Penerapan Syariat Islam Secara Kaffah Solusi Strategis Mengatasi Problem Umat Islam   Leave a comment

Oleh : agusrwidodo

1. Latar Belakang

1. 1 kebangkitan islam pertama dan zaman keemasan islam

Konon 7 abad setelah sepeninggalnya ( diangkatnya ) nabi isa as, dunia mengalami kegelapan yang dipenuhi dengan praktik kekafiran ( kejahiliyahan ) yang kemudian menjebabkan allah mengutus dan mewahyukan kepada nabi ahkir zaman muhammad saw al qur’an untuk mereformasi dunia, al qur’an ( syariat allah ) yang diwahyukan allah kepada nabi muhammad saw, selama 13 tahun di mekah, yang kemudian diformulasikan beliau menjadi syariat islam, pada hakekatnya merupakan rencana bisnis atau rencana perusahaan atau rencana strategis untuk mendirikan organisasi, korporasi, maupun bangsa ( mendirikan sholat > mendirikan masjid > mendirikan lapangan kerja  ) sesuai perintah ( syariat ) allah atau syariat islam yang tujuanya  tidak lain untuk memberikan kesejahteraan kepada organisasi, korporasi, dan bangsa  itu sendiri ( memakmurkan masjid-masjid allah ) dan memberikan kesejahteraan ( kepuasan ) kepada seluruh orang-orang yang ada didalamnya yang tentunya menjadi berkah bagi lingkungan dan masyarakat yang ada sekitarnya ( rahmatan lil alamin )

Keberhasilan nabi muhammad saw mendakwahkan konsep syariat islam yang mulai dari diam-diam ( silent campaign ) dan kemudian secara terang-terangan ( free campaign ) menuai pro dan kontra, dari kalangan masyarakat biasa banyak yang meminanti konsep ideal yang ditawarkan ( didakwahkan ) sehingga nabi muhammad semakin mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat mekah maupun masyarakat luar mekah ( antara lain penduduk yastrib ) yang biasa ziarah ke ka’bah, sehingga hal ini membuat para penguasa kaum kafir gerah dan marah karena islam jelas akan mengancam kedudukannya dan kekuasaanya , sehingga keselamatan nabi muhammad saw dan para pengikutnya terancam, praktis kondisi ini beliau mengalami kesulitan yang yang luar biasa untuk bisa mengamalkan syariat islam di kota mekah, sehingga allah kemudian memerintahkan untuk berhijrah dan mengamalkan ( mentranformasikan ) syariat islam di kota yastrib, kedatangan nabi muhammad  saw dan pengikutnya ( kaum muhajrin ) disambut dengan suka cita oleh masyarakat yastrib yang terdiri dari beberapa kabilah ( kaum ) ansor, sehingga nabi muhammad saw mendapatkan kemudahan untuk segera mentransformasikan syariat islam yang dimulai dengan mendirikan masjid kubah ( masjid yang didirikan atas dasar taqwa > good corporate governance ), yang kemudian seperti kita ketahui dalam kurun waktu yang relative singkat ( sekitar 10 tahun ) nabi muhammad saw  berhasil membangun kota yastrib disegala bidang  secara nyata sesuai syariat islam, sehingga kota yastrib mampu berubah dan tumbuh disegala bidang secara dramatis dan signifikan menjadi kota yang sangat productive yang disinari din allah sehingga  memiliki daya saing dan daya tarik disegala bidang melampaui kota mekah, yang kemudian dikenal sebagai madinah almunawarah.

Dengan kekuatan itu kemudian nabi muhammad saw berhasil menaklukan kota mekah dengan mudah dan tanpa ada pertumpahan darah, kota mekah ( ka’bah ) yang telah dirintis oleh  pendahulunya yaitu nabi ibrahim as dan nabi ismail as yang kemudian setelah berabad-abad dikuasai kaum kafir berstatus masjid haram ( kota yang tidak sehat ), berhasil direformasi menjadi majid halal atau kota suci ( kota yang sehat ) sesuai perintah ( syariat ) allah ( syariat islam ), sehingga prestasi ( kemenangan ) terakbar yang pernah ada disepanjang sejarah peradaban manusia ini, allah berkenan :

a)      memberikan apresiasi kepada umat islam menjadi umat terbaik

b)      menetapkan agama islam menjadi agama yang sempurna yang penuh rahmat dan diridhoi allah

c)      melimpahkan rahmat ( surga ) nya secara berkelanggengan, berkesinambungan ( sustain growth ) yang masih bisa saksikan hingga kini.

d)     menetapkan mekah menjadi kiblat ( standard sukses ) yang abadi bagi seluruh umat manusia ( dalam arti melalui organisasi, korporasi, maupun bangsa ), yang wajib di adopsi yang tujuannya untuk mereformasi masjid-masjid haram yang ada diseluruh muka bumi menjadi masjid-masjid halal untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin sesuai kehendak ( syariat ) allah atau syariat islam

yang kemudian kita ketahui ( dalam al qur’an )  umat manusia tertarik dan berbondong-bondong  masuk ( meng-adopsi ) agama allah ( agama islam ) dengan  sendirinya tanpa paksaan, bertaubat ( berubah ),  bertasbih ( mengorbit ),  mensucikan ( menyempurnakan aktivitasnya ) dan  memuji ( bersyukur )  sesuai  syariat allah, yang kemudian  umat islam  berhasil memasuki masa kejayaan ( the golden age ) dan islam berkibar dan berkembang dengan sendirinya secara inter-continental dari wilayah arab ke benua afrika, benua eropa ( romawi timur atau eropa timur ), benua asia ( asia tengah, asia timur dan asia tenggara ) sesuai kehendak allah, selama +/- 7 abad pertama ( 632m-1258m ),  ketika umat-umat yang lain masih mengalami kegelapan ( the darkness age ), selama itu pula umat islam menjadi umat yang memiliki kemampuan untuk berijtihad disegala bidang  ilmu pengetahuan dan tehnologi yang tentunya berbasis pada ilmu-ilmu allah ( sunnatullah atau hukum alam ) dan menjadi pioneer-pioneer iptek pada masanya.

1.2 Zaman kemunduran islam dan zaman penjajahan barat

Setelah mendapat serangan  tentara mongol pimpinan hulagu khan pada tahun 1258 m menyebabkan kekhalifahan abbasyah bubar menjadi kesultanan ( negara ) kecil-kecil yang tidak solid lagi ( tidak ada ikatan kekhalifahan ), sehingga kondisi ini mendorong musuh-musuh islam ( romawi )   untuk bisa segera bangkit, setelah melalui perjuangan panjang romawi ( barat ) yang yang notabene merupakan kuda tunggangan ( kendaraan ) kaum yahudi musyrik dan kristen musyrik telah berhasil meng-adopsi syariat islam secara amati, tiru, modifikasi ( atm ), sehingga romawi ( inggris, portugis, belanda, perancis dll ) di abad ke 15 memiliki kemampuan ( kekuatan ) untuk  bangkit ( renaissance ) disegala bidang secara serentak, yang kemudian barat mulai memiliki kemampuan untuk melakukan expedisi dagang ke manca negara dan mulai memiliki kemampuan untuk menjajah negara-negara islam satu persatu secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari spanyol ( Andalusia ) sejak ahkir abad ke 15 (1492 m ) hingga turki pada awal abad ke 20 ( 1924 m ), dan selama itu pula romawi ( barat ) berhasil mengganti seluruh syariat islam dengan  syariat penjajah ( barat ), dimana islam sudah dianggap sudah game over oleh mereka, yang pada kenyataanya yang  diakui atau tidak hingga kini memasuki awal abad yang ke 21,  dunia sudah ada dalam genggaman barat, dan barat bahkan telah berhasil melaunching globalisasi sesuai versinya untuk menjadikan syariat penjajah ( barat ) menjadi syariat global dalam rangka memperkokoh dominasinya sebagai penguasa dunia,  yang tujuannya untuk dapat terus menutup ( mengunci ) rapat kebenaran islam, yang kemudian penulis yakini hal inilah yang telah menyebabkan umat islam kehilangan pemahaman terhadap kerangka kerja syariat islam yang notabene merupakan system pertolongan allah, praktis umat islam juga kehilangan kemampuan untuk meng-implementasikan kembali syariat islam di segala aspek kehidupan sosial yang nyata, sehingga menyebabkan umat islam, tergeser dari tasbih ( orbit ) allah yang hak, kehilangan roh islamnya, dan mengalami tidur panjang ( very long pause power ), tersesat menjadi umat yang terbelakang dimuka bumi, yang hingga kini belum mampu bangkit kembali

2. Masalah yang dihadapi umat islam

2.1 Umat islam tanpa syariat islam

Disadari atau tidak kondisi umat islam sa’at ini sangat memprihatinkan, walaupun paska perang dunia kedua secara de jure mayoritas negara-negara islam maupun  negara-negara yang mayoritas penduduknya umat islam,  mengalami masa kemerdekaan,  namun secara de facto masih dalam penguasaan ( kontrol, kendali dan terus diobok-obok ) dan aturan kaum penjajah ( syariat barat ),  hal ini di mungkinkan karena mayoritas kepala pemeritahan negara-negara islam atau negara-negara yang penduduknya mayoritas umat islam walaupun secara spiritual rajin menjalankan rukun islam seperti syahadad, sholat, zakat, puasa dan haji, namun secara sosial belum mampu meng-implementasikan kembali syariat allah ( syariat islam ) secara nyata dan kaffah ( menyeluruh ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( bisnis ), sehingga banyak negara-negara islam yang gagal dalam membangun bangsanya alias masih tertolak oleh  system sunnatullah (  not comply to the allah’s requirements ) dan terbukti bahwa mayoritas negara-negara islam maupun  negara-negara yang mayoritas penduduknya umat islam masih banyak yang terjebak menjadi negara-negara yang berpredikat paling korup ( paling menyimpang atau paling bid’ah ) papan atas dunia, yang kemudian mendatangkan kondisi buruk seperti krisis moral, krisis kepemimpinan, krisis multi dimensi, krisis ekonomi ( kontra productive ),  krisis keuangan ( terjebak hutang ) dan  banyak mengalami berbagai bencana alam ( amuk alam ) maupun bencana sosial ( amuk masa ), pengangguran, kemiskinan  dan berbagai bencana kemanusiaan yang berkepanjangan dan kondisi umat islam semakin terpuruk  turun derajatnya menjadi umat yang terbelakang yang tidak mampu bersaing dengan umat-umat allah yang lain.

2.2 Umat islam mengalami disintegrasi

umat islam masa kini mengalami kesulitan yang luar biasa untuk bisa segera bangkit, semakin kuatnya animo umat islam untuk bangkit menurut versinya sendiri-sendiri, semakin menyebabkan umat islam terjebak kedalam turbulensi ( pusaran ) perbedaan pendapat ( perang pemikiran ) yang sangat dahsyat dan menyesatkan dikalangan internal umat islam, yang kemudian  menyebabkan umat islam semakin berpecah belah ( disintegrasi ) menjadi banyak mazab atau banyak aliran yang masing-masing aliran saling mang-klaim kebenaran menurut versinya sendiri-sendiri juga, bahkan  tidak  jarang banyak yang berani meng-klaim sebagai nabi baru yang sangat menghebohkan dengan tanpa mampu membuktikan kebenaran islam,  sehingga kondisi ini semakin menyulitkan bagi umat islam itu sendiri untuk bisa segera bangkit

2.3 Panggilan yang kehilangan makna

Walaupun hingga kini panggilan azan ( remainder ) yang ditujukan kepada seluruh umat islam yang merupakan panggilan filosofis dalam arti panggilan yang memiliki makna ganda untuk melaksanakan aktivitas sholat ( aktivitas ) spiritual maupun sholat ( aktivitas ) sosial yang nyata, dari yang maha memiliki kesempurnaan ( allah )  untuk melaksanakan sholat untuk menuju kemenangan dan menuju kebahagiaan yang bergema tidak kurang dari 5 kali sehari yang bergulir diseluruh mukan bumi selama berabad-abad sejak diteladankannya oleh nabi muhammad hingga hari ini dengan tiada hentinya hingga kini, hanya dimaknai sebagai panggilan untuk melaksanakan  sholat ( aktivitas ) spiritual 5 waktu saja, dan belum mampu lagi membangkitkan greget untuk melaksanakan sholat sosial secara nyata sesuai syariat islam, sehingga kemenangan dan kebahagian yang diraih juga hanya kemenangan dan kebahagian semu yang menyimpan banyak permasalahan sosial yang sangat komplek, yang tentunya hanya bisa diselesaikan secara sosial yang nyata sesuai syariat islam juga.

3. Solusi

3.1 Re-orentasi pemahaman syariat islam

3.1.1 Pengertian Syariat

Al qur’an yang diformulasikan nabi Muhammad saw ( sunnahnya ) menjadi syariat islam, merupakan sederet  aturan- aturan allah atau hukum-hukum allah yang menjadi persyaratan-persyaratan standard, yang ada disepanjang aliran proses bisnis  iman ( input ), islam ( tranformasi ), dan  ihksan ( output ),  dan merupakan filosofi menyeluruh tentang bisnis, yang hakekatnya merupakan business management system menyeluruh yang terbaik yang didesign allah sesuai dengan fitrah manusia dan sangat compatible ( memiliki kecocokan ), applicable ( bisa diaplikasikan ) dan implementable ( bisa di operasionalkan ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang ) urusan ( bisnis ), dalam arti apapun bisnisnya, apapun organisasinya, apapun korporasinya, dan apapun bangsanya ( apapun masjid-masjidnya ) untuk memakmurkan organisasi, korporasi, maupun bangsa itu sendiri ( memakmurkan masjid-masjid allah ) dan untuk memenuhi kepuasan ( kesejahteraan ) bagi seluruh orang-orang ( jama’ah ) yang ada didalamnya ( seluruh stake holder ) yang juga dapat  memberikan berkah kepada  lingkungan sekitarnya, yang berlaku bagi seluruh umat manusia ciptaannya yang berada deseluruh muka bumi  dengan berbagai macam bangsa, berbagai macam warna kulit, dan berbagai macam bahasa, melalui cara berbisnis yang dapat memberikan nilai tambah ( memberikan rahmat ) secara komersial ( bersifat materi ) maupun non komersial ( bersifat moral ) secara seimbang, halal, dan adil dalam arti sesuai bidang keahliannya, sesuai kemampuannya  masing-masing, inilah yang dimaksud dengan agama yang rahmatan lil alamin.

3.1.2 Pengertian islam

Islam berarti agama damai, dan islam juga berarti berserah diri, dalam arti umat islam wajib hukumnya untuk berserah diri dalam melalukan segala aktivitasnya, baik segala aktivitas ( ibadah ) spiritual maupun segala aktivitas ( ibadah ) sosial yang nyata ( real social action ) di organisasinya, di korporasinya, maupun bangsanya ( dimasjid-masjidnya ) sesuai syariat islam secara kaffah ( menyeluruh ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), dengan sabar, tawakal untuk bisa meraih prestasi zuhud ( professional ) yang merupakan cara terbaik untuk medatangkan  rahmat ( surga ) allah yang luasnya seluas langit dan bumi secara adil dan damai sesuai bidang keahliannya, sesuai kemampuannya masing-masing, apapun bangsanya, apapun warna kulitnya dan apapun bahasanya.

3.2 Syariat islam

3.2.1  system terbaik untuk membangun organisasi yang sehat ( masjid halal ) ataupun untuk mereformasi organisasi yang tidak sehat ( masjid haram ) menjadi organisasi yang sehat ( masjid halal )

Syariat islam bukan saja sebuah system yang dipersyaratkan allah untuk membangun sebuah organisasi, korporasi, maupun bangsa yang sehat ( mendirikan sholat > masjid yang didirikan atas dasar taqwa > good corporate governance ), namun syariat islam yang juga dipersyaratkan allah untuk mereformasi seluruh organisasi, korporasi, maupun bangsa yang tidak sehat ( masjid-masjid haram ) yang ada dimuka bumi untuk dijadikan organisasi, korporasi maupun bangsa yang sehat ( masjid-masjid halal ),yang mampu meng-akses rahmat allah dan meng-akses sebagian kekuasaan allah secara sehat, beritika dan elegan untuk mewujudkan rahmatan lil alamin yang hakiki. ( bukan untuk  menjajah dan menguasi dengan cara haram ),

3.2.2 System management yang adaptive

Syariat islam merupakan system management yang adaptive masuk kesegala system management yang sudah ada, tanpa merusak, bahkan syariat islam akan memperbaiki, menyempurnakan dan akan menyehatkan organisasi anda, sehingga organisasi anda menjadi organisasi yang sehat ( masjid halal ) yang dapat terus tumbuh dan memiliki kemampuan bersaing terhadap organisasi pesaing ( berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan ) yang insyaallah organisasi anda pada gilirannya akan menjadi organisasi yang ditolong allah menjadi organisasi terbaik dan menjadi organisasi pemenang secara local, national, regional maupun international ( to be the world class organization

3.2.3 System untuk menciptakan umat pemenang dan umat terbaik

Syariat islam merupakan system management ( mesin peradaban ) terbaik yang pernah ada disepanjang sejarah peradaban manusia yang didalamnya memiliki kandungan  persyaratan–persyaratan standard yang sangat dinamis, progressive, innovative, akselerative, dan reformative, ( the standard requirements for muslim competitive success ) sehingga syariat islam apabila di-implementasikan dengan baik, benar, tepat guna dan tepat sasaran akan mendorong umat islam untuk memiliki kemampuan berijtihad ( mengembangkan ilmu pengetahuan dan tehnologi ) dan berijma’ ( membuat kesepakatan  )  dalam segala bidang, sesuai bidang keahliannya masing-masing  dalam rangka menyempurnakan secara terus menerus ( unlimited continous improvement ) peraturan-peraturan, undang-undang, standard operating procedure, maupun standard-standard produk atau layanan dengan kualitas tertinggi, terbaik dan sempurna ( highest standard ) yang diperlukan dalam berbisnis yang baik dan halal, sehingga umat islam dapat kemampuan untuk meraih prestasi tertinggi disegala bidang untuk menjadi umat terbaik dan terdepan, sebagaimana telah diteladankan oleh nabi muhammad saw dan pengikutnya

3.2.2 System  yang memudahkan untuk meraih rahmat allah

1) Untuk memberikan kemudahan  umat islam dalam meng-akses rahmat ( surga ) allah, yang luasnya seluas langit dan bumi dalam arti dapat memberikan nilai tambah, melalui  cara berbisnis apapun bisnisnya, apapun organisasinya ( berjama’ah > team work ) sesuai bidangnya, sesuai keahlianya, dan sesuai kemampuannya ( how smart you are ? yang kemudian menjadi takdir ).

2) Untuk memberikan kemudahan umat islam dalam meng-akses sebagian kekuasaan  tuhannya yang paling akbar untuk dijadikan wakil-wakilnya yang hak di muka bumi, dan

3) Untuk memakmurkan ( menyejahterakan ) seluruh organisasi, korporasi, bangsa ( masjid-masjid allah ) itu sendiri, memberikan kepuasan dan kesejahteraan kepada seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder ) dan menjadi berkah untuk masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan misi rahmatan lil alamin.

3.3 Ruang Lingkup Penerapan Syariat Islam

Mengamalkan syariat islam secara kaffah ( menyeluruh ) wajib hukumnya bagi seluruh umat islam sejak di teladankan oleh nabi ahkir zaman muhammad saw hingga ahkir zaman nanti, karena syariat islam merupakan system management yang sangat compatible ( memiliki kecocokan ), applicable ( bisa diterapkan ) dan implementable ( bisa diamalkan atau di operasionalkan ) untuk mengatur ( memanage ) segala ( bidang )urusan   ( bisnis ), dengan domain yang sangat luas seperti bidang-bidang :

1)      Ekonomi dan keuangan ( seperti industry, manufactur, distribusi, perdagangan, perbankan, jasa-jasa pelayanan, restoran, hotel, rumah sakit dll )

2)      hukum ( seperti kepolisian, kejaksaan, kehakiman, lembaga bantuan hukum, natoriat, dan mahkamah agung )

3)      politik ( seperti partai-partai politik, dewan perwakilan rakyat dan majelis permusyawaratan rakyat )

4)      Militer ( angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, badan intelegen dari ketiga angkatan dan pasukan-pasukan elit bentukannya )

5)      Pemerintahan ( seperti pelayanan-pelayanan masyarakat diberbagai birokrasi pemerintahan di seluruh instansi dari lembaga pemerintahan terendah hingga lembaga pemerintahan yang tertinggi )

6)      Lingkungan hidup ( seperti pengelolaan system keselamatan kerja, system keselamatan perjalanan, system keselamatan lingkungan hidup dan alam  dll )

7)      Olah raga ( pengelolaan berbagai bidang cabang olah raga )

8)      Seni dan budaya ( pengelolaan berbagai bidang kesenian, mode dll )

9)      Pendidikan ( pengelolaan lembaga-lembaga pendidikan umum maupun kejuruan terendah hingga tertinggi terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas  )

10)   Iptek ( pengelolaan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dan tehnologi, lembaga-lembaga penelitiaan dan pengembangan, lembaga-lembaga standarisasi produk dan layanan  terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas  )

11)   Lembaga swadaya masyarakat ( LSM ) terkait dengan seluruh bidang-bidang diatas

12)   Dll yang belum disebutkan diatas

3.4 Indikator sukses dalam menerapkan syariat islam

1) Keberhasilan dalam menerapkan syariat islam ( membuktikan kebenaran islam ) akan menjadikan syariat islam ( agama islam ) memiliki daya tarik kembali yang berscala akbar  ( powerfully auto attraction ), sehingga syariat islam menjadi  sangat diminati umat-umat yang lain yang menyebabkan umat manusia  berbondong-bondong masuk ( meng-adopsi ) agama allah kembali, bertaubat ( melalukan perbaikan ), bertasbih ( mengorbit ), mensucikan ( menyempurnakan ) dan memuji ( bersyukur ) hanya kepada ( sesuai syariat ) allah, yang insyaallah kemudian mengantar islam berkibar kembali, go international ( globalisasi ) yang menggelinding mulus dengan sendirinya tanpa ada kekuatan yang dapat menahannya sesuai kehendak allah, menjadi standard global hak yang akan menggantikan standard barat yang digunakan sebagai alat globalisasi versi barat pada sa’at ini.

2) Meng-eliminir dengan sendirinya perpecahan yang di internal umat islam dengan sendirinya sesuai kehendak allah dan allah kembali menyelamatkan ( mempersatukan ) umat islam kembali dalam iman, islam, dan ihksan sebagai ahli sunnah wal jama’ah ( the winning team ) yang hak seiring dengan tegaknya syariat islam dan kebangkitan islam secara permanen.

3.5 Keputusan strategis

Insyaallah menerapkan syariat islam secara baik, benar, kusyuk guna dan kusyuk sasaran di organisasi anda, di korporasi anda, dan di bangsa anda merupakan sebuah keputusanya yang sangat strategis ( smart ), sebagai solusi nyata dalam mengatasi segala permasalah sosial yang nyata ( point 2 ), dan untuk kebaikan organisasi anda sendiri, untuk kebaikan seluruh orang yang ada didalam organisasi anda, untuk lingkungan hidup dan alam disekitar anda, yang insyaallah merupakan kontribusi nyata anda dalam mewujudkan kebangkitan islam yang hakiki dan permanaen.

4. Kesamaan prinsip dengan kebangkitan islam yang pertama

Insyaallah kebangkitan islam jilid II, memiliki kesamaan prinsip ( syariat islam ) dengan kebangkitan islam jilid I, sebagaimana yang telah diteladankan nabi muhammad  saw secara seimbang baik dalam praktik ibadah ( aktivitas ) spiritual maupun praktik ibadah ( aktivitas ) sosial yang nyata ( real social action ) , seperti kita ketahui bersama bahwa nabi muhammad saw bukan saja sebagai figur seorang spiritualis sejati, namun beliau lebih merupakan figur sebagai seorang praktisi kehidupan yang sejati yang sangat luar biasa yang berhasil disegala bidang sesuai perintah ( syariat ) allah , dimana beliau telah dengan sukses menjalankan perannya yang diawali sebagai seorang super business man, sukses sebagai pelatih dan pembina ( pendidik ) sumber daya manusia  dan seorang organisatoris ulung yang dipatuhi dan dikagumi para pengikut ( the winning team ) nya,   kemudian sebagai seorang super CEO yang behasil mereformasi daerah tertinggal yang bernama yastrib menjadi bandar dunia yang madani ( madinah ) atau bandar dunia yang disinari cahaya din ( agama )  islam,  sukses sebagai hakim teragung yang sangat tegas dan adil, sukses sebagai ahli strategy dan panglima perang yang disegani musuh-musuhnya, sebagai politisi yang sukses melakukan deal-deal politik dengan penguasa mekah, sukses sebagai kepala pemerintahan yang bersih dan dicintai rakyatnya, setelah sukses menaklukan kota mekah yang sebelumnya berstatus masjid haram ( kota yang tidak sehat ), dan berhasil mereformasinya menjadi masjid yang sehat atau masjid halal ( kota suci ) yang kemudian menjadi kiblat ( standar suskses ) yang abadi bagi seluruh umat manusia sebagai standard sukses untuk mereformasi dunia hingga ahkir zaman nanti, sebagai pemimpin umat yang memiliki jiwa teragung yang dikagumi umatnya yang namanya tetap akan dikenang dan dikenal manusia hingga ahkir zaman nanti,

Sehingga sebelum masa tugas kenabiannya berahkir beliau telah berwasiat kepada generasi penerus islam yang artinya kurang lebih sbagai berikut :

1)      Telah aku tinggalkan dua pusaka yaitu al qur’an dan hadist apabila kamu mengikutinya niscaya kamu akan selamat ( berjaya )

2)      Sholatlah ( bekerjalah ) kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat ( bekerja )

3)      Akan ku perangi ( kutaklukan ) romawi ( negara-negara barat ) dari dalam rumahku.

Yang menurut hemat penulis ketiga wasiat diatas yang harus dipegang teguh dan menjadi pegangan umat islam kini hingga ahkir zaman nanti untuk meneruskan amanat nabi muhammad saw  yang nota bene juga amanat allah swt, yang telah  sempat tertunda selama sekitar 7 abad sampai hari ini, yang insyaallah di awal 7 abad yang ke 3 umat islam segera memiliki kemampuan untuk bangkit kembali ke garis orbit yang hak ( syariat islam ) untuk memenuhi tugasnya kembali dalam mewujudkan misi rahmatan lil alamin.

5. Kesimpulan

Kunci sukes menerapkan syariat islam

1)      Kemampuaan memahami filosofi dan kerangka kerja syariat islam ( kehendak allah ) dengan baik dan benar ( hak ), sehingga memiliki kemampuan untuk menerapkan syariat islam secara nyata tepat guna dan tepat sasaran sesuai ( bidang bisnis ( business line ) diorganisasi anda ( menolong agama allah ), secara kaffah ( disepanjang aliran proses bisnis ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), dan zuhud ( professional )

2)      Amalkan syariat islam secara diam-diam ( silent competition > perang gerilya ) kemudian apabila sudah memiliki daya saing baru secara terbuka ( free competition ) di organisasi anda masing-masing, hal ini untuk menghindari gangguan dari fihak-fihak yang tidak menginginkan islam bangkit

3)      Dengan penguasaan  ilmu pengetahuan dan tehnologi oleh umat islam ( sumber daya manusia muslim ), penulis sangat yakin islam bisa segera bangkit darimana saja, kapan saja dari diri anda, dari organisasi anda, dari korporasi anda, dari bangsa anda dan seterusnya akan membentuk khilafah besar islam dengan sendirinya sesuai kehendak allah tanpa ada kekuatan yang menghalanginya

6. Sumber Inspirasi

1) Kondisi real umat islam sa’at ini

2) Prinsip-prinsip berbagai system manajemen

3) Prinsip-prinsip kebenaran dalam al qur’an dan hadist

Catatan Penulis

Bagi anda yang ingin meng-copy paste ( mengcopas ) ke blog anda, silahkan saja dan saya sangat appreciate apabila anda  juga mau mencantumkan alamat website saya.

Penulis adalah seorang praktisi manajemen

Iklan

Posted Maret 28, 2011 by agusrwidodo in makalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: