuaan memahami filosofi dan kerangka kerja syariat islam ( kehendak allah ) dengan baik dan benar ( hak ), sehingga memiliki kemampuan untuk menerapkan syariat islam secara nyata tepat guna dan tepat sasaran sesuai ( bidang bisnis ( business line ) diorganisasi anda ( menolong agama allah ), secara kaffah ( disepanjang aliran proses bisnis ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), dan zuhud ( professional )

2)      Amalkan syariat islam secara diam-diam ( silent competition > perang gerilya ) kemudian apabila sudah memiliki daya saing baru secara terbuka ( free competition ) di organisasi anda masing-masing, hal ini untuk menghindari gangguan dari fihak-fihak yang tidak menginginkan islam bangkit

3)      Dengan penguasaan  ilmu pengetahuan dan tehnologi oleh umat islam ( sumber daya manusia muslim ), penulis sangat yakin islam bisa segera bangkit darimana saja, kapan saja dari diri anda, dari organisasi anda, dari korporasi anda, dari bangsa anda dan seterusnya akan membentuk khilafah besar islam dengan sendirinya sesuai kehendak allah tanpa ada kekuatan yang menghalanginya

6. Sumber Inspirasi

1) Kondisi real umat islam sa’at ini

2) Prinsip-prinsip berbagai system manajemen

3) Prinsip-prinsip kebenaran dalam al qur’an dan hadist

Catatan Penulis

Bagi anda yang ingin meng-copy paste ( mengcopas ) ke blog anda, silahkan saja dan saya sangat appreciate apabila anda  juga mau mencantumkan alamat website saya.

Penulis adalah seorang praktisi manajemen

Posted Maret 28, 2011 by agusrwidodo in makalah

Syariat Islam [ The Standard Requirements For Muslim’s Competitiveness Success ]   Leave a comment

oleh : agusrwidodo

Kiblat ( Success Standard For Every One )

Pendahuluan

Setelah seluruh negara-negara islam terjajah selama berabad-abad, dan digantinya syariat islam dengan syariat penjajah, umat islam telah kehilangan pemahaman terhadap kerangka kerja sistem syariat islam ( sistim pertolongan Allah ) yang merupakan cara menyembah ( menolong agama ) Tuhannya secara baik, benar, tepat guna dan tepat sasaran untuk  menjalankan misinya dalam mewujudkan rahmatan lil alamin hingga, umat islam menjadi umat yang terbelakang dibanding dengan umat-umat yang lain, mengalami mati suri selama berabad-abad ( has experienced entire very long pause power ) yang hingga kini belum mampu bangkit kembali.

Memahami kondisi ini penulis terinspirasi untuk menyajikan konsep kerangka kerja sistim syariat islam, yang merupakan perintah Allah sekaligus merupakan system pertolongan Allah, dan merupakan multi dimensi system, dan merupakan sistim manajemen mutu ( the quality way of life ) yang terbaik dibanding dengan sistim-sistim manajemen manapun yang di klaim buatan manusia, syariat islam telah terbukti pernah mengantar umat islam meraih sukses terakbar yang pernah ada disepanjang peradaban manusia, semenjak diteladankan oleh nabi muhammad dan yang telah mengantar umat islam menjadi umat terbaik dan berhasil memasuki  masa kejayaan ( the golden age ), ketika umat-umat yang lain masih megalami masa kegelapan ( the darkness age )

Insyaallah tulisan ini bisa mengembalikan pemahaman umat islam, dan syariat islam bisa segera diimplementasikan kembali untuk  me-manage atau meng-organize segala bisnis , apapun bisnis dan apapun organisasinya, yang insyaallah bisa segera membawa umat islam untuk bisa segera bangkit kembali, untuk memiliki kemampuan bersaing secara kompetitive dan elegan dengan umat-umat yang lain, yang isyaallah pada  gilirannya mampu mengantar umat islam menjadi umat yang terbaik kembali di muka bumi,   walaupun dalam kondisi persaingan global yang sangat-sangat super kompetitive, dan sangat sangat berat diera globalisasi versi barat ini,  segeralah minta pertolongan kepada ( sistim pertolongan ) Allah, sesuai sumpah, seruannya dan janji Allah dalam firmannya :

Demi (buah ) Tin dan (buah) Zaitun,dan demi bukit Sinai,dan demi kota (Mekah) ini yang aman,sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya ( sesuai fitrah Tuhannya ), kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka ), kecuali orang-orang yang beriman ( to think smart and believe it ), dan mengerjakan amal saleh ( to do work smart ), maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya ( $ustain Growth ), maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu ? bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya. ( QS At Tiin [95]: 1-8 )

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta, maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. ( QS. Al Al Aadiyaat [100]: 1-11 )

Hai orang yang berselimut ( hawa nafsu  ) , bangkitlah, lalu berilah peringatan , dan Agungkanlah ( syariat )Tuhanmu, dan bersihkanlah ( sucikan ) pakaianmu, dan tinggalkanlah perbuatan dosa   ( menyembah berhala ) mu, Janganlah kamu memberi  ( dengan maksud ) memperoleh   ( balasan ) yang lebih banyak. ( QS Al Muddatstsir [74]: 1-6 )

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman mengerjakan amal saleh, dan Nasihat menasihati supaya mena’atikebenaran, dan Nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran , ( QS Al Ashr [103]: 1-3 )

Dan masa (  kejayaan dan kehancuran  ) itu Kami pergilirkan di antara manusia ( Agar mereka mendapat pelajaran ) dan bagaimana Allah dapat membedakan  antara, orang-orang yang beriman, dan orang-orang kafir , dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim ( kafir ) “, ( QS Ali Imran [3]:140 )

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan  ( meet to the requirements of ) Allah  , maka sesungguhnya waktu ( yang dijanjikan ) Allah itu pasti datang, dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, dan  barang siapa yang berjihad , maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam, dan orang-orang yang beriman , dan beramal saleh,  benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 2-7 )

Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh ( work smart ) bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka Agama ( the standard qualty way of life ) yang Telah diridai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku, dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.( QS An Nuur  [24]: 55 )

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda ( Kekuasaan ) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar, dan Apakah Tuhanmu tidak cukup ( bagi kamu ) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ? ( QS Fushshilat  [41]: 53 )

Maka hadapkanlah wajahmu ( jiwamu ) dengan lurus kepada agama    ( syariat Allah ),  ( tetaplah atas ) fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, dan tidak ada perubahan pada fitrah Allah. ( Itulah ) Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ,  ( QS Ar Ruum [30]: 30 )

1.   Kiblat ( Success Standard For Every One )

Kiblat atau ka’bah merupakan bukti nyata betapa sangat profesionalnya nabi muhammad dalam menjalankan perintah ( syariat ) Allah dalam menaklukan dan mereformasi masjid haram ( kota yang tidak sehat ) menjadi masjid halal ( kota yang sehat atau kota suci ), sehingga Allah berkenan melimpahkan rahmatnya di kota mekah ( mekah al mukaramah ) secara berkelanggengan, bertambah terus ( sustain growth ), insyaallah  hingga ahkir zaman nanti, dengan tanpa harus mengorbankan integritas diri, keluraga, organisasi, perusahaan, bangsa dan agama islam, yang kemudian Allah menetapkannya sebagai standar sukses ( kiblat ) yang hak dan abadi bagi seluruh umat manusia hingga ahkir zaman nanti, untuk diadopsi oleh seluruh umat manusia untuk mereformasi masjid-masjid haram yang ada diseluruh muka bumi menjadi masjid masjid halal ( organisasi, perusahaan maupun negara yang sehat ), agar bisa tumbuh disegala bidang dengan sangat produktive, dramatik dan signifikan, untuk bebaikan anda, kebaikan organisasi anda, dan kebaikan untuk seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder ), sebagaimana telah diteladankan oleh nabi muhammad terhadap kota mekah sebagai cara yang nyata dalam mewujudkan rahmatan lil alamin, sebagaimana firman Allah :

Dan berjihadlah kamu pada jalan ( system ) Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya ( persisten ), dan Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ( system ) suatu kesempitan,  maka ( Ikutilah ) agama orang tuamu Ibrahim. dan Dia ( Allah ) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan ( begitu pula ) dalam ( Al Qur’an ) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi ( model sukses ) atas dirimu ,  dan Supaya kamu semua menjadi saksi   ( model sukses ) atas segenap manusia,  Maka dirikanlah sholat ( dirikan lapangan pekerjaaan ), Tunaikanlah zakat ( Tunaikan tanggung jawab sosial  ), dan Berpeganglah kamu pada tali ( the professional  system for getting help of ) Allah, Dia adalah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong “. ( QS. al-Hajj [22] : 78 )

Dan sebagaimana sabda rasulullah  kepada para pengikutnya ( generasi penerusnya ) yang berbunyi  :

Sholatlah ( bekerjalah ) kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat ( bekerja )” (HR Bukhari)

2.   Apa kata Allah ketika menurunkan Al Qur’an  ?

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al Qur’an ) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  yaitu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk “ mengatur segala urusan  (  To organize all areas of business, dalam arti apapun bisnisnya dan apapun organisasinya ) “, dan malam itu ( penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ( QS Al Qadr [97]: 1-5 )

 

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al kitab (Al Qur’an), dan dirikanlah sholat ( dalam arti : diirikanlah  lapangan pekerjaan atau bisnis atau organisasi atau perusahaan atau negara ), sesungguhnya sholat ( beramal soleh atau bekerja dengan ilmu atau work smart atau bekerja secara professional  ) itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ( perbuatan yang tidak terpuji dan tidak memberikan nilai tambah ), dan sesungguhnya mengingat ( bekerja sesuai persyaratan-persyaratan ) Allah  adalah lebih besar ( utama dari ibadah-ibadah yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 45 )

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah ( Al Qur’an ), dan mendirikan sholat ( mendirikan lapangan kerja atau bisnis atau organisasi atau korporasi atau bangsa ) dan menafkahkan ( menginvestasikan ) sebahagian dari rezeki ( dalam arti jiwa, raga, maupun harta ) yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam ( silent competition ) dan terang-terangan ( free competition ), mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi ( profitable business ). ( QS Fathir [35]: 29 )

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah ( ikuti $yariat ) Aku, dan dirikanlah sholat ( dirikan lapangan kerja > apapun organisasinya dan apapun bisnisnya ) untuk mengingat Aku. ( QS Thaha [20]: 14 )

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus ( dengan-Aku ). ( QS Al Kautsar [108]: 1-3 )

Mengingat Allah yang benar ( hak ) dan menegakan agama Allah yang benar adalah dengan mendirikan sholat atau mendirikan masjid, dalam arti mendirikan bisnis, apapun bisnisnya dan apapun organisasinya, korporasinya dan bangsanya  yang dikelola atau di-organize sesuai syariat ( requirements ) Allah,  adapaun bisnis bisnis yang dapat dikelola atau di-organize dengan syariat islam, tujuannya untuk dapat mendatangkan rahmat ( surga ) Allah, yang luasnya seluas langit dan bumi,  meliputi banyak bidang bisnis dan profesi dengan domain yang sangat luas disegala aspek kehidupan antara lain :

Ekonomi  :

1) Industri, 2) Manufaktur, 3) Distribusi, 4) Perdagangan, 5) Banking

Pelayanan publik :

1) Hotel, 2) Restoran, 3) Tempat hiburan, 4) Rumahsakit

Polkamkum

1) Politik, 2) Keamanan ( Militer), 3) Hukum

Pemerintahan

1) Birokrasi pemerintahan, 2) Lembaga Swadaya Masyarakat, 3 ) Keselamatan Kerja & Keselamatan Perjalanan, 4) Pendidikan, 5 ) Olah Raga, 6) Seni dan Budaya, 7) Media Cetak, Media Penyiaran, Media electrinic, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan tehnologi, 9 ) Lembaga standarisasi Produk dan Layanan, dan 10)  many more

Inilah yang dimaksud dengan menegakan tiang agama Allah, dan yang dimaksud dengan masuk islam secara kaffah ( menyeluruh ) yang tidak ada satu bidangpun yang tidak dikelola dengan syariat islam, jangan sampai setan  masuk mengambil alih pengelolaan tersebut diatas, beriman dan bertaqwalah kepada Allah, mohon lah pertolongan kepada ( system pertolongan ) Allah, sebagaimana firrman Allah dan sabda rasulullah seperti berikut ini :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara  kaffah ( menyeluruh ), dan Janganlah kamu turut langkah-langkah setan ( menyembah selain Allah ), sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. ( QS Al Baqorah [2]: 208 )

Sesungguhnya masjid ( Organisasi, Korporasi, Bangsa ) Yang Didirikan Atas Dasar Takwa (  Good Corporate Governance   ), Sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang ( bekerja sesuai syariat Allah atau bekerja dengan ilmu atau working smart atau bekerja secara professional ) di dalam, dan didalamnya ada orang-orang yang  ingin membersihkan diri ( menghilangkan seluruh activitas yang tidak memberikan nilai tambah ), dan Allah menyukai orang-orang yangbersih ( memiliki integritas ) ( QS At Taubah  [9]: 108 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

Mohonlah pertolongan ( follow to the requirements of  ) Allah dengan sholat ( working with knowledge or work smart or work professionally ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada profesinya, fungsinya, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( compaly ) kepada-( to the requirements )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah ( menyimpang ), dan setiap bid’ah  adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi, hadits hasan shahih].

3. Apa amanah Allah yang didelegasikan kepada nabi muhammad dan seluruh umat manusia.

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu ( Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta ( pertanggung jawaban ) tentang penghuni-penghuni neraka. ( QS Al Baqarah [2]: 119 )

Kami tidak ( hanya ) mengutus kamu ( muhammad ), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui  ( ? ). ( QS Saba [34]: 28 )

Tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk ( menjadi ) rahmat bagi semesta alam. ( QS Al Anbiyaa [21]: 107 )

4. Bagaimana umat islam dapat memenuhi perintah ( syariat ) Allah ?

Setiap muslim tentulah ingin memiliki kemampuan untuk melaksanakan perintah ( syariat ) Allah ( sesuai Al Qur’an dan Sunnah Rasulnya ) dengan baik dan benar, tepat guna dan tepat sasaran, untuk menegakkan agama ( syariat ) Allah dan untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin, dengan cara beractivitas secara spiritual maupun aktivitas sosial yang nyata dalam semua urusan, dalam arti  apapun bisnisnya dan apapun organisasinya sesuai syariat ( ketemu ) Allah, yang insyaallah Allah kemudian berkenan menolong umat islam menjadikan umat yang sangat produktive yang mampu tumbuh disegala bidang secara dramatik dan signifikan, yang memiliki kemampuaan bersaing dengan umat-umat yang lain secara kompetitive, untuk menjadi umat pemenang dan menjadi umat terbaik dan menjadi wakilnya ( khalifahnya ) yang hak yang berkuasa dimuka bumi sesuai firmannya :

Hanya kepada Engkaulah  kami  menyembah  dan Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan  ( QS Al Fatihah : 1: 5 )

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong ( agama ) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ( QS Muhammad [47]: 7 ) 

5. Bagaimana seharusnya umat islam beribadah kepada Allah ?

Dalam beribadah kepada Allah mempunyai dua pengertian yaitu beribadah ( aktivitas ) secara spiritual dan beribadah ( aktivitas ) secara sosial yang nyata ( real social action ) yang keduanya tidak bisa dipisahkan antara aktivitas yang satu dengan aktivitas yang lainnya.

5.1 Bagaimana melaksanakan ibadah ( aktivitas ) spiritual sesuai 5 pilar rukun islam ?

Bertujuaan untuk mengembangkan kemampuan spritual  dan memiliki modal spiritual baik agar bisa merealisasikan dengan baik kemampuan bathiniah menjadi kenyataan yang dengan sesuai 5 pillar rukun islam yaitu :

1) Syahadat,

Mengucapkan kalimah syahadat, tiada Tuhan selain Allah dan nabi muhammad adalah utusan Allah

2) Sholat

Menjalankan sholat lima kali sehari,

3) Zakat

Mengeluarkan zakat bagi yang telah mencapai nisabnya,

4) Puasa

Berpuasa 30 hari di bulan ramadhan, dan

5) Haji

Berziarah ketanah suci bagi mereka yang telah mampu

5.2 Babagimana melaksanakan ibadah ( aktivitas ) sosial secara nyata ( real social action )  sesuai kerangka kerja syariat islam

Bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, keadilan sosial dan kedamaian sosial untuk seluruh umat manusia dan untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin melalui cara bermu’amallah disegala ( bidang ) aktivitas , apapun bisnisnya dan apapun organisasinya hanya  sesuai dengan perintah ( syariat ) Allah, dalam menciptakan nilai tambah ( untuk mendapatkan rahmat allah yang luasnya seluas langit dan bumi ), secara adil, halal, berkah dan diridhoi allah tanpa harus mengorbankan harga diri ( integritas ) , keluarganya, organisasinya,perusahaannya, maupun bangsanya ( pemerintahannya ).

Ibadah sosial dilaksanakan sesuai perintah Allah ( Al Qur’an ) yang telah diformulasikan oleh nabi Muhammad SAW menjadi kerangka kerja sistim syariat islam ( the standard requirements of muslim competitiveness success ) yang kontennya merupakan sebuah aliran proses bisnis : iman ( input ) > islam ( transformasi ) > ihksan ( output ) dimana :

 5.2.1 Iman ( Input )

Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada ( hati ) orang-orang yang diberi ilmu (  knowledge ) , dan tidak ada yangmengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.( QS Al Ankabut [29]: 49 )

Input yang dimaksud adalah merupakan sebuah rencana tindakan atau rencana bisnis atau rencana perusahaan, atau rencana strategis yang berbasis pada 6 pillar rukun iman yaitu :

1) Beriman kepada Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu membangun visi ( mimpi ) yang dapat menggerakkan spirit seluruh orang-orang yang ada didalam organisasi , untuk bisa menjalankan perintah Allah, dan agar bisa meng-akses nilai tambah atau rahmat ( surga ) Allah yang luasnya seluas langit dan bumi secara optimal, bekelanggengan, bertambah terus ( sustain growth ), untuk memakmurkan organisasi anda dan untuk memakmurkan seluruh orang-orang yang ada didalam organisasi ( filosofi masjid )

Tiada Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah ( mengikuti syariat )-Ku ( QS Adz Dzaariyaat [51]: 56 )

Apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar ( the world class organzation, the world class corporation, dan the world class nation  ), sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri ( diberi balasan ). ( QS Al Insan [76]: 20-22 )

Sesungguhnya dia ( Muhammad ) telah melihat Jibril itu (dalam bentuk yang asli) pada waktu lain, yaitu ketika di sidratul muntaha ( ketika Dia dimi’rajkan ), ketika disidratul muntaha ia diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatan ( visi Muhammad ) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampaui, sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda kekuasaan ( power ) Tuhannya yang paling besar ( akbar ). ( QS Al-Najm : 13-18 )

2) Beriman kepada malaikat-malaikat Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu membangun misi dan membangun sebuah team pemenang ( the winning team ) sesuai kebutuhan organisasi, sesuai kebutuhan kompetensi ( job kualifikasi,sesuai fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya ) untuk mewujudkan visi organisasi menjadi kenyataan, sesuai perintah Allah, sebagaimana malaikat-malaikat Allah bekerja dengan ta’at apa yang diperintahkan tuhannya.

( Ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya berfirman ), bukankah Aku ini Tuhanmu ?  mereka menjawab, betul ( Engkau Tuhan kami ), kami menjadi saksi, ( Kami lakukan yang demikian itu ) agar di hari kiamat ( in future ) kamu tidak mengatakan, sesungguhnya kami ( bani Adam ) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini ( keesaan Tuhan ) ( QS Al A’raaf [7]: 172 )

Ingatlah, Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya  Aku hendak menjadikan manusia khalifah ( wakil Allah ) dimuka bumi, mereka ( para malaikat ) bertanya,  mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah) di bumi ?, karena manusia itu hanya akan membuat kerusakan di bumi dan membuat pertumpahan darah, padahal kami senantiasa  ” bertasbih “ dengan ” memuji “  dan ” menyucikan “ ( sesuai syariat )  Engkau, Tuhan berfirman, sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui . ( QS Al Baqorah [2]: 30 )

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang Ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah, dan Mereka mentasbihkan ( syariat )-Nya, dan hanya kepada ( syariat) -Nya lah mereka bersujud ( bekerja sesuai perintah Allah ). ( QS Al A’raaf : 7. 206 )

Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa  yang diperintahkan ( QS At Tahrim : 66. 6 )

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu ( Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta ( pertanggung jawaban ) tentang penghuni-penghuni neraka. ( QS Al Baqarah [2]: 119 )

Kami tidak ( hanya ) mengutus kamu ( muhammad ), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui  ( ? ). ( QS Saba [34]: 28 )

Tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk ( menjadi ) rahmat bagi semesta alam. ( QS Al Anbiyaa [21]: 107 )

Rasulullah SAW bersabda, jiwa-jiwa manusia adalah tentara yang terlatih,   jiwa-jiwa yang saling mengenal akan saling menyayangi ( solid as team to run the mission) , jiwa-jiwa yang tidak saling mengenal akan saling bertentangan.  ( HR Bukhari-Muslim-Ahmad )

3) Beriman kepada kitab-kitab Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki pedoman kerja menyeluruh yang dibangun  menjadi sebuah “standard operating prosedur” lengkap sesuai bisnis yang anda geluti ( apa yang anda tulis harus dikerjakan dan apa yang kerjakan harus ditulis ) dan sesuai dengan sistim yang ada disepanjang aliran proses iman, islam, dan ihsan yang harus dijalankan secara kaffah ( menyeluruh ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), zuhud ( professional )  yang  berbasis pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulnya

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al Qur’an ) pada malam kemuliaan, Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? yaitu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ( quantum values ), pada malam itu turun malaikat-malaikat, dan Malaikat Jibril dengan Izin Tuhannya,  untuk : Mengatur ( memanage ) segala urusan ( bisnis ), dan malam itu ( penuh ) kesejahteraan sampai terbit fajar.( QS Al Qadr [97]: 1-5 )

Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat, maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari padanya ?, Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling. ( QS Al-An’am [6] : 157 ) 

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab ( yang diturunkan sebelumnya ), dan Batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. ( QS Al-Ma’idah [5] : 48 )

4) Beriman kepada nabi-nabi Allah

Orang yang beriman dan bertaqwa harus bertindak sesuai dengan standards operating prosedur, sesuai dengan perintah Allah ( Al Qur’an ) dan Sunnah ( rasulnya ) sebagaimana model kepemimpinan yang telah diteladankan oleh nabi-nabi Allah

( Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang ( lapangan kerja, organisasi, perusahaan, maupun negara ), dan menunaikan zakat ( menunaikan tanggung jawab sosialnya ), menyuruh ( mengerjakan ) berbuat yang makruf, dan mencegah ( melarang ) dari perbuatan yang mungkar, dan kepada ( syariat  ) Allah-lah kembali segala urusan.  ( QS Al Hajj [22]: 41 )

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah ( syariat ) Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk  mengerjakan kebajikan ( strategic plan  ), mendirikan sembahyang ( mendirikan lapangan pekerjaan atau organisasi, perusahaan, atau negara ), dan Menunaikan zakat ( establish corporate social responsibility ), dan hanya kepada ( syariat ) Kami lah mereka selalu menyembah, ( QS Al Ambiyaa [21]: 73 )

Berapa banyak nabi yang berperang ( berkompetensi ) bersama-sama mereka sejumlah besar dari  pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan ( syariat ) Allah, dan tidak lesu dantidak (pula) menyerah  kepada musuh dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. ( QS Ali Imran [3]: 146 )

5) Beriman kepada hari kemudian

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki sasaran dan target masa depan yang jelas baik untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sesuai rencana bisnis yang yang digeluti di organisasi anda, secara specific ( produk atau layanan ), measureable ( terukur ), achieveable ( bisa dicapai ) , realistic ( wajar ), dan time table ( terjadwal dengan baik )

Apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar ( the world class organzation, the world class corporation, dan the world class nation  ), sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri ( diberi balasan ). ( QS Al Insan [76]: 20-22 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

6) Beriman kepada takdir Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa kepada taqdir Allah harus realistis menerima apapun hasilnya yang diberikan Allah yang tentunya  sesuai kemampuan ( kontribusi ) nya masing  atau tergantung pada how smart you are ? )

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya ( kapasitasnya, kompetensinya, dan kontribusinya ), Ia mendapat pahala ( dari kebajikan ) yang diusahakannya dan Ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( QS Al Baqarah [2]: 286 )

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya  Dia akan melihat (balasan) nya pula. ( QS Al Zalzalla [99]: 7-8 )

Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanyadengan balasan ( reward ) yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan(segala sesuatu), ( QS An Najm [53]: 39-42 )

5.2.2 Islam ( Transformasi )

Iman bukanlah angan-angan belaka, yang hanya bersemayam didalam dada (  hati  ), dan iman yg benar harus diwujudkan ( direalisikan ) dalam bentuk tindakan nyata ( real social action ). ( HR Ad Dailami )

Transformasi adalah merupakan sebuah tindakan atau action untuk mentranformasi input menjadi output yang berbasis pada 5 pillar filosofi rukun iman yaitu :

1) Filosofi Syahadat

Orang beriman dan bertaqwa harus memiliki komitmen yang kuat ( kontrak sukses ) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai rencana bisnisnya, sesuai perintah Allah dan sesuai apa yang telah diteladankan oleh rasulnya muhammad

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku  hanyalah untuk ( mengikuti syariat ) Allah, Tuhan semesta alam, ( QS Al An Naam [6]: 162 )

2) Filosofi Sholat

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus bersedia beramal sholeh atau bekerja dengan ilmu atau work smart atau bekerja secara professional sebagaimana telah diteladan kan oleh nabi muhammad dan oleh orang yang pertama-tama beriman.

Perintahkanlah kepada keluarga ( kerabat, karyawan, dan rakyat ) mu, supaya mengerjakan sholat ( work smart ), dan ,bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, dan Kami tidak meminta kamu mengejar rezeki, dan Kami lah yang memberi rezeki kepadamu ( prinsip professionalisme ) sebagai akibat ( kemenangan ) yang terahkir bagi orang yang bertakwa. ( QS Thaahaa [20]: 132 )

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi diridai-Nya.maka Masuklah ke dalam jama’ah  ( the winning team )hamba-hamba-Ku,dan Masuklah ke dalam surga-Ku.( QS Al Fajr : 89. 27-30 )

Diwajibkan atas kamu berperang ( berkompetisi  ), padahal berperang ( berkompetisi ) itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 216)

Mohonlah pertolongan ( ikutilah persyaratan-persyaratan Allah ) dengan sholat ( bekerjanya orang berilmu ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada fungsi, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( persyaratan-persyaratan   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( ketemu ) kepada-( persyaratan-persyaratan )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Bagi tiap-tiap umat ada kiblat ( standard ) nya, ( masing-masing) yang ia menghadap kepada-Nya, maka berlomba-lombalah ( berkompetisilah ) kamu( dalam berbuat) kebaikan, dan di mana saja kamu berada pasti Allah, akan mengumpulkan kamu sekalian ( pada hari kemudian ), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS Al Baqarah [2]: 148 )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ( QS At Taubah [9]: 105 )

Hai manusia, apabila kamu telah bekerja dengan  sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,maka pasti kamu akan menemui-Nya. ( QS Al Insyiqaaq [84]:

3) Filosofi Zakat

Orang-orang beriman harud memiliki kemampuan untuk saling memberdayakan ( tolong menolong ) diantara umat islam yang tentunya sesuai kapasitasnya, sesuai fungsi, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing  agar dapat berkolaborasi secara auto jama’ah atau auto aktivitas  melalu kerjasama yang baik seimbang untuk bisa menjadi umat pemenang dan umat yang terbaik.

Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian dari mereka (adalah) Menjadi penolong ( pemberdaya ) bagi sebahagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf , dan mencegah ( melarang ) dari yang mungkar, dan mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada ( Perintah ) Allah, dan ( $unnah ) Rasul-Nya, Mereka akan diberi rahmat( surga ) oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS At Taubah [9]: 71 )

Sesungguhnya masjid ( Organisasi, Korporasi, Bangsa ) Yang Didirikan Atas Dasar Takwa (  Good Corporate Governance   ), Sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang ( bekerja sesuai syariat Allah atau bekerja cerdas atau working smart ) di dalam, dan didalamnya ada orang-orang yang  ingin membersihkan diri ( menghilangkan seluruh activitas yang tidak memberikan nilai tambah ), dan Allah menyukai orang-orang yangbersih ( memiliki integritas ) ( QS At Taubah  [9]: 108 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

Rasulullah SAW bersabda, Orang islam, antara Satu dengan yang lainnya, Tak ubahnya bagaikan Satu bangunan yang kokoh yang Bagian-bagianya ( satu sama yang lainnya ) Saling menopang.( HR Muttafaq Alaih )

Perumpamaan kaum mukminin dalam kasih sayang dan Belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh,  Jika Satu bagian merasa sakit seluruh tubuh akanTerjaga  ( tidak bisa tidur )  karena Merasakan demam seluruh tubuh. ( HR Bukhari-Muslim )

4) Filosofi Puasa

Orang-orang beriman harus mampu menahan nafsunya bekerja secara disiplin, jujur, bertanggung jawab dari apa yang telah dilakukannya untuk menjaga interitas dirinya, keluarganya, organisasinya, perusahaannya, bangsanya, dan agamanya

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ( Terpelihara). ( QS Al Baqorah [2]: 183 )

Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir, dan ta’atilah( Al Qur’an ) Allah ( dan ( sunnah ) Rasulnya, supaya kamu diberi rahmat, dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ( QS Ali Imran [3]:131-134 )

Hai orang-orang yang beriman peliharalah, dirimu dan keluargamu dari api neraka yang Bahan bakarnya adalah manusia dan batu dan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai  Allah terhadap apa yang diperintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-nya. ( QS At-Thariim [66]: 6 )

Didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali ( ke jalan  Allah ) yang selalu Memelihara ( semua peraturan-peraturan-Nya ). ( QS Qaaf : 50. 31-32 )

5) Filosofi Haji

Sempurnakanlah ibadahmu dengan haji dan umrah karena Allah. ( QS Al Baqarah [2]: 196)

Demi jiwa serta penyempurnaannya ( ciptaannya ) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, ( Jiwa ) kefasikan, dan ( Jiwa ) ketakwaan, beruntunglah orang yang menyucikan ( jiwanya ) nya, dan merugilah orang yang Mengotori ( jiwanya ) nya .   ( QS Asy Syam [91]:  7-10 )

Orang-orang beriman harus mampu berubah dengan melakukan perbaikan terus menerus tanpa batas untuk menyempurnakan ibadahnya kepada allah yang terdapat dalam perintahnya dalam filosofi siklus haji,  seperti  :

a) Tawaf ( Plan )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki rencana kerja ( nazar ) atau work plan  ( Plan ) sesuai rencana busines, standard operating procedure dan sesuai persyaratan-persyaratan Allah atau standard-standard yang berlaku   ),

Kemudian hendaklah  mereka menghilangkan kotoran yang  ada pada badan mereka, dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar ( rencana-rencana kerja ) mereka, dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang  tua ( persyaratan-persyaratan standard yang telah ditetapkan Allah ) itu. ( QS Al Hajj [22]: 29 )

Maka persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari, Kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  ( berkompetisi ),  Agar dengan ( persiapan itu ) kamu akan menggentarkan musuh Allah, musuh ( kompetitor ) kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya ( dirugikan ). ( QS An Anfaal [8]: 60 )

b) Sa’i ( Do )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu dan mau bekerja ( Do ) dalam menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawab yang sudah disepakati secara professional

Perintahkanlah kepada keluarga ( kerabat, karyawan, dan rakyat ) mu, supaya mengerjakan sholat ( work smart ), dan ,bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, dan Kami tidak meminta kamu mengejar rezeki, dan Kami lah yang memberi rezeki kepadamu ( prinsip professionalisme ) sebagai akibat ( kemenangan ) yang terahkir bagi orang yang bertakwa. ( QS Thaahaa [20]: 132 )

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi diridai-Nya.maka Masuklah ke dalam jama’ah ( the winning team ) hamba-hamba-Ku,dan Masuklah ke dalam surga-Ku.( QS Al Fajr : 89. 27-30 )

Diwajibkan atas kamu berperang ( berkompetisi  ), padahal berperang ( berkompetisi ) itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 216)

Mohonlah pertolongan ( ikutilah persyaratan-persyaratan Allah ) dengan sholat ( bekerjanya orang berilmu ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada fungsi, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( persyaratan-persyaratan   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( ketemu ) kepada-( persyaratan-persyaratan )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Bagi tiap-tiap umat ada kiblat ( standard ) nya, ( masing-masing) yang ia menghadap kepada-Nya, maka berlomba-lombalah ( berkompetisilah ) kamu( dalam berbuat) kebaikan, dan di mana saja kamu berada pasti Allah, akan mengumpulkan kamu sekalian ( pada hari kemudian ), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS Al Baqarah [2]: 148 )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ( QS At Taubah [9]: 105 )

Hai manusia, apabila kamu telah bekerja dengan  sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,maka pasti kamu akan menemui-Nya. ( QS Al Insyiqaaq [84]: 6 )

c) Wukuf ( Check )

Orang-orang yang beriman dan bertaqwa harus senantiasa melakukan check and receck ( Check ) untuk mengetahui apakah hasil kerjanya telah sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan  ), dan

Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukurannya ( standardnya ).( QS AL Qamar [54]: 49 )

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara, matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca ( keadilan ), supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca ( standar ) itu, tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca  ( standard ) itu, Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya), di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? ( QS Ar Rahman [55]: 1-13 )

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, setelah ( diciptakan ) dengan baik, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap.dan Sesungguhnya rahmat ( surga ) Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al A’raaf [7]:56)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah ( Al Qur’an ), dan Rasul  ( Sunnahnya ) dan (juga ) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu , sedang kamu mengetahui. ( QS An Anfal [8]: 27 )

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah ( Al Qur’an ), dan taatilah Rasul ( Sunnah ), dan taatilah ulil amri (  standard operating procedure ) di antara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka  kembalikanlah ia Kepada Allah ( Al Qur’an ) dan Rasul ( Sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada ( standar ) Allah dan hari kemudian ( better future ),yang demikian itu lebih utama ( bagimu ), dan lebih baik akibatnya. ( QS An-Nisaa [4]: 59 )

d) Jumrah ( Action )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu melakukan koreksi  ( corrective Action ) terhadap temuan atau penyimpangan atau ketidak sesuaian terhadap standar-standar yang berlaku dan telah ditetapkan secara halal and dan senantiasa mau dan mampu melakukan  perbaikan-perbaikan ( improvements Action )  agar dapat meraih prestasi terbaik ( the best performance )

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada ( syariat ) Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya . ( QS Al A’raaf  [7]: 201 )

Aku hendak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu ( setan ) itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yangdiberi rahmat oleh Tuhanku, sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  ( QS Yusuf : 12. 53 )

Kecuali orang-orang yang bertobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada ( syatem syariat ) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah, maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman, pahala yang besar. ( QS An Nisaa [4]: 146 )

 5.2.3 Ihsan ( Output or Outcome or hasil yang sempurna )

Output adalah hasil kerja umat islam yang berbasis pada ke ihksanan ( kesempurnaan atau incredible transformation ) yaitu mencapai :

1) Kualitas terbaik ( Best Quality )

Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dan bersujud kepadanya, maka seluruh malaikat itu bersujud semuanya kecuali iblis, dia menyombongkan diri dan dia ( mereka ) adalah termasuk orang-orang yang kafir. ( QS Saad [38]: 72-74 )

2) Waktu terbaik ( Best Time )

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman ( who think smart ) dan mengerjakan amal saleh ( who work smart ), dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. ( QS Al Ashr [103]:1-3 )

3) Beaya terbaik ( Best Cost or very efficience )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

6. Anjuran ber-amar ma’ruf nahi mugnkar untuk berubah ( changing ) untuk menjadi yang terbaik

Bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. sesungguhnya, Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri , dan Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang sanggup menolaknya, dan  Sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( QS Ar Ra’d [13]: 11 )

Untuk bisa terus mengadakan perubahan untuk meningkatkan kesempurnaannya dalam beribadah kepada Allah dan untuk meraih prestasi yang tertinggi, sesuai anjuran Allah kepada seluruh umat islam untuk terus ber amar ma’ruf nahi mungkar yang berkaitan dengan sistem yang ada disepanjang aliran bisnis yang ada di organisasi, dimana :

6.1 Amar ma’ruf

Merupakan sebuah aktivitas untuk meng-optimalkan ( meningkatkan ) secara terus menerus seluruh aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah ( added value activity ) yang ada disepanjang aliran proses bisnis iman ( input ), islam ( transformasi ), dan ihksan ( out put ) melalui cara ber- ijma’ yang dilakukan oleh para ulama di bidang bisnisnya masing-masing, dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi ( yang berbasis pada ilmu-ilmu allah atau hukum alam atau sunnatullah ), untuk dapat meningkatan dan menetapkan standarisasi-standarisasi, seperti standarisasi sistem manajemen kualitas, standarisasi produk dan layanan, standarisasi undang-undang, standarisasi peraturan-peraturan, dalam rangka mengadakan standard-standard yang tertinggi yang sah dan halal, dalam melalukan berbisnis disegala bidang, yang sehat yang sangat dirahmati Allah, dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan secara professional, dan dalam rangka untuk meraih prestasi yang tertinggi ( high performance ) untuk bisa bersaing secara sehat dan kompetitive dengan organisasi-organisasi lain.

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan  ( meet to the requirements of ) Allah  , maka sesungguhnya waktu ( yang dijanjikan ) Allah itu pasti datang, dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, dan  barang siapa yang berjihad , maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam, dan orang-orang yang beriman , dan beramal saleh,  benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 2-7 )

6.2 Nahi mungkar

Dari mana saja kamu keluar, ( apapun fungsi, tugas dan tanggung jawab kamu, apapun bisnis kamu, dan apapun organisasi kamu  ) palingkanlah wajah ( jiwa ) mu ke arah masjidil haram ( identifikasi dan eliminir seluruh aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah yang ada di sepanjang aliran proses bisnis yang ada di organisasi anda ), dan dimana saja kamu (sekalian) berada,( apapun bangsa, bahasa, warna kulit kamu), maka palingkanlah wajah ( jiwa ) mu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang lalim di antara mereka, maka janganlah kamu takut  kepada ( Syariat ) mereka ,tetapi takutlah kepada  ( Syariat )-Ku, agar kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. ( QS Al baqarah [2]: 150 )

Merupakan sebuah aktivitas untuk menghilangkan ( meng-eliminir ) seluruh aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau kemunkaran ( non value added activity ) yang ada disepanjang proses bisnis iman, islam, dan ihksan yang ada diorganisasi anda untuk meraih tingkat nol mungkar ( good attitude atau good karakter ), nol salah ( zero reject ) , nol mubazir ( zero wastes ), nol kecelakaan kerja ( zero accident ), nol keluhan ( zero complaint ) , nol resiko ( zero risk ), dan anti salah ( mistake proofing ), untuk mencapai kesempurnaan sesuai syariat Allah, insyaallah yang menyebabkan umat islam disayangi ( ditolong ) Allah dan Allah berkenan melimpahkan rahmat-Nya kepada umat nya yang benar-benar beriman, bertakwa,  dan terus beramal sholeh ( work smart )  secara kaffah ( menyeluruh, istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ) dan zuhud ( professionally )

Apabila telah datang pertolongan Allah dan Kemenangan ( setelah proses penaklukan masjidil haram ), dan kamu lihat manusia ( organisasi, korporasi, dan negara  ) masuk ( meng-adopsi ) Agama ( syariat ) Allah, secara berbondong-bondong ( auto attraction ), maka bertasbihlah ( mengorbitlah ) dengan memuji ( sesuai ke akbaran syariat  ) Tuhanmu, dan bertaubatlah ( mohon ampun dan berubah ) kepada ( syariat ) Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. ( QS An Nasr [110]: 1-3 )

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: jadilah ( dalam hal ini bangkit ) , maka Terjadilah  ( bangkitlah ) ia ( umat islam )  ( QS Yassin [36]: 82 )

Sesungguhnya beruntunglah ( LUCK = Labor Under Correct Knowledge ) orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk ( fokus ) dalam sholat ( bekerja sesuai kompetensinya, fungsi, tugas dan tanggung jawab ) nya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( Perbuatan ) yang tiada berguna ( tidak memberilakan nilai tambah ), dan orang-orang yang menunaikan zakat ( menunaikan tanggung jawab sosialnya ), da orang-orang yang menjaga integritasnya, ( QS Al  Mu’minun [23]: 1-5 )

Kamu adalah umat yang  terbaik yang dilahirkan sebagai manusia  melakukan ( berbuat ) yang makruf, dan mencegah ( menolak ) yang mungkar, danBeriman kepada ( syariat )-Ku. ( QS Ali Imran [3]: 110 )

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu Agamamu,dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi Agama ( the standard requirements for muslim competitiveness success ) bagimu, maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Al Maidaah [5]: 3 )

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. ( QS Al Qiyamah [75]: 22 )

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal. ( QS At Taubah [9]: 21 )

( Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk, dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, dan melaksanakan shalat ( mendirikan lapangan pekerjaan ), dan menginfakkan ( menginvestasikan ) sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,secara sembunyi-sembunyi ( silent competition ) atau terang-terangan ( free competition ) serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat  tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’d, [13]:20-22)

Orang-orang yang Memelihara amanat-amanat ( yang  dipikulnya ) dan janji ( komitmen ) nya. dan  Orang-orang yang memberikan kesaksiannya.  dan Orang-orang yang Memelihara sholat ( bisnis ) nya mereka Itulah yang ( kekal ) di surga lagi dimuliakan. ( QS Al Ma’arij [70]: 32-35 )

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu ?,dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang  memberatkan punggungmu ?, dan Kami tinggikan bagimu sebutan ( derajat ) mu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh ( urusan ) yang lain, dan hanya kepada ( system syariat ) Tuhanmulah hendaknya kamu berharap ( pertolonga-Nya ). ( QS Alam Nasyrah  [94]: 1-8 )

Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat (lapangan kerja atau organisasi atau korporasi, atau bangsa ), dan (menunaikan) zakat ( corporate social responsibility ) selama hidupku. ( QS Maryam [19]: 31 )

7. Kesimpulan

7.1 Insyaallah syariat islam akan tetap merupakan sebuah sistem manajemen yang terbaik dan mesin peradaban yang terbaik yang pernah ada dimuka bumi sebagai sistem untuk bermuamallah yang terbaik sejak diteladankan oleh nabi muhammad hingga ahkir zaman nanti

7.2 Syariat islam merupakan sistem sunnatullah dan sistim pertolongan Allah yang menjadi penolong dan pelindung bagi umat islam dalam bersaing secara kompetitive dan elegan dengan umat-umat non islam

7.3 Dengan memahami syariat islam secara baik dan benar, dan meng-implementasikan syariat islam secara tepat guna dan tepat sasaran diorganisasi anda masing-masing , insyaallah merupakan sebuah keputusan yang cerdas dan strategis, untuk kebaikan anda, kebaikan organisasi anda dan kebaikan seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder )

7.4 Syariat islam memiliki kecocokan ( compatibility ) untuk diaplikasikan diseluruh organisasi apapun dan diseluruh bisnis apapun tanpa merusak sistim yang sudah ada bahkan akan menyehatkan organisasi anda untuk bisa tumbuh secara dramatik dan signifikan dan untuk bisa  bersaing secara kompetitive dan elegan dengan organisasi2 yang lain

7.5 Keberhasilan umat islam membuktikan kebenaran agama islam akan membuat agama islam diminati oleh banyak umat manusia, sehingga umat manusia tertarik masuk islam dengan sendirinya secara berbondong-bondong masuk ( meng-adopsi ) agama Allah, bertaubat ( melakukan perubahan ), dengan bertasbih ( mengorbit ), mensucikan ( beramar ma’ruf nahi mungkar ), dan memuji hanya kepada ( syariat ) Allah.

Tidak ada paksaan untuk masuk (meng-adopsi) agama ( Allah ), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat, karena itu barang siapa yang ingkar kepada ( syariat ) Thaghut dan beriman kepada ( syariat ) Allah, maka sesungguhnya Ia telah berpegang kepada buhul tali ( syyang amat kuat yang tidak akan putus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS Al Baqarah [2]: 256 )

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada ( syariat ) Allah dengan sebenar benar takwa dan janganlah kamu mati  kecuali dalam keadaan islam ”. ( QS Al-Imran [3]:102)

8. Sumber tulisan

Tulisan ini merupakan hasil eksplorasi dan kajian penulis yang insyaallah bersumber dari Al Qur’an dan Hadist dan pengalaman pribadi penulis sebagai praktisi manajemen

Bagi teman-teman blogger dan facebooker muslim dan muslimah yang tertarik untuk men tag tulisan ini di statusnya monggo dipersilahkan dan boleh berulang-ulang kok, saya sangat menghargai apabila anda mencatum kan sumber tulisan ini.

Semoga bermanfa’at, dan insyaallah umat islam bisa segera bangkit dalam kondisi persaingan global yang sangat sengit  dewasa ini hanya melalui sistim pertolongan allah ( syariat Allah )

9) Penutup

dengan memahami apa yang penulis paparkan diatas insyaallah umat islam bisa segera bangkit, bangkit dari mana saja, dari diri anda, dari keluarga anda, dari organisasi anda, dari perusahaan anda, dari bangsa anda dan kapan saja anda mau, mintalah pertolongan kepada ( syariat ) Allah, dan Allah senantiasa menunggu action anda.

ahkirnya mohon ma’af apabila banyak kekurangan dalam pemamparan ini, mohon kritik dan saran yang membangun, untuk bisa meng up date dan menyempurnakan  tulisan ini, untuk kemaslahatan kita semua, dan untuk masa depan yang sejahtera dan bahagia untuk anak cucu kita ( generasi umat islam ), sebagai penutup saya meminjam sabda nabi muhammad sebagai berikut :

Jika perbuatan itu menghasilkan manfaat bagi kalian semua maka Lakukanlah, dan Apabila aku hanya berpraduga saja, maka janganambil pradugaku itu,akan tetapi, jika aku menyampaikan sesuatu kepada kalian yang datangnya dari Allah SWT, maka ambilah, karena aku tidak mau berdusta Kepada Allah SWT ( HR Muslim )

Insya Allah tulisan ini merupakan kado yang sangat berharga pada HARKITNAS  Indonesia yang ke 103 tahun

Salam Bangkit

Ayo Bangkitlah Saudaraku………..Kobarkan Semangat Jihad Sesuai Profesimu……………..Bangkitlah Indonesiaku…………….Allahu Akbaaaaaaar……….

Bangun Pemuda Pemudi :

http://www.youtube.com/watch?v=mMgIFqnHE7w&feature=related

Merah Putih :

http://www.youtube.com/watch?v=3Fpw9CuDp9g&feature=related

Kebyar Kebyar :

http://www.youtube.com/watch?v=kn4UQzVNiQo&feature=related

Stand up :

http://www.youtube.com/watch?v=pdhQDc05Ud8

We Are The Champion :

http://www.youtube.com/watch?v=KFfCKy0nKr0&feature=related

We Are The World :

http://www.youtube.com/watch?v=9r9B-GefF0M&feature=related

My Contact   :

agusrwidodo_thinking@yahoo.co.id

+628127011438 ( SMS only )

Posted Mei 31, 2011 by agusrwidodo in makalah

The believer vs The unbeliever [ Orang beriman vs Orang tidak beriman ]   Leave a comment

by : agusrwidodo

The believer is always part of the answer the problem. [ Orang beriman selalu menjadi bagian dari penyelesaian masalah ]
The unbeliever is always part of the problem. [ Orang tidak beriman selalu menjadi bagian dari masalah.]
The believer is always has a program. [ Orang beriman selalu punya program. ]
The unbeliever always has an excuse. [ Orang tidak beriman selalu memiliki alasan ]
The believer says what can i do for you [ Orang beriman berkata, apa yang bisa saya untuk anda ]
The unbeliever says that is not my job. [ Orang tidak beriman selalu berkata, itu bukan pekerjaan saya ]
The believer sees an answer for every problem [ Orang beriman melihat jawaban untuk setiap masalah ]
The unbeliever sees a problem for every answer. [ Orang tidak beriman melihat masalah bagi setiap jawaban ]
The believer says, It may be difficult but it is possible. [ Orang beriman berkata, Ini mungkin sulit tapi mungkin. ]
The unbeliever says, It may be possible but it is too difficult. [ Orang beriman selalu berkata, Ini mungkin bisa, tapi terlalu sulit. ]
When a believer makes a mistake, he says, I was wrong. [ Saat orang beriman melakukan kesalahan, dia berkata, aku salah ]
When an unbeliever makes a mistake, he says, It wasn’t my fault. [ Ketika orang tidak beriman melakukan kesalahan, ia mengatakan, itu bukan salahku. ]
The believer makes commitments. [ Orang beriman membuat komitmen ]
The unbeliever makes promises. [ Orang tidak beriman membuat janji-janji melulu ]
The believer has a dreams. [ Orang beriman memiliki sebuah impian ]
The unbeliever has schemes. [ Orang tidak memiliki skema ]
The believer say, i must doing something. [ Orang beriman berkata, aku harus melakukan sesuatu. ]
The unbeliever say, is something must be done ?. [ Orang tidak beriman berkata, apakah sesuatu harus dilakukan ?. ]
The believer are a part of the team, [ Orang beriman adalah bagian dari tim. ]
The unbeliever is apart from the team. [ Orang tidak beriman  terpisah dari tim. ]
The believer sees the gain. [ Orang beriman melihat hikmah. ]
The unbeliever sees the pain. [ Orang tidak beriman  melihat rasa sakit ]
The believer sees as a possibilities. [ Orang beriman melihat sebagai sebuah kemungkinan. ]
The unbeliever sees as a problems. [ Orang tidak beriman melihat sebagai sebuah masalah. ]
The believer believes in win win solution. [ Orang beriman percaya pada solusi menang menang. ]

The unbeliever believe he should be to win and someone has to lose. [ Orang tidak beriman percaya, mereka harus menang dan seseorang harus kalah. ]
The believer see the potential. [ Orang beriman melihat potensi. ]
The unbeliever sees the past. [ Orang tidak beriman melihat masa lalu. ]
The believer is like a thermostat. [ Orang beriman seperti thermostat. ]
The unbeliever is like thermometers. [ Orang tidak beriman seperti thermometer. ]
The believer chooses what they say. [ Orang beriman memilih apa yang mereka katakana. ]
The unbeliever says what they choose. [ Orang tidak beriman mengatakan apa yang mereka pilih. ]

The believer use hard arguments but soft words. [ Orang beriman menggunakan argumentasi keras tapi dengan kata-kata lembut. ]
The unbeliever use soft arguments but hard words. [ Orang tidak beriman menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras. ]

Allah has promised to those among you who believe and doing works  with correct knowledge (work smart or work professionally ) that he really will make them authority in the earth, as He has made ​​those before them, and indeed he will confirmed for them religion (the standard qualty way of life) who has been in Bless of Him for them and He really will exchange them (condition) , after them are in fear to be completely secure, them still worship Me with the no associate something anything with Me, and anyone who (still) kafir after (promise), then them are the ones who rebel. (Surah An Nuur [24]: 55)

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang  beriman di antara kamu  ( input ), dan mengerjakan amal-amal yang saleh ( work smart ) bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi  , sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Diabenar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku, dan barang siapa yang ( tetap ) kafir sesudah ( janji ) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. ( QS An Nuur [24]: 55 )

Conclusion [ Kesimpulan]

“You were not born as a winner [of believers], and you also are not born as a loser [unbelievers], but you are, what has you choose, and do for yourself”

” Anda tidak dilahirkan sebagai pemenang [ orang beriman ], dan Anda juga tidak dilahirkan sebagai pecundang [ orang yang tidak beriman ], tetapi anda adalah, apa yang telah anda pilih, dan lakukan untuk diri anda ”

 

 

Islamic Shari’a [The Standard Requirements for Muslim’s Competitiveness Success]   Leave a comment

by: agusrwidodo


Qiblah (the success standard for every one )

Preliminary

After all Islamic countries colonized for centuries, and during that time Islamic shari’a system was replaced into colonialists shari’a system, that way the muslims has lost the understanding of the framework of Islamic Shari’a system (God’s help system), and was lost the way of how  to worship (work according to the requirements of) his Allah, in good , in correct , in appropriate purpose and appropriorate target,  in fulfill its mission of realizing the rahmatan lil alamin ( global prosperity ), in fact the people of Islam today to be the people of underdeveloped if compared with other peoples, the muslims has sleeping for the centuries (  very long pause of power) which until now has not able to rise up back.

Understanding these conditions inspired the author to present the conceptual framework of Islamic Shari’a system, which is the requirements of Allah, is Allah’s help system, a multi-dimensional systems, and is the the best quality management system (the best-quality way of life), which ever existed along history of human civilization, compared with systems management in a claim as any man-made, the Shari’a of Islam has been proven, and has successfully delivering Muslims to the most greatest success, that ever existed throughout human civilization, since exemplified by the prophet Muhammad, and has successfully delivering Muslims to be the best people, who successfully entered the victorious (the golden age), while other peoples, still experience a period of darkness (the darkness age)

Insya allah this article can restore the understanding of Islam, and Islamic Shari’a is the multi-dimension system, can be implemented again immediately  to manage or to organize any businesses, whatever business and whatever organization, which InsyaAllah could soon bring the muslims could rise up soon, that have the ability to compete with competative and elegant ways, with the other peoples, which in turn could be deliver the muslims become the best people again on earth, even in conditions of global today are very super competative, and very hard, in the era of  this western globalization version, and i believe  with  Allah’s helping system ( islamic shari’a system ) the muslim people could be, according to His swear, His call and the promises of Allah, in the His words , as the below :

For the (fruits) of Tin, and for the (fruit) of Olive, and for the mount of Sinai , and for the town ( of mecca) is safe, in fact We created man in the best shape as possible, then We reduced him to places as low (hell) , except those who believe (to think smart and believe it), and do good works (to do work smart), so for them the reward of endless ( and sustained growth), then what causes you denied (days) retaliation after (that remarks) ?, is not  Allah the  judges fairly as possible ? (Surat At Fig [95]: 1-8)

For the the fighting ( war ) horse who raced with the breathless, and horses that sparked a fire with the blow (his toenails), and horse attacked with the suddenly in the morning, he flew the dust, and invaded into the middle a group of enemies, in fact man is disbelieve, do not thank the his Lord, and in fact the human saw (himself) to his refuse, and he is very grabber in fact because of his love for the property, ( then)  is he did not know if would rise up what was in the tomb  and what is born which is in the chest ( heart ) ?, in fact their Lord on that day knowing their condition. (Qur’an Al Aadiyaat [100]: 1-11)

Hi people covered (in passions), rise up please then give warning, and magnify ( requirements of ) your Lord, and cleanse (purify) your clothes, and leave your sin (to worship the idols) , Do not be give (in order) get (reward) more. (Surah Al Muddatstsir [74]: 1-6)

For the time  behold the man are really  in loss, except those who believe, do work with  knowledge ( work smart or work professionaly ), and advisory advising to comply the truth, and Advisory advising to remain the patient, (Surah Al Ashr [103]: 1-3)

And the time (the victorious and the destruction) that we turn it on between humans ( so that they get a lesson ) and how Allah can distinguish between people who believe, and unbelievers ( kafir ), and so some of you made ​​him as shuhada ( the hero ), and Allah do not like people who unbilieve (kafir) “, (Sura Al Imran [3]: 140)

Anyone who expects a meeting with (the requirements of ) Allah, then surely the time of promised of Allah will surely coming, and He is the Hearing, the knowing, and those who fight jihad ( compete in persistenly ), the jihad indeed it is for himself, Allah is true the most rich  (does not require something) from the the Worlds, and those who believe and do work smart, We are really going to eliminate them from their sins, and truly shall We give them a better return ( out come ) than what they do. (Surah Al Ankabut [29]: 2-7)

Allah has promised to those among you who believe and doing works  with correct knowledge (work smart or work professionally ) that he really will make them authority in the earth, as He has made ​​those before them, and indeed he will confirmed for them religion (the standard qualty way of life) who has been in Bless of Him for them and He really will exchange them (condition) , after them are in fear to be completely secure, them still worship Me with the no associate something anything with Me, and anyone who (still) kafir after (promise), then them are the ones who rebel. (Surah An Nuur [24]: 55)

We will show them the signs (Authority) of Me, at all horizons and in themselves, until it is clear to them that the Qur’an it is true, and Is Your Lord do not enough (for you) that He saw all things? (QS Fushshilat [41]: 53)

So  faced your face ( soul ) with straight to the religion (the requirements) Allah, (keep up of ) nature of Allah, who created humans by that nature, and there is no change in the nature of Allah. (That is) the right religion, but most people do not know, (Surat Ar-Rum [30]: 30)

1.   Qiblah ( The Success Standard For Every One)

Qiblah or ka’ba is the real evidence, how professional the Prophet Muhammad, in the run command ( to comply requirements of ) Allah, he was success to conquered and reformed the mosque of haraam (the city is not healthy) to be a mosque of halal ( the healthy city or the holy city ), so God was pleased to bestow blessing on the city of Mecca (​​Mecca Al Mokaromah) are lasting, be on the increase (sustained growth), InsyaAllah until the end of the last day later, without having to sacrifice his integrity, his family, his organization, his company, his nation and his religion, then Allah set it as the right standard of success (qibla) that lasting for the whole of mankind until the end of the last day later, to be adopted for all mankind to reform their mosques are haraam in all face of the earth into a  mosques of halal (organizations, companies and countries that very healthy), as the city Mecca to realize rahmatan lil alamin ( global prosperity ), as the word of Allah below :

And have your jihad, on the road ( requirements of ) Allah, with the the real jihad (persistently), and He has chosen you, and He never makes for you in religion (system) of a narrowness, then (Follow) the religion of  your father Abraham. and He (Allah) have named you all the Muslims from the past, and (so was) in this (Al Qur’an) , so that the Messenger be a witness ( success model ) over you, and order you all to be witnesses ( success model ) of all the people, then establish the sholat (established employment field or establish business,  whatever your business and whatever you organization ),  and obligatory to pay of zakah ( to pay zakat or tax to rescue and to empower others as social responsibility ), and Hold you on the ropes (the system of ) Allah, and He is the Protector, and He is the best  protector and the best Rescue. “(Surat al-Hajj [22]: 78)

That make the prosperity  the mosques of Allah (in the meaning an organization or corporation or countries) only are those who believe to  (requirements of ) Allah and the Last Day (the better future day), and establish shalat ( establish employment field or establish business , whatever your business and whatever your organization ) and pay the obligatory zakah ( to pay zakat or tax to rescue and to empower others as social responsibility ), and are not afraid (the requirements of  ) other, than the (  requirements of ) Allah, then they’re the ones who are expected  including the groups who are receive the guidance. (Surat At-Tauba [9]: 18)

2.   What is the word of  Allah when revealed the Qur’an?

Surely We have revealed (the Qur’an) on the night of glory, and let you know what that glory night? the night of glory is better from the a thousand months, at the night down the angels and the angel Gabriel with the permission of his Lord  to manage ( to orginize ) all areas of businesss  ( in the meaning whatever its business and whatever its organization) “, and the night (full) of welfare until dawn. (Surat Al-Qadr [97]: 1-5)

Read what has been revealed to you, namely al book (The Qur’an), and establish the shalah (in the meaning: establish employment field of work or business or organization or company or country), actually shalah ( work with correct knowledge or work smart or work professionally) that prevents the (deeds) shameful and unjust ( the acts does not provide value-added), and actually remember to Allah  (work according the requirements of) are more bigger ( the main worship, compare then the other worship ) , and Allah knows what you do. (Surah Al Ankabut [29]: 45)

Those who always read the book of Allah (Al Qur’an), and established the shalah (established of employment field of work or establish business or organization or corporation, or contries) and spend (invest) a part of sustenance (in the meaning body, knowledge, properties) which We gave to them, in secret (silent competition), and openly (free competition), they were expecting a commercial that is not going to lose (profitable business). (QS Fathir [35]: 29) 

Indeed  I was Allah, there is no God (the right) than I, so worship ( work for) Me, and establish the sholat (establish employment field of work or establish business , whatever your business and whatever your organization ) to remember Me. (Surat Taha [20]: 14)

Real We have given you a lot of blessing, then establish the sholah ( establish employment field or establish business , whatever your business and whatever your organization ) because of your Lord and sacrifice, actually people who hate you it was he who cut off (with-I). (Surah Al Kauthar [108]: 1-3)

Remember Allah and to uphold of the religion of Allah in the correct way are to established a shalah or establish of  a mosques , in the real meaning are establish business or establish organization, establish corporation,  establish country and should manage it or should organize it  according to the shari’a (the requirements ) of Allah.

The business  that can be manage or organize with the Islam shari’a that could be bring great blessing (heaven) of Allah that square it as wide as the sky and the earth, are many areas of  businesses and professions it have very wide of domain at all sector of human life such as:

Economical sector such as :

1) Industry, 2) Manufacturing, 3) Distribution, 4) Trade, 5) Banking

Public services sector such as :

1) Hotel, 2) Restaurants, 3) Places of entertainment, 4) Hospital

Pol Mil Law sector such as :

1) Politics, 2) Security  (Military), 3) The law

Governance and others suck as :

1) The bureaucracy of government, 2) Non-Governmental Organization, 3) Work & Travel Safety, 4) Education, 5) Sports, 6) Art and Culture, 7) Print Media, Broadcast Media,  Electronic Media, 8) Institute of Science and technology, 9) Institute for standardization of products and services, and, 10) and many more are not mentioned

This is what is meant to uphold the pillars of religion, and this is what is entered into Islam in kaffah (overall), in correct meanings, so no one area who does not managed to Islamic Shari’a, so that the devil can not enter to take over, in managing all areas of business such as the above, then of you should believe in and comply to Allah, and ask is for help only to (follow the requirements of) Allah, so that when we can meet the requirements of Allah, well and correctly, implement it correctly in order, and the right target, InsyaAllah, Allah will immediately change the Muslims, to be the people who are very productive, in all areas of business, that can grow in a dramatic and significant, to be able to compete in a competative to other peoples, as the word his-word, and as word of the prophet muhammad as follows:

Indeed mosque (organizations, companies and countries), which was established on the basis of pious (the good corporate governance), since the first day is more worthy of you worship (working according to the Shari’a Allah or work with correct knowledge or working smart or working professionally) within it, and inside there are people who want to to clean themselves (remove all activitas that not give added value), and Allah loves those who are clean (have integrity) (Surat At-Tauba [9]: 108)

Hi people who believe, go you into Islam, in kaffah (overall), and Do not take the steps the devil (worship besides Allah), indeed Satan enemy to you. (Surah Al Baqorah [2]: 208)

That to make  prosper the mosques (  organization or corporation or countries) of Allah  are those who believe in  ( the requirements of ) Allah and the Last Day ( the better future day ), and establish shalah ( establish employment field or establish business , whatever your business and whatever your organization ) and pay the obligatory zakah ( to pay zakat or tax to rescue and to empower the others as social responsibility ), and are not afraid ( to the requirements of  ) other, than the (  requirements ) of Allah, then they’re the ones who includin are expected  the groups who receive the guidance. (Surat At-Tauba [9]: 18)

Do not you all invent a new affairs, because indeed entered a new thing is heretics (distorted), and every of heresy is misguidance. “[Hadith Abdu History of David, and At-Tirmidhi, hasan hadeeth saheeh].

3.   What is of God mandate be delegated to the prophet muhammad and all mankind. ?

Real We have sent you (Muhammad) with truth, as a bearer of good news, and warning, and you will not be required (accountability) of the inhabitants of Hell. (Surah Al Baqarah [2]: 119)

We do not (only) sent you (Muhammad), but to the whole of mankind as a bearer of good news and a warner, but most people do not know (?). (Surah Saba [34]: 28)

Nor, we sent you, but for (a) blessing to the worlds  ( global prosperity ). (Surah Al Anbiyaa [21]: 107)

4.   How Muslims Can Meet  (the Requirements of)  Allah?

Every Muslim must have been like to have the ability to perform the command (the requirements) Allah (according to the Qur’an and Sunnah His messenger) with good and correct, appropriate purpose and appropriate on goals, to uphold religious (the Shari’a) Allah and to realize the mission to global prosperity ( blessing the world ), through his activitas , like spiritually activities , as well as real social activity, in all areas of business, in the meaning whatever your business and whatever your organization based on the Shari’a (the requirements ) of Allah, which InsyaAllah when you can comply the requirements of Allah , then Allah is pleased to help the people of Islam, to making them a very productive people that can grow in all areas of businesses in a dramatic and significant, which could be compete to other peoples, in competative ways, that in turn could be a race  a winner people and to become the best people in the world, and to become his right representative ( his khalifah) , who authorize on the world according to his word:

Only to you we worship ( work follow His requirements ) and only to you we ask  for help  ( when could be meeting His requirements ) (Surat al-Fatihah: 1: 5)

Hi people who believe, if you help (religion of) Allah, He will help you and strengthen your position. (Surah Muhammad [47]: 7)

5.   How should Muslims worship to Allah ?

In the worship of Allah has two meanings of worship (activity) spiritually, and worship in real social (activities) , where both of them can not be separated from one activity to another activity.

5.1       How to perform worship to Allah in  spiritual ( activities) correctly?

Its aim to develop spiritual abilities and have a good spiritual capital, where the capabilities to have spiritual capital are the whole of islamic basic philosophy, that should be transform well into social real action in a balanced way, to perform the real mission to realize prosper the world ( global prosperity ), in the good way , in the right way, in the effective way and in the correct target through each of organizations, corporations, and countries , where the spiritual worship carry on accordance to five pillars of Islam namely:

1) shahada

Pronounce sentence shahada, there is no god but Allah and Prophet Muhammad is the Messenger Allah

2) Shalah

Perform prayer five times a day,

3) Zakah

Issued charity for those who have reached his capability,

4) Saum

Fasted 30 days in the month of Ramadan, and

5) Hajj

To go pilgrimage to the holy land  for those who have been able to

5.2       How muslim should be perform worship (activity) in real social action, accordance to the frame work of Islamic Shari’a System?

Aiming to realize social welfare, social justice and social peace for all mankind, and to realize the mission to distribute blassing of Allah for the whole of the world ( global prosperity), through the way of doing business in the way of  Allah in all areas of business activities, whatever your business and whatever your organization, according to the Shari’a ( requirements ) of Allah, in creating added value (to get his  blessing that as wide as sky and earth), in a fair manner, legally ( halal ) are allowed by Allah, without having to sacrifice of  his dignity (integrity), his family, his organization, his company,  his nation (his government), his religion as what examplefied of prophet muhammad .

Social worship conducted appropriate the command of Allah (Al Qur’an) which has been formulated by the prophet Muhammad SAW into the framework of Islamic Shari’a system (the standard requirements of Muslim competitiveness of success), actually the content is a business process flow of iman (input)> islam (transformation )> ihksan (output) where:

5.2.1 Iman or Faith  ( Input )
Actually, the Qur’an it is the real verses in the chest (heart) the people who were given knowledge (knowledge), and none deny Our revelations except those who do wrong. (Surat Al Ankabut [29]: 49)

Input in question is an action plan or business plan or corporate plan, or strategic plan based on 6 pillars of  iman ( faith ), where :

1) Faith in Allah

The believers and devoted to be able to build a vision (dream) that can mobilize the spirit of all the people who are in the an organization, to be able to run the command of Allah, and to be able to access any value added or blessing (heaven) of Allah as wide as sky and the earth in an optimal, in last, be on the increase (sustained growth), to prosper your an organization, and to provide satisfaction and the welfare for all the people who are in the an organization (stakeholders)

Nothing I created the jinn and mankind except that they worship (working according to the Shari’a), Ku (Surat adh Dzaariyaat [51]: 56)

Indeed he (Muhammad) had seen Gabriel’s (in the form of the original) at another time, when he was in Sidratul Muntaha (when He was on his Ascension), when he was in the sidratul munthaha covered by something that is enveloped, his vision do not turn away from what he saw it, nor go beyond, in fact he had seen some of signs the power  of his Lord  that the most greatest. (Surat al-Najm: 13-18)

If you see there (heaven), surely you will see the various kinds of pleasure and a great kingdom (the world class organzation, the world class corporation, and the world class nation), this actually is the reward for you, and are thankful for your efforts (given reward). (Surat al-Insan [76]: 20-22)

2) Faith in the angels of Allah

The believers and devoted to be able to develop a mission and to have the winning team according to the organization needs, as required competencies (job qualifications, according to the functions, duties, and responsibilities) to realize the organizational vision into reality, according to the commandment of God , as the angels of Allah, working with his god obey what is commanded.

(Remember) when your Lord issued a descendant of Adam’s children from their loin, and Allah took testimony against their souls (and said), did I not your Lord? they answered, yes (You are our Lord), we become the witness, (We do such) for the Day of Judgement (in future) you do not say, actually we (the children of Adam) are the people who unaware against this (unity of God ) (Qur’an A’raaf [7]: 172)

Remember, When your Lord said to the angels, I will certainly going to make humans the caliph (the representative of Allah) on earth, they (the angels) asked, why do you want to make (caliph) on Earth?, because humans is only going to make damage in earth and make the bloody, but we always “glorify” with “praise” and “purify ” ( worship to comply the requirements of ) You, the Lord said, verily I know what you do not know. (Surah Al Baqorah [2]: 30)

Surely the angels are there on the side does not feel reluctant to worship of Allah, and they consecrated Him, and only to Him they prostrate (work to comply the requirements of Allah .) (Surat al-A’raaf: 7. 206)

Who do not disobey Allah in what He commanded them and always do what is commanded (Surat At-Tahrim: 66. 6)

Verily We have sent thee (Muhammad) with truth, as a carriers good news and warning, and you will not be required (responsibility) of the inhabitants of Hell. (Surah Al Baqarah [2]: 119)

We do not (only) sent you (Muhammad), but to the whole of mankind as a carrier good news and a warning, but most people do not know (?). (Surah Saba [34]: 28)

We sent thee not, but for (a) blessing to the worlds ( to perform global prosperity ). (Surah Al Anbiyaa [21]: 107)

Rasulullah SAW said, the souls of humans are skilled soldiers, souls who know each other will be care for each other ( as a solid team to perform the mission), the souls who do not know each other would contradict each other. (Bukhari-Muslim-Ahmad)

 3) Faith in of Allah Books

Believers and devoted should have a comprehensive working guidelines, which built into a “standard operating procedure” in full appropriate your involved with business  ( The philosofy are : what you write should be done and what do should be written), that appropriate with the existing system along flow process of faith, Islam, and ihsan, which must be perform in, istiqomah (consistent), jihad (persistent),zuhud (professionally) based on the Qur’an and Sunnah of His Messenger

Verily We have been revealed (the Qur’an) on the night of glory, Do you know what that glory night?, namely that glory night better than thousand months (the Quantum values​​), on the night the angels came down, and the Angel Gabriel with his Lord Permit , to managing ( to organize ) all areas of business , and that evening (full) well-being until dawn. (Surat al-Qadr [97]: 1-5)

Verily it has been come to you clear information of your Lord, guidance and blessing, then who is more unjust than those who deny the revelations of Allah and turn away from him?, Someday We’ll give a reply to those who turn away from Our revelations with a bad punishment, because they always turn away. (Surat Al-An’am [6]: 157)

And We have been revealed to the Holy Qur’an with the truth, confirming what was before, namely the books (which revealed previously), and Stone examination of other books, then decide their case according to what Allah revealed, and you should do not follow their desires, leaving the truth which have been come to you. (Surat Al-Ma’idah [5]: 48)

4) Faith in  Allah prophets

People who are believe and devoted should act appropriate with the standards operating procedures, appropriate the commands of Allah (Qur’an) and Sunnah (His Messenger) as a model of leadership that has been exemplified by the prophets of Allah

(That is), those who if We firmly his position on earth, they would establish worship ( establish of employment field, organization, company or country), and pay the obligatory charity (perform its social responsibility), ordered (do) do a kindness , and prevent the (prohibits) from unjust act, and to (the Shari’a) Allah is the return of all business. (Surat al-Hajj [22]: 41)

We have appointed them as leaders who guide with the command ( reequirements of ) Us, and We revealed to them for doing good (strategic plan), to establish worship (to establish field of work or an organization, corporate, or nation), and perform zakat (establish corporate social responsibility), and only to (the Shari’a): We always worship them, (Surah Al Ambiyaa [21]: 73)

How many prophets to fight ( to compete ) and with them a large number of followers (his) are pious, they do not become weak because of the disaster happened to them in the way ( the requirements ) of Allah, and not flagging, and not (too) surrendered to the enemy , and of Allah loves those who are patient. (Surah Ali Imran [3]: 146)

 

5) Faith in the better future day

The believers and devoted, should have future goals and targets are clear, both for the short term, medium term, as well as for the long term, appropriate business that that was involved in your an organization, in a specific (product or service), measureable, achieveable, realistic (natural), and the time table (scheduled fine)

If you seeing there (heavens), surely you will see various kinds of pleasure and a great kingdom (such as the world class organzation, the world class corporation, and the world class nation), this actually is the reward for you, and are thankful for your efforts (given reward). (Surat al-Insan [76]: 20-22)

The prosperity is just the mosques of Allah (in the meaning of an organization or corporation or nation) are those who believe the ( requirements) of Allah and the Last Day ( better future day), and to establish sholat and pay the obligatory zakah (to establish field of work and perform the social responsibility ), and are not afraid (the requirement of anyone) other than the ( requiremnts ) of Allah, then they’re the ones who are expected to include groups who receive guidance. (Surat At-Tauba [9]: 18)

6) Faith in Allah destiny

The believers and devoted to of Allah’s destiny , it should realistic to received, whatever the outcome given by of Allah, that of course appropriate his capabilities, his competence, as well as its own contribution or depending on how smart you are?

Allah does not burden a person but in accordance its ability (capacity, competence, and contribution), he gets the reward (of virtue) The earned and he gets the punishment (of crime) he was doing. (Surah Al Baqarah [2]: 286)

Anyone who that doing good even as heavy particles, surely he will seeing (reward) it, and those who do the crime even as heavy particles, He will seeing (reward) it too. (Surah Al Zalzalla [99]: 7-8)

Behold a man not get, other than what it have been cultivated, and that the effort it will be shown (to her), then his reward will be given in return (reward) that most perfect, and that the was the end to your Lord (of all things), (Surat an-Najm [53]: 39-42)

5.2.2 Islam (Transformation)

The faith is not mere imagination, the only dwelling in the chest (heart), and a distinguished faith to be realized in the form of real action (real social action). (Reported Ad Dailami)

Transformation is an act or action to transform inputs into outputs based on philosophy of 5 pillars of islam requirements, where  :

1)  Shahada

The believer and devoted should have a strong commitment (having success contract with Allah) to carry out the work according to its business plan, according to commands of Allah and according to what has been exemplified by the Messenger muhammad

I testify that there is no god but Allah, and I testify that Prophet Muhammad, the Messenger of Allah

Real my prayer, my worship, my life and my death are for ( the requirements of ) Allah, the Lord of over the Worlds, (Surah Al An ​​Naam [6]: 162)

2)  Shalah

The believers and devoted, should have ability to work with correct knowledge ( sholat ) or work smart, or work professionally  according to the requirements of  Allah, to become the people who are most successful, as has been the role model by the prophet Muhammad and his follower the people that  first time to be believers,  as the word of Allah below :

Orders to your family (relatives, employees, and people) , so do shalat (work smart), and, have patience in working on it, and We’re not asking you to pursue fortune, and We’re the one who gives fortune to you (the principle of professionalism) as a result (victory) which Last post for who do right. (QS Thaahaa [20]: 132)

Hi soul quiet, Go back to your ( requirements of ) Allah with satisfaction of heart again in bless Him, then Go into in the group my servants ( my winning team ), and Get inside my paradise. (Surat al-Fajr: 89 . 27-30)

Obligatory upon you for fighting (compete), although fighting (compete), it is something you hate, maybe you hate something, but it is very good for you, and may be (too) you love a thing, but it is very bad for you, and Allah knows, and you do not. (Surat Al-Baqarah [2]: 216)

Ask for help ( on the requirements of Allah) in sholat  ( workings with correct knowledge) and patient (do it) and so it was really hard, except for people who devoted (focus on his functions, duties and responsibilities), (that is) those who believe, that they will meet (the requirements) of their Lord, and that they will come back ( comply) to (the requirements of ) Him. (Surah Al Baqarah [2]: 45-46)

For every people there is direction (​​standard) it, (each of) that he turned to ( requirements of ) Him, then the compete you (in doing) goodness, and wherever you are, surely Allah will gather you all (in future day), verily Allah the Almighty over all things. (Surah Al Baqarah [2]: 148)

People who believe that they will meet (to requirements of) Allah, say, how many groups there are few groups who can beat a lot with the permission of Allah, and Allah is with those who are patience. (Surah Al Baqarah [2]: 249)

Work you, then Allah, His Messenger and the believers will see your work, and you will be returned to ( the requirements of Allah) who knows the will of the Invisible and the Visible, and reported unto you what you do. (Surat At-Tauba [9]: 105)

Hey human, if you have been working seriously towards ( the requirements of ) your Lord, then surely you will meet ( comply to the requirements of )Him. (Surah Al Insyiqaaq [84]:

Verily lucky ( Labor Under Correct Knowledge) those who believe, (that) the people who fervently (focus) in his Sholat, (work  with correct knowledge or work smart or work professionally, in accordance to his competence, functions, duties and responsibilities) it, and people who keep themselves from the (act) who not useful, (do not add value), and the people who pay the obligatory zakah (perform its social responsibility), da people who keep its integrity, (Surah Al Mu’minun [23]: 1 – 5)

3)  Zakah

Believers should have the ability to, rescue each other, help each other, and empower each between of them, within its capabilitie , according to the functions, duties and responsibilities of each, in order to have the ability to work together, as the auto jama’ah, in auto activities, harmonious and balanced. to be a the winner people and to be the best people back on earth, as has been exemplified by the prophet muhammad, as the words of Allah below :

The believers, men and women, a party of them (are) to become rescuers ( to do empowering) to each other, they told (do) that kindness, and prevent (prohibits) from the unjust, and establish Sholat and pay the obligatory zakah , and they obey ( to the requirements) of Allah, and (the Sunnah) of His messenger, they will be given a blessing (heaven) by Allah, Allah is Mighty, Wisdom. (Surat At-Tauba [9]: 71)

Verily mosque (in the meaning an organization, a corporation, a nations) established at current Taqwa ( Good Corporate Governance ), Since the first day is more worthy of your worship (working according to the  requirements of Allah or working with correct knowledge or working smart or working professionally ) inside, and inside there are people who want to clean yourself (remove all the activitas that does not add values ), and Allah loves those who are clean (who has an  integrity) (Surat At-Tauba [9]: 108)

That prosperity is just the mosques of Allah (in the meaning an organization or corporation or countries) are those who believe in the ( requirements ) of Allah and the Last Day ( better future day), and establish worship  ( set up business whatever your business and whatever your organization  ) and pay the obligatory zakah ( perform the social responsibility ), and are not afraid ( to the requirements anyone), other than the ( requirements ) of Allah, then they’re the ones who are expected to include groups who receive guidance. (Surat At-Tauba [9]: 18)

Rasulullah SAW said, people of Islam, between one another, were  like the solid construction of its parts (each other) support each other. (HR Muttafaq Alaih)The parable of the muslim people in love, and compassion, and love are like in one body, if one part feels pain whole body will come to feel pain, that cause could not sleep, because the whole body Feeling fevers. (Bukhari-Muslim)

4)  Shaum

Believers should able to resist his passion, work discipline, honest, responsible of what he has done to maintain the integrity of her self, his family, his organization, his company, his nation, and his religion

Hi believers, obligatory for fasting upon you are, as required for those before you, that you are be cautious. (well maintained). (Surah Al Baqorah [2]: 183)

Guard yourselves from the Fire, which is provided for those who disbelieved, and obey the Allah (The Qur’an) and Prophet (Sunnah) so that you may be given blessing, and immediately the declare unto you the forgiveness of your Allah and for Heaven that as wide as the sky and earth, prepared for those who fear Allah, (that is) those who spend (freely), whether in prosperity, or in adversity, and those who restrain anger and forgive (mistakes) people, and God loves those people who doing goodness. (Surah Ali Imran [3] :131-134)

Hi believers, guard, yourself and your family from the fire of hell The fuel is humans and stones and guardian angels are rough, hard, who do not disobey Allah, to what was ordered it to them and always do what commanded it. (Surat At-Thariim [66]: 6)

Heaven is brought near it to the people cautious at a place not far (from them), this is what was promised to you, (that is) to every servant who always return (to requirements of Allah) who is always keeping (all his regulations .) (Surah Qaf: 50. 31-32 )

Verily lucky ( Labor Under Correct Knowledge) those who believe, (that) the people who fervently (focus) in his sholat, (work with correct knowledge, work smart or work professionally accordance to his competence, functions, duties and responsibilities) , and people who keep themselves from the (act) who not useful, (do not add value), and the people who pay the obligatory zakah (perform its social responsibility), and people who keep its integrity, (Surah Al Mu’minun [23]: 1 – 5)

5)  Hajj

Perfect your worship, with the Hajj and Umrah for Allah. (Surah Al Baqarah [2]: 196)

By soul and perfection (his creation) then Allah inspires the soul, (Soul) godlessness, and (Soul) devotion, successful who purify (his soul) , and  losers is the man who Littering (his soul).  (Surat Ash Sham [91]: 7-10)

The believers should be able to change to make improvements continuously without limit to improve his worship to the Allah who are in command in the philosophy of Hajj circle, such as:

a)  Tawaf (Plan)

The believers, and devoted should have a work plan (nazar) or work plan (Plan) in accordance with its busines plan, as outlined in standard operating procedure and according to the requirements of Allah or the Sunnah His Messenger and standards or government regulations apply

Then they wanted was the removal of impurities that exist in their bodies, and let them improve nazar-nazar (the plans), and let them do tawaf around the old house (Baitullah). (Surat al-Hajj [22]: 29)

So be prepared to face them whatever force you are able of, The horses are tethered to fight (compete), To be with (preparing it), You can shake the enemy Allah, enemies (competitors) You, and people other than their that You do not know, is, Allah knows, What you spend in Allah, shall be rewarded with sufficient unto you, and You not be treated (disadvantaged). (Surat an Anfaal [8]: 60)

People who believe that they will meet (to meet the requirements of ) Allah, say how many there are little groups, can be defeat, groups that much, with obey the (requirements of) Allah. (the principle of efficiency), and Allah is always with those who are patient. (Surah Al Baqarah [2]: 249) 

b)  Sa’i (Do)

The believers and devoted to should able and willing to work (do) in performing as functions, duties and responsibilities, according to what has been agreed in a professional manner among humans with  his Lord in carrying his requirements , as well as humans with humans according to a balanced agreement

Orders to your family (relatives, employees, and people) , so do shalat (work smart), and, have patience in working on it, and We’re not asking you to pursue fortune, and We’re the one who gives fortune to you (the principle of professionalism) as a result (victory) which Last post for who do right. (QS Thaahaa [20]: 132)

Hi soul quiet, Go back to your ( requirements of ) Allah with satisfaction of heart again in bless Him, then Go into in the group my servants ( my winning team ), and Get inside my paradise. (Surat al-Fajr: 89 . 27-30)

Obligatory upon you for fighting (compete), although fighting (compete), it is something you hate, maybe you hate something, but it is very good for you, and may be (too) you love a thing, but it is very bad for you, and Allah knows, and you do not. (Surat Al-Baqarah [2]: 216)

Ask for help ( as requirements of Allah) in sholat  ( workings with correct knowledge) and patient (do it) and so it was really hard, except for people who devoted (focus on his functions, duties and responsibilities), (that is) those who believe, that they will meet (the requirements) of their Lord, and that they will come back ( comply) to (the requirements of ) Him. (Surah Al Baqarah [2]: 45-46)

For every people there is direction (​​standard) it, (each of) that he turned to ( requirements of ) Him, then the compete you (in doing) goodness, and wherever you are, surely Allah will gather you all (in future day), verily Allah the Almighty over all things. (Surah Al Baqarah [2]: 148)

Work you, then Allah, His Messenger and the believers will see your work, and you will be returned to ( the requirements of Allah) who knows the will of the Invisible and the Visible, and reported unto you what you do. (Surat At-Tauba [9]: 105)

c) Wukuf (Check)

The believers and devoted should constantly check and re-check , to find out whether their work complies with the contract standards, product standards, the services standards and rules of government, which applicable or other provisions has been set, in halal way

Verily we created all things according to its size ( its standard ). (Surat Al Qamar [54]: 49)

( Allah ) Most Beneficent, who has teach the Qur’an. He created humans, teach him how to speak, created the sun and moon, (in circulation), according to calculations, the plants and trees, both subject to Him. Allah has raised up the heavens, and He put the balance (justice), so you do not exceed the limit of the balance (standard), the tegakkanlah scale with fair, and do not reduce the balance (standard), God has been leveling the earth for the creatures (His) , on earth there are fruits and palm trees, which have a Nirwana petals, grains of skinned, and the flowers are fragrant smell, then You Which favors of your Lord, that You deny? (Surat Ar-Rahman [55]: 1-13)

Do not work corruption on earth, after (was created) with well, and pray to Him with fear, and with great hope, and Surely, blessing (heaven) Allah is very near to those who do good. (Surat al-A’raaf [7]: 56)

Hi believers, do not betray Allah (Al Qur’an), and the messenger (sunnah) and (also) do not betray, the trust that entrusted to you, and ye know. (Surat an-Anfal [8]: 27)

Hi those believers, obey ( requirements of ) Allah (the Qur’an), and obey messenger (Sunnah), and obey the leader (standard operating procedure) among You, then if You different opinions about something, refer it to ( the reqquiremnets of ) Allah (Al-Qur ‘an) and His Prophet (sunnah), if You truly believe in the (requirements of) Allah and the Last Day ( for better future), such that more primary (for you), and the better the outcome. (Surah An-Nisa [4]: 59)

c)   Jumrah (Action)

The believers and devoted to be able to make corrections (corrective action) against the findings or irregularities, or incompatibilities, against the prevailing standards, and has established in halal, and always willing and able to make improvements (improvements Action) in order to achieve the best performance (the best performance)

Those who devoted when they seized alarmed of Satan, they remember the (requirements) Allah, then when they see it also his mistakes. (Surah Al A’raaf [7]: 201)

I want to liberate myself (from mistakes), because real passion (the devil) is always sent to the crime, except lust yangdiberi blessing by my Lord, my Lord is Forgiving, Merciful. (Surah Yusuf: 12. 53)Except those who repent and make improvements and hold fast to the (requirements) of Allah and sincere (do) their religion because of Allah, then they are together those who believe, and someday of Allah will give to the people who believe, rewards are great. (Surat an-Nisa [4]: 146)

Except those who repent and make improvements and hold fast to the ( requirements) of Allah and sincere (do) their religion because  of Allah, then they are together those who believe and someday Allah will give to those who believe! , a great reward. (Surat an-Nisa [4]: 146)

5.2.3 Ihsan (output or outcome or results)

Hey human, if you have been working seriously towards ( the requirements of ) your Lord, then surely you will meet ( comply to the requirements of )Him. (Surah Al Insyiqaaq [84]:

The output was the work of Muslims based on the ihksanan (perfection or the incredible transformation) is achieved:

1)  The Best Quality  ( Highest Quality )

So if I have a perfect it and I blow it happened to give the power (creation) of Me, then let your fell down and bowing to him, then all the angels prostrated all of them except the devil, he arrogant, and he (they) are among those who disbelieve . (Surat Saad [38]: 72-74)

2)  The Best Time  ( Shortest Time  )

For the period, the real man really is in loss, except those who believe (think smart ), and who do work with correct knowledge (work smart), and the counsel to advise to obey the truth, and the counsel to advise, in order to carry out patience. (Surah Al Ashr [103] :1-3)

3)  The Best Cost  (  Lowest Cost or efficience )

People who believe that they will meet (to meet the requirements of ) Allah, say how many there are little groups, can be defeat, groups that much, with obey the (requirements of) Allah. (the principle of efficiency), and Allah is always with those who are patient. (Surah Al Baqarah [2]: 249) 

  1. 6.   Recomended to do amar ma’ruf  nahi mugnkar to unlimited changing  to be the best

For humans, there are angels that always followed her turn, in front and behind, they guard him by command Allah. actually, Allah does not change the state of things so that they change the circumstances that exist in themselves, and If God wills badness to a nation, then no one could resist, and occasionally there is no guardian for them besides Him. (Surah Ar Ra’d [13]: 11)
To be able to continue to make changes to improve the perfection in the worship ( as requirements of ) Allah,  it is mentioned to achieved the highest performance  as recommended Allah, to all of muslims to continue their amar ma’ruf nahi mungkar, which deals with the existing system, along the flow of business processes in your organization, where :

6.1       Amar ma’ruf

It is an activity to optimizing (improving) continuously all activities that can provide added value, which is along the flow of business processes,  iman, Islam, and ihsan, to be able to continue establish the highest standards, in a terms, the field of standardization of quality management system , in the field of standardization of product, service standardization in the field of services, through the establishment of committees ( ijma’ ulama ), conducted by experts in the field of their respective businesses, to continue to adapt to the development of science and technology (based on Allah sciences, or law of nature, or sunnah of Allah) that happens, by local, nationally, regionally, and internationally, to continue improving and establish the highest standards, and highest performance, in providing the best service to the customer, of course through the way of doing business, in the way of Allah,  in a  halal way  and full of blessing.

6.2       Nahi Mungkar

Where have you come out, (whatever your  functions, duties and responsibilities, whatever your business, and whatever your organization ), facing your face (soul) towards the mosque of haram  (identify and eliminate all activities who do not provide any added value along flow of business processes who exist in your organization), and anywhere you  (all) are, (whatever your nation, language, skin color ), then facing your face  ( soul) towards them, for there is no argument to people above you, except those who unjust between them, then do not be afraid to ( requirements of ) them, but was afraid to ( requirements of ) Me, for I perfected My favor upon you, and so that you may be guidence. (Surah Al Baqarah [2]: 150)

It is an activities to eliminate all activities that do not provide value-added or misguidance, who is along the flow of business processes, faith, Islam, and ihsan, who is organized you to achieve zero level of unjust (Such as good attitude or good character), zero is false (zero reject), wasteful zero (zero wastes), zero accidents (zero accident), zero complaints (complaint zero), zero risk (zero risk), and anti-one (mistake proofing ), to achieve perfection according to the Shari’a Allah, InsyaAllah who causes Muslims loved and helped by Allah, and God was pleased to delegated its blessing to his people, who truly believe, fear Allah, and continued to do good sholeh (work smart) in istiqomah (consistent ), jihad (persistent) and ascetic (Professionally), such commitment has been made​​, both to Allah, as well as, in their dealings with fellow human beings.

So if I have a perfect it and I blow it happened to give the power (creation) of Me, then let your fell down and bowing to him, then all the angels prostrated all of them except the devil, he arrogant, and he (they) are among those who disbelieve . (Surat Saad [38]: 72-74)

Verily His command, when He wills something, is said to be, (in this case the rise), then be it (arise)  them (Muslims) (Surah Yassin [36]: 82)

If Allah’s help has come, and victory (after the conquest the  Mosque of haram ), and you see people (organizations, corporations, and state) entered (to adopt) Religion (Shariah) Allah, in droves (auto attraction), then hymn (to orbit is) with praise (according to the Shari’a akbar) your Lord, and had repentance was (beg forgiveness and changing) to (Shari’a) Him, surely He is Most Recipient repent. (Surat an-Nasr [110]: 1-3)

You are the best people are born as humans do (do) that kindness, and prevent (deny) the unjust, and Faith in the ( requirement of ) Me. (Surah Ali Imran [3]: 110

Today I have perfected to you your religion, and I have ends meet  My favor to you, and already I was so ridai Islamic religion, (the standard requirements for Muslims competitiveness of success) to you, then whoever forced to because of hungry, without deliberately sin, actually, Allah is Forgiving, the Most Merciful. (Surah Al Maidaah [5]: 3)

The faces (believers) on that day radiant. (Surah Al Qiyamah [75]: 22)

God they are encouraging them, by giving grace from Him, pleasure and heaven, they get pleasure in it everlasting. (Surat At-Tauba [9]: 21)

(That is), those who fulfill the promise Allah and do not violate to the agreement, and the people who connecting what Allah commanded to be connected, and they fear their Lord, and fear of the computation who bad, and people who patient, because of expects good pleasure of his Lord, and perform the prayer (to establish employment), and menginfakkan (invest) some fortune, who We have given them, secretly (silent competition) or openly (free competition), and reject evil with goodness, people that those who won seats end of (good). (Surah Ar Ra’d, [13] :20-22)

The people who maintain the mandate, the mandate (which is assuming), and a promised (commitmented) it, and the people who gave testimony, and on people who maintain his sholat ( its bisnis ), they that’s who (eternal) is glorified in heaven again . (Surah Al Ma’arij [70]: 32-35)

Did not We’ve paved for you your chest?, and we have removed from you one another’s burdens, who damning back?, and We raise to you the title (degree) you, because of actually hardship there is ease, and actually hardship there is ease, then when you has been completed (from something business), do seriously (business) the other, and only to the ( requirements of Allah ) should you expect His help. (Surah Alam Nasyrah [94]: 1-8)

He made ​​me a blessed, wherever I am, and He ordered me (establish) sholat ( employment of  field work, business or organization or corporation, or nation), and (perform), zakat (corporate social responsibility) during my life. (Surah Maryam [19]: 31)

He made ​​me a blessed, wherever I am, and He ordered me (establish) prayer (employment or organization or corporation, or nation), and (perform), zakat (corporate social responsibility) during my life. (Surah Maryam [19]: 31) 

7. Conclusion

7.1 Insyaallah, the Islamic Shari’a  still  remain as the  best management system, and  still remain as the best of civilization engine, that ever existed on earth as a system, to do business in the way of Allah, since exemplified by the prophet muhammad until last days later

7.2 Islamic Shari’a is a system of sunnatullah, and the God’s help system, which is the system who can help and protect the people of Islam, to competing in competative and elegant, with other peoples.

7.3 By understanding the framework to the Islamic Shari’a system in  good way and right way , and  implemented Islamic Shari’a, in real right purpose, and right target, in your own organization, InsyaAllah this is an smart and strategic decisions, to your kindness, good of your organization and good of the entire the people within them (stake holder)

7.4 Islamic Shari’ah has a compatibility (compatibility) to be applied throughout any organization, and  any business, without destroying to the existing system, even going to nourish your organization, to be able to grow in a dramatic and significant, and in order to compete in competative, and elegant way againt other organizations

7.5 The success of the muslim people  in proving the truth of religion of Islam, would make the religion of Islam would be interested by many of mankind, so mankind attracted to Islam by itself, in droves, go (to adopt) the religion of God, repent (make changes) , with a hymn (orbit), purify (with beramar ma’ruf nahi wrongdoing), and praise only to the (requirements) of Allah.

There is no forced to go (to adopt), religion (of Allah), actually has clearly the right way from the false path, because of it is he who disbelieve ( requirement of), taghout, and believe in  ( the requirements of ) Allah, verily He adhere to the gusset has a very strong rope that will not drop out, and Allah is Hearing, Knowing. (Surah Al Baqarah [2]: 256)

Hi people who believe, keep your duty to ( requirements ) of Allah, by actually true devoted, and do not die, except in a state of Islam.  (Surat Al-Imran [3]: 102) 

8. Source article

This paper is a result of exploration, and study of the authors, which InsyaAllah sourced from the Qur’an and Hadith, and the author’s personal experience as a practitioner management

For friends of Muslims and Muslim, and facebookers bloggers, who are interested to download this paper tag, in your status, are welcome and may be repetitive anyway, I highly appreciate, if you want to give the source of this paper.

Hopefully there is any benefit, and InsyaAllah Muslims could be rise up soon, rise up from anywhere, anytime you want, from yourself, from your family, from your organization, from your corporation, of your nation, and the rise up for worldwide, to face conditions of global competition, a like today, only asking for Allah help system, remember, only with God’s help system, (the requirements of of Allah)

9) Conclusion

If the actions was to produce benefits for all of you then do it ( take it ), and if I’m just prejudiced only, then do not take any preconceived notions ( leave it ), I was, however, if I say something to you, which comes from of Allah Almighty, then take it, because of I will not lie to the Allah Almighty  (Muslim)

Insha Allah this paper, is a very precious gift to the Indonesian HARKITNAS to 103 year

Greetings Risen from Indonesia

Go Rise Up My brother … … … … … … .. Go…Rise Up My Indonesia … … … … …. Go…Rise Up Islam Over The World ……………..Allahuu  Akbaaaaaaar ………….. … … ….

Bangun Pemuda Pemudi :

http://www.youtube.com/watch?v=mMgIFqnHE7w&feature=related

Merah Putih :

http://www.youtube.com/watch?v=3Fpw9CuDp9g&feature=related

Gebyar Gebyar :

http://www.youtube.com/watch?v=kn4UQzVNiQo&feature=related

Stand up :

http://www.youtube.com/watch?v=pdhQDc05Ud8

We Are The Champion :

http://www.youtube.com/watch?v=KFfCKy0nKr0&feature=related

We Are The World :

http://www.youtube.com/watch?v=9r9B-GefF0M&feature=relaated

Contact  Me :

agusrwidodo_thinking@yahoo.co.id

+628127011438 ( SMS only )

Posted Mei 15, 2011 by agusrwidodo in makalah

المتطلبات القياسية لنجاح القدرة التنافسية بنت   Leave a comment

بواسطة : يدودو أجوس
 
القبلة هو معيار النجاح حق لجميع الناس حتى آخر يوم  
 
 

1. كيف يمكن للمسلمين الوفاء بمتطلبات الله؟
  
 
يجب أن يكون كل مسلم أحب أن لديها القدرة على تنفيذ متطلبات الله، وفقا لرسوله القرآن والسنة، مع الغرض، جيدة وصحيحة ومناسبة الهدف الملائم، للقيام التمسك الحقيقي دين الله وتحقيق ل الرخاء العالمي ليكون حقيقة واقعة ، من خلال العمل الاجتماعي الحقيقي في جميع مجالات الأعمال التجارية ، أيا كان عملك ومهما كانت منظمة وفقا لقاء الله، والتي شاء الله ثم يسر لمساعدة المسلمين على أن الناس الذين هم مثمرة للغاية التي يمكن أن تنمو بشكل كبير وبشكل كبير في جميع مجالات الأعمال التجارية ، ولديه القدرة على التنافس مع الآخرين غير المسلمين، في طريقة أناقة، ليكون الفائز ويكون أفضل الناس ويكون نائبه اليمين (خليفة) على الأرض، وفقا ل كلمته :
 
 
مرحبا الناس الذين آمنوا إذا كنت تساعد في الله الدين، وقال انه سوف تساعدك وسيعزز مركزك. (سورة محمد [47] : 7)……………

 
2. كيف يجب أن المسلمين يعبدون الله؟
  
 
في عبادة الله واثنين من حيث النشاط عبادة، وأنشطة العبادة الروحية، وأنشطة حقيقية عبادة الاجتماعية التي لا يمكن فصلها من نشاط إلى نشاط آخر
  
 
2،1 السلوك للعبادة في النشاط الروحي
 
تهدف إلى تحسين القدرة الروحية مسلم (وجود جيدة العاصمة الروحية) وفقا للعمود 5 من الإسلام1) شحادة
،
شهادة لا إله إلا الله وأشهد أن تحمل إلى محمد رسول نبي الله

2) شلاح

تشغيل الصلاة خمس مرات في اليوم

3) الزكاة

للقيام الجمعية الخيرية لأولئك الذين وصلت قدرة،

4) التطوع

الصيام 30 يوما في شهر رمضان، و

5) الحج

الوفاء للحج إلى الأراضي المقدسة لأولئك الذين كانوا لديها القدرة على الذهاب الى هناك

 
2،2 السلوك العبادة الحقيقية في العمل الاجتماعيتهدف إلى تحقيق الرفاه الاجتماعي والعدالة الاجتماعية والسلام الاجتماعي للبشرية وتحقيق الرخاء العالمي للبعثة أن تكون حقيقة واقعة ، من خلال القيام الشركات الحقيقية في جميع المجالات ، مهما كان عملك ومهما كانت منظمتكم وفقا لبمقتضيات الله لخلق أي القيمة المضافة (للحصول على نعمة الله واسعة كما السماء والأرض باعتبارها الجنة الحقيقي)، في حد ما، بشكل قانوني، ويعاقب نعمة من الله، دون أي تضحية لاحترام الذات (سلامة)، والأسرة لها، في المنظمة، شركتها، وحكومتها.

النشاط الحقيقي العبادة الاجتماعية التي أجريت وفقا لمتطلبات الله (سورة القرآن) الذي تم العمل التي وضعها النبي صلى محمد الإطار الثوب الشريعة الإسلامية (متطلبات معيار القدرة التنافسية للنجاح مسلم) ، ومحتواها هو عملية تجارية تدفق (تيار) من إيمان (المدخلات)> الاسلام (التحول)> إحسان (الانتاج) حيث :

 
2.2.1 الإدخالالإدخال في السؤال هو خطة عمل أو خطة عمل أو خطة للشركات ، أو خطة استراتيجية تقوم على 6 ركائز الإيمان) ، وهي :

1) أمير المؤمنين إلى الله.

وينبغي للمؤمنين وكرست يكون قادرا على بناء رؤية (الحلم) التي يمكن أن تنقل روح لجميع الناس الذين هم في المنظمة ، لتكون قادرة على تشغيل الأمر من الله ، وتكون قادرة على الوصول إلى القيمة المضافة أو رحمة (السماء) من الله ، أن واسعة مثل السماء والأرض في الأمثل ، ودائم ، على الزيادة (النمو المستدام) ، لتزدهر لكم ، مؤسستك ، والازدهار لجميع الناس الذين هم في المنظمة (فلسفة المسجد)

2) أمير المؤمنين إلى الله ، والملائكة الدعم الإداري والتشغيلي

وكرس المؤمنين ينبغي قادرة على بناء البعثات وبناء الفريق الفائز ، وفقا لاحتياجات المنظمة ، والكفاءات المطلوبة وفقا للمؤهلات وظيفته والوظائف والواجبات والمسؤوليات ، لتحقيق الرؤية التنظيمية إلى واقع ملموس ، وفقا ل الله ، الأمر الدعم الإداري والتشغيلي ، والملائكة لم يكن الله لرفض ما طلب الله.

3) أمير المؤمنين لكتب الله

وينبغي للمؤمنين وكرس لديها مبادئ توجيهية إكمال العمل التي تم إنشاؤها في الإجراء ، التشغيل القياسية ، والتي مناسبة لعملك المعنية (مع برينسيب : ماذا تكتب ينبغي ان تفعله وما ينبغي القيام به تكون مكتوبة) ، وفقا للقائمة نظام تدفق على طول عملية إيمان (المدخلات) والإسلام (التحول) ، وإحسان (إخراج) التي يجب تنفيذها في العام ، بما يتفق ومستمرة) ، والمهنية ، واستنادا إلى القرآن الكريم وسنة رسوله

4) أمير المؤمنين الى انبياء الله

المؤمنين والمكرسة لقانون وفقا لمعايير إجراءات التشغيل ، وفقا لأوامر الله (القرآن) والسنة (رسوله) نموذجا للقيادة التي تم والتي تجسدت في أنبياء الله

 5) أمير المؤمنين في مستقبل الأيام

وينبغي للمؤمنين وكرس لها مستقبل واضح للأهداف والغايات على المدى القصير والمتوسط ​​الأجل وطويلة الأجل لخطة عمله لأنها تعمل في في مؤسستك ، تكون محددة (المنتج أو الخدمة) ، قابلة للقياس ، قابلة للتحقيق ، واقعية ، والجدول الزمني (المقرر)

6) أمير المؤمنين في مصير الله

وينبغي للمؤمنين وكرس الاعتقاد في مصير الله في واقعية ومقبولة على أي نتيجة كما قدمها الله ، وبطبيعة الحال حسب الاقتضاء قدرته الخاصة أو مساهمات أو تعتمد على طريقة ذكية أنت؟

 
 2.2.2 التحولالتحول هو العمل لتحويل المدخلات إلى مخرجات تصبح على أساس 5 دعائم الفلسفة الإسلامية هو :

1) شحادة

وينبغي للمؤمنين وكرس لديها التزام قوي (النجاح العقد) لتنفيذ العمل وفقا لخطة العمل ومستقبلها من موضوعية والهدف ، وفقا لأوامر الله وفقا لما تم بواسطة رسوله محمد.

2) شلاح

وكرس المؤمنين ينبغي على استعداد للعمل مع المعرفة أو العمل أو العمل الذكية مهنيا لتحقيق الحظ (العمل تحت معرفة صحيحة) كما يتضح من النبي محمد ، وأول الناس الذين لجميع المؤمنين.

3) الزكاة

 وينبغي للمؤمنين وكرس لديها القدرة على تمكين بعضها البعض (مساعدة بعضها البعض) هي بالتأكيد من بين فريقه في قدرتها ، وفقا للواجبات ومهام ومسؤوليات كل من تقديم عروض جيدة في التعاون أو السيارات أو نشاط الجماعة من خلال السيارات تعاون جيد ، بطريقة متوازنة ليكون الشعب والفائز من ليكون من أفضل الناس.

4) التطوع

المؤمنين والمكرسة لوينبغي قادرة على مقاومة عواطفه للعمل في منضبطة ، صادقة ، مسؤولة عن ما قام به للحفاظ على سلامته نفسه وأسرته ومنظمته ، وشركته ، أو أمته ودينه

5) الحج

وينبغي للمؤمنين وكرس تكون قادرة على تغيير لإدخال تحسينات مستمرة بلا حدود ومتطلبات الله في دورة الحج ، مثل :

 
أ) الطوافوينبغي للمؤمنين وكرس لديها خطة العمل (نزار) أو خطة في خطة بوسنس فقا لها، ومعيار إجراءات التشغيل وفقا لمتطلبات الله أو المعايير التي تنطبق)

ب) الساعي

وينبغي للمؤمنين والمكرسة لقادرة وراغبة في أداء عمله (لا) واجباته والمهام والمسؤوليات بطريقة احترافية

 
 ج) الاختياروينبغي للمؤمنين وكرس تكون قادرة على القيام فحص وإعادة فحص لمعرفة، ما إذا كان عمله وفقا للمعايير المعمول بها ،

د) إزالة الشيطان

وينبغي للمؤمنين وكرس تكون قادرة إجراء التصحيحات إجراءات ضد النتائج أو انحرافات أو التباين في المعايير المعمول بها، وينبغي أن يكون قادرا على إجراء تحسينات في العمل من أجل تحقيق أفضل أداء.  2.2.3 المخرجات

الإخراج هي نتيجة ما رآه المسلمون عملت على قاعدة إحسان أو الكمال (التحول لا يصدق)، وهي :

1) أفضل نتيجة الجودة

2) أفضل نتيجة من الزمن، و

 3) أفضل نتيجة التكلفة
 
3. عمار معروف ناهي منكرلتكون قادرة على مواصلة تعزيز التفوق وتحقيق أعلى الإنجاز ، كما توصي الله لجميع المسلمين (المؤمن) على الإستمرار في ناهي معروف عمار منكر التي تتعلق النظام القائم على تدفق الأعمال القائمة (تيار) في المنظمة ، حيث :

3،1 عمار معروف هو نشاط لتحسين (زيادة) المتواصل لجميع الأنشطة التي يمكن أن توفر القيمة المضافة (القيمة المضافة النشاط) من العمليات التجارية القائمة على طول تدفق إيمان والإسلام والإحسان من خلال الإجماع من العلماء (لبناء لجنة حسب الاقتضاء مجالات عمل كل خبير ، ومناسبة لتطوير العلوم والتكنولوجيا (على أساس العلوم الله أو قوانين الطبيعة أو سنة الله) لإنشاء وتحسين أعلى المعايير (معايير عالية) ، من أجل تحقيق أعلى مستوى من الأداء ( عالية الأداء وتقديم أفضل الخدمات للعملاء (الذي هو في الواقع وكيل الله) من خلال وسيلة جيدة (طريقة حلال) من الشركات المسموح به من الله.

3،2 ناهي منكر هو نشاط للقضاء على جميع الأنشطة التي لا توفر قيمة مضافة أو ضلالة (غير ذات القيمة المضافة النشاط) من العمليات التجارية القائمة على طول إيمان والإسلام والإحسان ، لتحقيق مستوى الصفر من الخطأ فعل مثل لتحقيق وحسن الخلق ، رفض صفر ، صفر نفايات ، والحوادث صفر ، صفر الشكاوى المقدمة من العملاء ، صفر خطر من الشركات ، وحقق التدقيق خطأ وحققت الكمال وفق الله ، ومتطلبات الدعم الإداري والتشغيلي ، ويمكن أن تمتثل لمتطلبات الله ، والله ترضي وسوف يساعد على المسلم أن يكون الفائز الحقيقي وإلى أن يكون أفضل الناس على الأرض والإرادة اللازمة لوضع الشعب المسلم نائبا له الحق (خليفة) على الأرض ، كما سبيل المثال عن طريق النبي محمد.

وقد وعد الله من بين هؤلاء الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحات خير (عمل ذكية) : قال إنه حقا سيجعل قوتها في الأرض، لانه اتخذ الذين من قبلهم، بل وسوف أكد لدينهم (الطريق الصحيح الحياة كوالتى) الذي كان بالنسبة لهم باركه وقال انه سوف تغير حقا (شرط)، وهم من بعد هم في خوف من آمن مزدهر، هم ما زالوا يعبدون مع أي شيء واحد لا شريك حتى مع لي ، ولأي شخص (لا يزال (كفروا بعد (وعد)، ثم انهم هم الذين المتمردين. (سورة نور اقيلوا [24] : 55)
 
4. استنتاج4،1 نأمل الشريعة الإسلامية التي لا تزال قائمة ليكون أفضل نظام إدارة وليكون أفضل محرك الحضارة كنظام للشركات والتي تجسدت منذ النبي محمد إلى اليوم الأخير في وقت لاحق.

4،2 الإسلامية شري ، الاتفاق بشأن الزراعة كنظام والإسلام كنظام الله ، ومساعدة الخدمات الإدارية والتنفيذية من شأنها أن تظهر كيف ساعد الله وحماية للشعب المسلم الذي يعتقد أن له ، لذلك الشعب المسلم يمكن أن تتنافس مع الشعوب غير المسلمة في الطريق الصعب في الأناقة و المنافسة في عصر العولمة مثل هذا اليوم.

4،3 فهم الشريعة الإسلامية ، الاتفاق بشأن الزراعة بشكل سليم وصحيح ، وتنفيذ أحكام الشريعة الإسلامية ليكون النظام في المؤسسة الخاصة بك في المناسبة مقصود والهدف الملائم هو قرار ذكي والقرارات الاستراتيجية ، حيث أنها يمكن أن تقدم أفضل لمؤسستك للحصول على دعم النمو و أفضل لجميع الناس في مؤسستك (حائز على حصة) للحصول على أفضل الازدهار.

4،4 الشريعة الإسلامية لديه التوافق ليتم تطبيقها في أي تنظيم وأية أعمال دون تدمير النظام القائم ، حتى أنها يمكن أن تقدم المؤسسة لدعم النمو ، ويمكن أن تتنافس مع غيرها من المنظمات في طريقة جيدة

4،5 نجاح للأمة الإسلامية لإثبات حقيقة الدين سيجعل دين الإسلام في الطلب من قبل العديد من الناس ، حتى البشرية نفسها تنجذب الى الإسلام بأعداد كبيرة في مدخل (اعتماد) دين الله ، على أن تفعل التوبة (لتغيير ) ، التسبيح (إلى المدار) ، لتنظيف ، والثناء على الله فقط (الشريعة).

مرحبا الذين آمنوا اتقوا الله مع المتقين والحقيقة الحقيقية ، لا تموت إلا في ظل دولة الإسلام ، والاتحاد الافريقي. (سورة آل عمران [3] : 102)

 
5. مصدر المادة  هذه المقالة هو نتيجة لاستكشاف لصاحب البلاغ، إن شاء الله مصدرها القرآن والحديث والتجربة الشخصية للمؤلف وإدارة للممارسين

للأصدقاء وأصدقاء مدون بوكير وجه مسلم ومسلمة المهتمين بتحميل (لصق نسخة) هذه المادة والعلامة في حالتك هي موضع ترحيب، ويمكن تكرار على أي حال، وسأكون ممتنا إذا وضعت مصدر من هذه المادة من.

نأمل أن هذه المادة سوف أعطيكم وجهة نظر قيمة، إن شاء الله وجميع المسلمين يمكن أن تنشأ في وقت قريب ، حتى في ظروف صعبة في المنافسة العالمية ضيق مثل هذا اليوم ، من خلال الشريعة الإسلامية (نظام الله ومساعدة).

تحيات ترتفع من اندونيسيا!

Posted Mei 15, 2011 by agusrwidodo in Uncategorized

masukan untuk mewujudkan mimpi tegaknya khilafah islam   Leave a comment

assalamu’alaikum wr wb

kalau boleh saya memberikan masukan untuk tegaknya khilafah islam

saya bangga bahwa ada umat islam yang masih memiliki mimpi terakbar ( hizbut tahrir ) untuk mewujudkan tegaknya khilafah.

namun juga perlu disadari bahwa khilafah bisa berdiri tegak dan kokoh tentunya diperlukan dukungan ( ditopang ) pondasi yang sangat kokoh disegala bidang ( menyeluruh ) secara simultan dan synergy seperti bidang-bidang ekonomi, politik, hukum dan militer, pendidikan, iptek dll. dengan begitu saya sangat yakin umat islam bisa benar-benar memiliki kemampuan daya saing ( competitiveness power ) disegala bidang melampaui ( untuk bisa menggetarkan ) kekuatan kompetitornya ( barat ).

hal ini diperlukan sebagaimana merujuk hukum-hukum allah yang mengatakan :

1) masuklah kamu dalam islam secara menyeluruh ( rapatkan shaff jangan ada bidang-bidang yang tidak di manage sesuai syariat islam ), dan sesungguhnya setan itu musuh yang nyata.

2) allah tidak akan menguji manusia diluar batas kemampuanya ( memiliki daya saing tentunya )

3) apabila kamu menolong agama ( meng-implementasikan persyaratan-persyaratan ) allah, niscaya allah akan menolong kamu ( setelah dapat memenuhi persyaratan-persyaratan allah tentunya ) dan meneguhkan kedudukanmu di muka bumi.

yang menjadi pertanyaan saya :

1) sudah adakah umat islam ( mohon ma’af kalau salah ) yang mampu memahami cara kerja ( frame work ) sistim pertolongan allah ( syariat islam ) secara baik dan benar  ?

2) sudah adakah syariat islam ( sistim pertolongan allah )di-implementasikan untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( bisnis ) dalam arti apapun bisnisnya dan apapun organisasinya ?

 3) sudah adakah rencana strategis ( road map of success ) untuk bisa mewujudkan mimpi tegaknya khilafah islam ( persiapkan seluruh kuda-kuda perangmu yang ditambat dan seluruh persiapan moril maupun materiil yang kamu miliki, agar kamu bisa menggetarkan musuh-musuh kamu dan musuh allah, yang kamu tidak tahu, sedangkan allah tahu )

apabila apa yang menjadi pertanyaan saya terjawab, saya yakin khilafah islam yang diimpi-impikan akan tegak dengan sendirinya sesuai kehendak allah.

wassalamu’alaikum wr wb

Posted April 16, 2011 by agusrwidodo in Uncategorized