Syariat Islam [ The Standard Requirements For Muslim’s Competitiveness Success ]   Leave a comment

oleh : agusrwidodo

Kiblat ( Success Standard For Every One )

Pendahuluan

Setelah seluruh negara-negara islam terjajah selama berabad-abad, dan digantinya syariat islam dengan syariat penjajah, umat islam telah kehilangan pemahaman terhadap kerangka kerja sistem syariat islam ( sistim pertolongan Allah ) yang merupakan cara menyembah ( menolong agama ) Tuhannya secara baik, benar, tepat guna dan tepat sasaran untuk  menjalankan misinya dalam mewujudkan rahmatan lil alamin hingga, umat islam menjadi umat yang terbelakang dibanding dengan umat-umat yang lain, mengalami mati suri selama berabad-abad ( has experienced entire very long pause power ) yang hingga kini belum mampu bangkit kembali.

Memahami kondisi ini penulis terinspirasi untuk menyajikan konsep kerangka kerja sistim syariat islam, yang merupakan perintah Allah sekaligus merupakan system pertolongan Allah, dan merupakan multi dimensi system, dan merupakan sistim manajemen mutu ( the quality way of life ) yang terbaik dibanding dengan sistim-sistim manajemen manapun yang di klaim buatan manusia, syariat islam telah terbukti pernah mengantar umat islam meraih sukses terakbar yang pernah ada disepanjang peradaban manusia, semenjak diteladankan oleh nabi muhammad dan yang telah mengantar umat islam menjadi umat terbaik dan berhasil memasuki  masa kejayaan ( the golden age ), ketika umat-umat yang lain masih megalami masa kegelapan ( the darkness age )

Insyaallah tulisan ini bisa mengembalikan pemahaman umat islam, dan syariat islam bisa segera diimplementasikan kembali untuk  me-manage atau meng-organize segala bisnis , apapun bisnis dan apapun organisasinya, yang insyaallah bisa segera membawa umat islam untuk bisa segera bangkit kembali, untuk memiliki kemampuan bersaing secara kompetitive dan elegan dengan umat-umat yang lain, yang isyaallah pada  gilirannya mampu mengantar umat islam menjadi umat yang terbaik kembali di muka bumi,   walaupun dalam kondisi persaingan global yang sangat-sangat super kompetitive, dan sangat sangat berat diera globalisasi versi barat ini,  segeralah minta pertolongan kepada ( sistim pertolongan ) Allah, sesuai sumpah, seruannya dan janji Allah dalam firmannya :

Demi (buah ) Tin dan (buah) Zaitun,dan demi bukit Sinai,dan demi kota (Mekah) ini yang aman,sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya ( sesuai fitrah Tuhannya ), kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka ), kecuali orang-orang yang beriman ( to think smart and believe it ), dan mengerjakan amal saleh ( to do work smart ), maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya ( $ustain Growth ), maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu ? bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya. ( QS At Tiin [95]: 1-8 )

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta, maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. ( QS. Al Al Aadiyaat [100]: 1-11 )

Hai orang yang berselimut ( hawa nafsu  ) , bangkitlah, lalu berilah peringatan , dan Agungkanlah ( syariat )Tuhanmu, dan bersihkanlah ( sucikan ) pakaianmu, dan tinggalkanlah perbuatan dosa   ( menyembah berhala ) mu, Janganlah kamu memberi  ( dengan maksud ) memperoleh   ( balasan ) yang lebih banyak. ( QS Al Muddatstsir [74]: 1-6 )

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman mengerjakan amal saleh, dan Nasihat menasihati supaya mena’atikebenaran, dan Nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran , ( QS Al Ashr [103]: 1-3 )

Dan masa (  kejayaan dan kehancuran  ) itu Kami pergilirkan di antara manusia ( Agar mereka mendapat pelajaran ) dan bagaimana Allah dapat membedakan  antara, orang-orang yang beriman, dan orang-orang kafir , dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim ( kafir ) “, ( QS Ali Imran [3]:140 )

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan  ( meet to the requirements of ) Allah  , maka sesungguhnya waktu ( yang dijanjikan ) Allah itu pasti datang, dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, dan  barang siapa yang berjihad , maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam, dan orang-orang yang beriman , dan beramal saleh,  benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 2-7 )

Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh ( work smart ) bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka Agama ( the standard qualty way of life ) yang Telah diridai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku, dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.( QS An Nuur  [24]: 55 )

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda ( Kekuasaan ) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar, dan Apakah Tuhanmu tidak cukup ( bagi kamu ) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ? ( QS Fushshilat  [41]: 53 )

Maka hadapkanlah wajahmu ( jiwamu ) dengan lurus kepada agama    ( syariat Allah ),  ( tetaplah atas ) fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, dan tidak ada perubahan pada fitrah Allah. ( Itulah ) Agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ,  ( QS Ar Ruum [30]: 30 )

1.   Kiblat ( Success Standard For Every One )

Kiblat atau ka’bah merupakan bukti nyata betapa sangat profesionalnya nabi muhammad dalam menjalankan perintah ( syariat ) Allah dalam menaklukan dan mereformasi masjid haram ( kota yang tidak sehat ) menjadi masjid halal ( kota yang sehat atau kota suci ), sehingga Allah berkenan melimpahkan rahmatnya di kota mekah ( mekah al mukaramah ) secara berkelanggengan, bertambah terus ( sustain growth ), insyaallah  hingga ahkir zaman nanti, dengan tanpa harus mengorbankan integritas diri, keluraga, organisasi, perusahaan, bangsa dan agama islam, yang kemudian Allah menetapkannya sebagai standar sukses ( kiblat ) yang hak dan abadi bagi seluruh umat manusia hingga ahkir zaman nanti, untuk diadopsi oleh seluruh umat manusia untuk mereformasi masjid-masjid haram yang ada diseluruh muka bumi menjadi masjid masjid halal ( organisasi, perusahaan maupun negara yang sehat ), agar bisa tumbuh disegala bidang dengan sangat produktive, dramatik dan signifikan, untuk bebaikan anda, kebaikan organisasi anda, dan kebaikan untuk seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder ), sebagaimana telah diteladankan oleh nabi muhammad terhadap kota mekah sebagai cara yang nyata dalam mewujudkan rahmatan lil alamin, sebagaimana firman Allah :

Dan berjihadlah kamu pada jalan ( system ) Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya ( persisten ), dan Dia telah memilih kamu, dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama ( system ) suatu kesempitan,  maka ( Ikutilah ) agama orang tuamu Ibrahim. dan Dia ( Allah ) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan ( begitu pula ) dalam ( Al Qur’an ) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi ( model sukses ) atas dirimu ,  dan Supaya kamu semua menjadi saksi   ( model sukses ) atas segenap manusia,  Maka dirikanlah sholat ( dirikan lapangan pekerjaaan ), Tunaikanlah zakat ( Tunaikan tanggung jawab sosial  ), dan Berpeganglah kamu pada tali ( the professional  system for getting help of ) Allah, Dia adalah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong “. ( QS. al-Hajj [22] : 78 )

Dan sebagaimana sabda rasulullah  kepada para pengikutnya ( generasi penerusnya ) yang berbunyi  :

Sholatlah ( bekerjalah ) kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat ( bekerja )” (HR Bukhari)

2.   Apa kata Allah ketika menurunkan Al Qur’an  ?

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al Qur’an ) pada malam kemuliaan, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  yaitu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk “ mengatur segala urusan  (  To organize all areas of business, dalam arti apapun bisnisnya dan apapun organisasinya ) “, dan malam itu ( penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ( QS Al Qadr [97]: 1-5 )

 

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al kitab (Al Qur’an), dan dirikanlah sholat ( dalam arti : diirikanlah  lapangan pekerjaan atau bisnis atau organisasi atau perusahaan atau negara ), sesungguhnya sholat ( beramal soleh atau bekerja dengan ilmu atau work smart atau bekerja secara professional  ) itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar ( perbuatan yang tidak terpuji dan tidak memberikan nilai tambah ), dan sesungguhnya mengingat ( bekerja sesuai persyaratan-persyaratan ) Allah  adalah lebih besar ( utama dari ibadah-ibadah yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 45 )

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah ( Al Qur’an ), dan mendirikan sholat ( mendirikan lapangan kerja atau bisnis atau organisasi atau korporasi atau bangsa ) dan menafkahkan ( menginvestasikan ) sebahagian dari rezeki ( dalam arti jiwa, raga, maupun harta ) yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam ( silent competition ) dan terang-terangan ( free competition ), mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi ( profitable business ). ( QS Fathir [35]: 29 )

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah ( ikuti $yariat ) Aku, dan dirikanlah sholat ( dirikan lapangan kerja > apapun organisasinya dan apapun bisnisnya ) untuk mengingat Aku. ( QS Thaha [20]: 14 )

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus ( dengan-Aku ). ( QS Al Kautsar [108]: 1-3 )

Mengingat Allah yang benar ( hak ) dan menegakan agama Allah yang benar adalah dengan mendirikan sholat atau mendirikan masjid, dalam arti mendirikan bisnis, apapun bisnisnya dan apapun organisasinya, korporasinya dan bangsanya  yang dikelola atau di-organize sesuai syariat ( requirements ) Allah,  adapaun bisnis bisnis yang dapat dikelola atau di-organize dengan syariat islam, tujuannya untuk dapat mendatangkan rahmat ( surga ) Allah, yang luasnya seluas langit dan bumi,  meliputi banyak bidang bisnis dan profesi dengan domain yang sangat luas disegala aspek kehidupan antara lain :

Ekonomi  :

1) Industri, 2) Manufaktur, 3) Distribusi, 4) Perdagangan, 5) Banking

Pelayanan publik :

1) Hotel, 2) Restoran, 3) Tempat hiburan, 4) Rumahsakit

Polkamkum

1) Politik, 2) Keamanan ( Militer), 3) Hukum

Pemerintahan

1) Birokrasi pemerintahan, 2) Lembaga Swadaya Masyarakat, 3 ) Keselamatan Kerja & Keselamatan Perjalanan, 4) Pendidikan, 5 ) Olah Raga, 6) Seni dan Budaya, 7) Media Cetak, Media Penyiaran, Media electrinic, Lembaga Ilmu Pengetahuan dan tehnologi, 9 ) Lembaga standarisasi Produk dan Layanan, dan 10)  many more

Inilah yang dimaksud dengan menegakan tiang agama Allah, dan yang dimaksud dengan masuk islam secara kaffah ( menyeluruh ) yang tidak ada satu bidangpun yang tidak dikelola dengan syariat islam, jangan sampai setan  masuk mengambil alih pengelolaan tersebut diatas, beriman dan bertaqwalah kepada Allah, mohon lah pertolongan kepada ( system pertolongan ) Allah, sebagaimana firrman Allah dan sabda rasulullah seperti berikut ini :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara  kaffah ( menyeluruh ), dan Janganlah kamu turut langkah-langkah setan ( menyembah selain Allah ), sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. ( QS Al Baqorah [2]: 208 )

Sesungguhnya masjid ( Organisasi, Korporasi, Bangsa ) Yang Didirikan Atas Dasar Takwa (  Good Corporate Governance   ), Sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang ( bekerja sesuai syariat Allah atau bekerja dengan ilmu atau working smart atau bekerja secara professional ) di dalam, dan didalamnya ada orang-orang yang  ingin membersihkan diri ( menghilangkan seluruh activitas yang tidak memberikan nilai tambah ), dan Allah menyukai orang-orang yangbersih ( memiliki integritas ) ( QS At Taubah  [9]: 108 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

Mohonlah pertolongan ( follow to the requirements of  ) Allah dengan sholat ( working with knowledge or work smart or work professionally ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada profesinya, fungsinya, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( compaly ) kepada-( to the requirements )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah ( menyimpang ), dan setiap bid’ah  adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi, hadits hasan shahih].

3. Apa amanah Allah yang didelegasikan kepada nabi muhammad dan seluruh umat manusia.

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu ( Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta ( pertanggung jawaban ) tentang penghuni-penghuni neraka. ( QS Al Baqarah [2]: 119 )

Kami tidak ( hanya ) mengutus kamu ( muhammad ), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui  ( ? ). ( QS Saba [34]: 28 )

Tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk ( menjadi ) rahmat bagi semesta alam. ( QS Al Anbiyaa [21]: 107 )

4. Bagaimana umat islam dapat memenuhi perintah ( syariat ) Allah ?

Setiap muslim tentulah ingin memiliki kemampuan untuk melaksanakan perintah ( syariat ) Allah ( sesuai Al Qur’an dan Sunnah Rasulnya ) dengan baik dan benar, tepat guna dan tepat sasaran, untuk menegakkan agama ( syariat ) Allah dan untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin, dengan cara beractivitas secara spiritual maupun aktivitas sosial yang nyata dalam semua urusan, dalam arti  apapun bisnisnya dan apapun organisasinya sesuai syariat ( ketemu ) Allah, yang insyaallah Allah kemudian berkenan menolong umat islam menjadikan umat yang sangat produktive yang mampu tumbuh disegala bidang secara dramatik dan signifikan, yang memiliki kemampuaan bersaing dengan umat-umat yang lain secara kompetitive, untuk menjadi umat pemenang dan menjadi umat terbaik dan menjadi wakilnya ( khalifahnya ) yang hak yang berkuasa dimuka bumi sesuai firmannya :

Hanya kepada Engkaulah  kami  menyembah  dan Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan  ( QS Al Fatihah : 1: 5 )

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong ( agama ) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ( QS Muhammad [47]: 7 ) 

5. Bagaimana seharusnya umat islam beribadah kepada Allah ?

Dalam beribadah kepada Allah mempunyai dua pengertian yaitu beribadah ( aktivitas ) secara spiritual dan beribadah ( aktivitas ) secara sosial yang nyata ( real social action ) yang keduanya tidak bisa dipisahkan antara aktivitas yang satu dengan aktivitas yang lainnya.

5.1 Bagaimana melaksanakan ibadah ( aktivitas ) spiritual sesuai 5 pilar rukun islam ?

Bertujuaan untuk mengembangkan kemampuan spritual  dan memiliki modal spiritual baik agar bisa merealisasikan dengan baik kemampuan bathiniah menjadi kenyataan yang dengan sesuai 5 pillar rukun islam yaitu :

1) Syahadat,

Mengucapkan kalimah syahadat, tiada Tuhan selain Allah dan nabi muhammad adalah utusan Allah

2) Sholat

Menjalankan sholat lima kali sehari,

3) Zakat

Mengeluarkan zakat bagi yang telah mencapai nisabnya,

4) Puasa

Berpuasa 30 hari di bulan ramadhan, dan

5) Haji

Berziarah ketanah suci bagi mereka yang telah mampu

5.2 Babagimana melaksanakan ibadah ( aktivitas ) sosial secara nyata ( real social action )  sesuai kerangka kerja syariat islam

Bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, keadilan sosial dan kedamaian sosial untuk seluruh umat manusia dan untuk mewujudkan misi rahmatan lil alamin melalui cara bermu’amallah disegala ( bidang ) aktivitas , apapun bisnisnya dan apapun organisasinya hanya  sesuai dengan perintah ( syariat ) Allah, dalam menciptakan nilai tambah ( untuk mendapatkan rahmat allah yang luasnya seluas langit dan bumi ), secara adil, halal, berkah dan diridhoi allah tanpa harus mengorbankan harga diri ( integritas ) , keluarganya, organisasinya,perusahaannya, maupun bangsanya ( pemerintahannya ).

Ibadah sosial dilaksanakan sesuai perintah Allah ( Al Qur’an ) yang telah diformulasikan oleh nabi Muhammad SAW menjadi kerangka kerja sistim syariat islam ( the standard requirements of muslim competitiveness success ) yang kontennya merupakan sebuah aliran proses bisnis : iman ( input ) > islam ( transformasi ) > ihksan ( output ) dimana :

 5.2.1 Iman ( Input )

Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada ( hati ) orang-orang yang diberi ilmu (  knowledge ) , dan tidak ada yangmengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.( QS Al Ankabut [29]: 49 )

Input yang dimaksud adalah merupakan sebuah rencana tindakan atau rencana bisnis atau rencana perusahaan, atau rencana strategis yang berbasis pada 6 pillar rukun iman yaitu :

1) Beriman kepada Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu membangun visi ( mimpi ) yang dapat menggerakkan spirit seluruh orang-orang yang ada didalam organisasi , untuk bisa menjalankan perintah Allah, dan agar bisa meng-akses nilai tambah atau rahmat ( surga ) Allah yang luasnya seluas langit dan bumi secara optimal, bekelanggengan, bertambah terus ( sustain growth ), untuk memakmurkan organisasi anda dan untuk memakmurkan seluruh orang-orang yang ada didalam organisasi ( filosofi masjid )

Tiada Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah ( mengikuti syariat )-Ku ( QS Adz Dzaariyaat [51]: 56 )

Apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar ( the world class organzation, the world class corporation, dan the world class nation  ), sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri ( diberi balasan ). ( QS Al Insan [76]: 20-22 )

Sesungguhnya dia ( Muhammad ) telah melihat Jibril itu (dalam bentuk yang asli) pada waktu lain, yaitu ketika di sidratul muntaha ( ketika Dia dimi’rajkan ), ketika disidratul muntaha ia diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatan ( visi Muhammad ) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampaui, sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda kekuasaan ( power ) Tuhannya yang paling besar ( akbar ). ( QS Al-Najm : 13-18 )

2) Beriman kepada malaikat-malaikat Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu membangun misi dan membangun sebuah team pemenang ( the winning team ) sesuai kebutuhan organisasi, sesuai kebutuhan kompetensi ( job kualifikasi,sesuai fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya ) untuk mewujudkan visi organisasi menjadi kenyataan, sesuai perintah Allah, sebagaimana malaikat-malaikat Allah bekerja dengan ta’at apa yang diperintahkan tuhannya.

( Ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari Sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya berfirman ), bukankah Aku ini Tuhanmu ?  mereka menjawab, betul ( Engkau Tuhan kami ), kami menjadi saksi, ( Kami lakukan yang demikian itu ) agar di hari kiamat ( in future ) kamu tidak mengatakan, sesungguhnya kami ( bani Adam ) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini ( keesaan Tuhan ) ( QS Al A’raaf [7]: 172 )

Ingatlah, Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya  Aku hendak menjadikan manusia khalifah ( wakil Allah ) dimuka bumi, mereka ( para malaikat ) bertanya,  mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah) di bumi ?, karena manusia itu hanya akan membuat kerusakan di bumi dan membuat pertumpahan darah, padahal kami senantiasa  ” bertasbih “ dengan ” memuji “  dan ” menyucikan “ ( sesuai syariat )  Engkau, Tuhan berfirman, sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui . ( QS Al Baqorah [2]: 30 )

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang Ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah, dan Mereka mentasbihkan ( syariat )-Nya, dan hanya kepada ( syariat) -Nya lah mereka bersujud ( bekerja sesuai perintah Allah ). ( QS Al A’raaf : 7. 206 )

Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa  yang diperintahkan ( QS At Tahrim : 66. 6 )

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu ( Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta ( pertanggung jawaban ) tentang penghuni-penghuni neraka. ( QS Al Baqarah [2]: 119 )

Kami tidak ( hanya ) mengutus kamu ( muhammad ), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui  ( ? ). ( QS Saba [34]: 28 )

Tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk ( menjadi ) rahmat bagi semesta alam. ( QS Al Anbiyaa [21]: 107 )

Rasulullah SAW bersabda, jiwa-jiwa manusia adalah tentara yang terlatih,   jiwa-jiwa yang saling mengenal akan saling menyayangi ( solid as team to run the mission) , jiwa-jiwa yang tidak saling mengenal akan saling bertentangan.  ( HR Bukhari-Muslim-Ahmad )

3) Beriman kepada kitab-kitab Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki pedoman kerja menyeluruh yang dibangun  menjadi sebuah “standard operating prosedur” lengkap sesuai bisnis yang anda geluti ( apa yang anda tulis harus dikerjakan dan apa yang kerjakan harus ditulis ) dan sesuai dengan sistim yang ada disepanjang aliran proses iman, islam, dan ihsan yang harus dijalankan secara kaffah ( menyeluruh ), istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ), zuhud ( professional )  yang  berbasis pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulnya

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( Al Qur’an ) pada malam kemuliaan, Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? yaitu malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan ( quantum values ), pada malam itu turun malaikat-malaikat, dan Malaikat Jibril dengan Izin Tuhannya,  untuk : Mengatur ( memanage ) segala urusan ( bisnis ), dan malam itu ( penuh ) kesejahteraan sampai terbit fajar.( QS Al Qadr [97]: 1-5 )

Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat, maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling dari padanya ?, Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling. ( QS Al-An’am [6] : 157 ) 

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab ( yang diturunkan sebelumnya ), dan Batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. ( QS Al-Ma’idah [5] : 48 )

4) Beriman kepada nabi-nabi Allah

Orang yang beriman dan bertaqwa harus bertindak sesuai dengan standards operating prosedur, sesuai dengan perintah Allah ( Al Qur’an ) dan Sunnah ( rasulnya ) sebagaimana model kepemimpinan yang telah diteladankan oleh nabi-nabi Allah

( Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sembahyang ( lapangan kerja, organisasi, perusahaan, maupun negara ), dan menunaikan zakat ( menunaikan tanggung jawab sosialnya ), menyuruh ( mengerjakan ) berbuat yang makruf, dan mencegah ( melarang ) dari perbuatan yang mungkar, dan kepada ( syariat  ) Allah-lah kembali segala urusan.  ( QS Al Hajj [22]: 41 )

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah ( syariat ) Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk  mengerjakan kebajikan ( strategic plan  ), mendirikan sembahyang ( mendirikan lapangan pekerjaan atau organisasi, perusahaan, atau negara ), dan Menunaikan zakat ( establish corporate social responsibility ), dan hanya kepada ( syariat ) Kami lah mereka selalu menyembah, ( QS Al Ambiyaa [21]: 73 )

Berapa banyak nabi yang berperang ( berkompetensi ) bersama-sama mereka sejumlah besar dari  pengikut (nya) yang bertakwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan ( syariat ) Allah, dan tidak lesu dantidak (pula) menyerah  kepada musuh dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. ( QS Ali Imran [3]: 146 )

5) Beriman kepada hari kemudian

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki sasaran dan target masa depan yang jelas baik untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sesuai rencana bisnis yang yang digeluti di organisasi anda, secara specific ( produk atau layanan ), measureable ( terukur ), achieveable ( bisa dicapai ) , realistic ( wajar ), dan time table ( terjadwal dengan baik )

Apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar ( the world class organzation, the world class corporation, dan the world class nation  ), sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri ( diberi balasan ). ( QS Al Insan [76]: 20-22 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

6) Beriman kepada takdir Allah

Orang-orang beriman dan bertaqwa kepada taqdir Allah harus realistis menerima apapun hasilnya yang diberikan Allah yang tentunya  sesuai kemampuan ( kontribusi ) nya masing  atau tergantung pada how smart you are ? )

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya ( kapasitasnya, kompetensinya, dan kontribusinya ), Ia mendapat pahala ( dari kebajikan ) yang diusahakannya dan Ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ( QS Al Baqarah [2]: 286 )

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya  Dia akan melihat (balasan) nya pula. ( QS Al Zalzalla [99]: 7-8 )

Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanyadengan balasan ( reward ) yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan(segala sesuatu), ( QS An Najm [53]: 39-42 )

5.2.2 Islam ( Transformasi )

Iman bukanlah angan-angan belaka, yang hanya bersemayam didalam dada (  hati  ), dan iman yg benar harus diwujudkan ( direalisikan ) dalam bentuk tindakan nyata ( real social action ). ( HR Ad Dailami )

Transformasi adalah merupakan sebuah tindakan atau action untuk mentranformasi input menjadi output yang berbasis pada 5 pillar filosofi rukun iman yaitu :

1) Filosofi Syahadat

Orang beriman dan bertaqwa harus memiliki komitmen yang kuat ( kontrak sukses ) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai rencana bisnisnya, sesuai perintah Allah dan sesuai apa yang telah diteladankan oleh rasulnya muhammad

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku  hanyalah untuk ( mengikuti syariat ) Allah, Tuhan semesta alam, ( QS Al An Naam [6]: 162 )

2) Filosofi Sholat

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus bersedia beramal sholeh atau bekerja dengan ilmu atau work smart atau bekerja secara professional sebagaimana telah diteladan kan oleh nabi muhammad dan oleh orang yang pertama-tama beriman.

Perintahkanlah kepada keluarga ( kerabat, karyawan, dan rakyat ) mu, supaya mengerjakan sholat ( work smart ), dan ,bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, dan Kami tidak meminta kamu mengejar rezeki, dan Kami lah yang memberi rezeki kepadamu ( prinsip professionalisme ) sebagai akibat ( kemenangan ) yang terahkir bagi orang yang bertakwa. ( QS Thaahaa [20]: 132 )

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi diridai-Nya.maka Masuklah ke dalam jama’ah  ( the winning team )hamba-hamba-Ku,dan Masuklah ke dalam surga-Ku.( QS Al Fajr : 89. 27-30 )

Diwajibkan atas kamu berperang ( berkompetisi  ), padahal berperang ( berkompetisi ) itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 216)

Mohonlah pertolongan ( ikutilah persyaratan-persyaratan Allah ) dengan sholat ( bekerjanya orang berilmu ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada fungsi, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( persyaratan-persyaratan   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( ketemu ) kepada-( persyaratan-persyaratan )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Bagi tiap-tiap umat ada kiblat ( standard ) nya, ( masing-masing) yang ia menghadap kepada-Nya, maka berlomba-lombalah ( berkompetisilah ) kamu( dalam berbuat) kebaikan, dan di mana saja kamu berada pasti Allah, akan mengumpulkan kamu sekalian ( pada hari kemudian ), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS Al Baqarah [2]: 148 )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ( QS At Taubah [9]: 105 )

Hai manusia, apabila kamu telah bekerja dengan  sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,maka pasti kamu akan menemui-Nya. ( QS Al Insyiqaaq [84]:

3) Filosofi Zakat

Orang-orang beriman harud memiliki kemampuan untuk saling memberdayakan ( tolong menolong ) diantara umat islam yang tentunya sesuai kapasitasnya, sesuai fungsi, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing  agar dapat berkolaborasi secara auto jama’ah atau auto aktivitas  melalu kerjasama yang baik seimbang untuk bisa menjadi umat pemenang dan umat yang terbaik.

Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian dari mereka (adalah) Menjadi penolong ( pemberdaya ) bagi sebahagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf , dan mencegah ( melarang ) dari yang mungkar, dan mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada ( Perintah ) Allah, dan ( $unnah ) Rasul-Nya, Mereka akan diberi rahmat( surga ) oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS At Taubah [9]: 71 )

Sesungguhnya masjid ( Organisasi, Korporasi, Bangsa ) Yang Didirikan Atas Dasar Takwa (  Good Corporate Governance   ), Sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang ( bekerja sesuai syariat Allah atau bekerja cerdas atau working smart ) di dalam, dan didalamnya ada orang-orang yang  ingin membersihkan diri ( menghilangkan seluruh activitas yang tidak memberikan nilai tambah ), dan Allah menyukai orang-orang yangbersih ( memiliki integritas ) ( QS At Taubah  [9]: 108 )

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ( dalam arti organisasi atau korporasi atau negara ) ialah orang-orang yang beriman kepada ( syariat )Allah dan hari kemudian ( future day ), serta mendirikan sholat dan menunaikan zakat ( mendirikan lapangan pekerjaan dan menunaikan tanggung jawab sosial ), dan tidak takut ( kepada syariat siapa pun ) selain kepada ( syariat islam ) Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan yang mendapat petunjuk. ( QS At Taubah [9]: 18 )

Rasulullah SAW bersabda, Orang islam, antara Satu dengan yang lainnya, Tak ubahnya bagaikan Satu bangunan yang kokoh yang Bagian-bagianya ( satu sama yang lainnya ) Saling menopang.( HR Muttafaq Alaih )

Perumpamaan kaum mukminin dalam kasih sayang dan Belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh,  Jika Satu bagian merasa sakit seluruh tubuh akanTerjaga  ( tidak bisa tidur )  karena Merasakan demam seluruh tubuh. ( HR Bukhari-Muslim )

4) Filosofi Puasa

Orang-orang beriman harus mampu menahan nafsunya bekerja secara disiplin, jujur, bertanggung jawab dari apa yang telah dilakukannya untuk menjaga interitas dirinya, keluarganya, organisasinya, perusahaannya, bangsanya, dan agamanya

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ( Terpelihara). ( QS Al Baqorah [2]: 183 )

Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir, dan ta’atilah( Al Qur’an ) Allah ( dan ( sunnah ) Rasulnya, supaya kamu diberi rahmat, dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ( QS Ali Imran [3]:131-134 )

Hai orang-orang yang beriman peliharalah, dirimu dan keluargamu dari api neraka yang Bahan bakarnya adalah manusia dan batu dan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai  Allah terhadap apa yang diperintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-nya. ( QS At-Thariim [66]: 6 )

Didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali ( ke jalan  Allah ) yang selalu Memelihara ( semua peraturan-peraturan-Nya ). ( QS Qaaf : 50. 31-32 )

5) Filosofi Haji

Sempurnakanlah ibadahmu dengan haji dan umrah karena Allah. ( QS Al Baqarah [2]: 196)

Demi jiwa serta penyempurnaannya ( ciptaannya ) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, ( Jiwa ) kefasikan, dan ( Jiwa ) ketakwaan, beruntunglah orang yang menyucikan ( jiwanya ) nya, dan merugilah orang yang Mengotori ( jiwanya ) nya .   ( QS Asy Syam [91]:  7-10 )

Orang-orang beriman harus mampu berubah dengan melakukan perbaikan terus menerus tanpa batas untuk menyempurnakan ibadahnya kepada allah yang terdapat dalam perintahnya dalam filosofi siklus haji,  seperti  :

a) Tawaf ( Plan )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus memiliki rencana kerja ( nazar ) atau work plan  ( Plan ) sesuai rencana busines, standard operating procedure dan sesuai persyaratan-persyaratan Allah atau standard-standard yang berlaku   ),

Kemudian hendaklah  mereka menghilangkan kotoran yang  ada pada badan mereka, dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar ( rencana-rencana kerja ) mereka, dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang  tua ( persyaratan-persyaratan standard yang telah ditetapkan Allah ) itu. ( QS Al Hajj [22]: 29 )

Maka persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari, Kuda-kuda yang ditambat untuk berperang  ( berkompetisi ),  Agar dengan ( persiapan itu ) kamu akan menggentarkan musuh Allah, musuh ( kompetitor ) kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya ( dirugikan ). ( QS An Anfaal [8]: 60 )

b) Sa’i ( Do )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu dan mau bekerja ( Do ) dalam menjalankan fungsi, tugas dan tanggung jawab yang sudah disepakati secara professional

Perintahkanlah kepada keluarga ( kerabat, karyawan, dan rakyat ) mu, supaya mengerjakan sholat ( work smart ), dan ,bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, dan Kami tidak meminta kamu mengejar rezeki, dan Kami lah yang memberi rezeki kepadamu ( prinsip professionalisme ) sebagai akibat ( kemenangan ) yang terahkir bagi orang yang bertakwa. ( QS Thaahaa [20]: 132 )

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi diridai-Nya.maka Masuklah ke dalam jama’ah ( the winning team ) hamba-hamba-Ku,dan Masuklah ke dalam surga-Ku.( QS Al Fajr : 89. 27-30 )

Diwajibkan atas kamu berperang ( berkompetisi  ), padahal berperang ( berkompetisi ) itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 216)

Mohonlah pertolongan ( ikutilah persyaratan-persyaratan Allah ) dengan sholat ( bekerjanya orang berilmu ) dan sabar ( mengerjakannya ) dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk ( fokus pada fungsi, tugasnya dan tanggung jawabnya ) ,(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui ( persyaratan-persyaratan   ) Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali ( ketemu ) kepada-( persyaratan-persyaratan )-Nya. ( QS Al Baqarah [2]: 45-46 )

Bagi tiap-tiap umat ada kiblat ( standard ) nya, ( masing-masing) yang ia menghadap kepada-Nya, maka berlomba-lombalah ( berkompetisilah ) kamu( dalam berbuat) kebaikan, dan di mana saja kamu berada pasti Allah, akan mengumpulkan kamu sekalian ( pada hari kemudian ), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ( QS Al Baqarah [2]: 148 )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada ( Allah) yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ( QS At Taubah [9]: 105 )

Hai manusia, apabila kamu telah bekerja dengan  sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,maka pasti kamu akan menemui-Nya. ( QS Al Insyiqaaq [84]: 6 )

c) Wukuf ( Check )

Orang-orang yang beriman dan bertaqwa harus senantiasa melakukan check and receck ( Check ) untuk mengetahui apakah hasil kerjanya telah sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan  ), dan

Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukurannya ( standardnya ).( QS AL Qamar [54]: 49 )

(Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara, matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca ( keadilan ), supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca ( standar ) itu, tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca  ( standard ) itu, Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya), di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya, maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? ( QS Ar Rahman [55]: 1-13 )

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, setelah ( diciptakan ) dengan baik, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap.dan Sesungguhnya rahmat ( surga ) Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al A’raaf [7]:56)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah ( Al Qur’an ), dan Rasul  ( Sunnahnya ) dan (juga ) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu , sedang kamu mengetahui. ( QS An Anfal [8]: 27 )

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah ( Al Qur’an ), dan taatilah Rasul ( Sunnah ), dan taatilah ulil amri (  standard operating procedure ) di antara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka  kembalikanlah ia Kepada Allah ( Al Qur’an ) dan Rasul ( Sunnahnya ), jika kamu benar-benar beriman kepada ( standar ) Allah dan hari kemudian ( better future ),yang demikian itu lebih utama ( bagimu ), dan lebih baik akibatnya. ( QS An-Nisaa [4]: 59 )

d) Jumrah ( Action )

Orang-orang beriman dan bertaqwa harus mampu melakukan koreksi  ( corrective Action ) terhadap temuan atau penyimpangan atau ketidak sesuaian terhadap standar-standar yang berlaku dan telah ditetapkan secara halal and dan senantiasa mau dan mampu melakukan  perbaikan-perbaikan ( improvements Action )  agar dapat meraih prestasi terbaik ( the best performance )

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada ( syariat ) Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya . ( QS Al A’raaf  [7]: 201 )

Aku hendak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu ( setan ) itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yangdiberi rahmat oleh Tuhanku, sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  ( QS Yusuf : 12. 53 )

Kecuali orang-orang yang bertobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada ( syatem syariat ) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah, maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman, pahala yang besar. ( QS An Nisaa [4]: 146 )

 5.2.3 Ihsan ( Output or Outcome or hasil yang sempurna )

Output adalah hasil kerja umat islam yang berbasis pada ke ihksanan ( kesempurnaan atau incredible transformation ) yaitu mencapai :

1) Kualitas terbaik ( Best Quality )

Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dan bersujud kepadanya, maka seluruh malaikat itu bersujud semuanya kecuali iblis, dia menyombongkan diri dan dia ( mereka ) adalah termasuk orang-orang yang kafir. ( QS Saad [38]: 72-74 )

2) Waktu terbaik ( Best Time )

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman ( who think smart ) dan mengerjakan amal saleh ( who work smart ), dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. ( QS Al Ashr [103]:1-3 )

3) Beaya terbaik ( Best Cost or very efficience )

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui ( meet to the requirements of ) Allah , berkata , berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah beserta orang-orang yang sabar. ( QS Al Baqarah [2]: 249 )

6. Anjuran ber-amar ma’ruf nahi mugnkar untuk berubah ( changing ) untuk menjadi yang terbaik

Bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. sesungguhnya, Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri , dan Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang sanggup menolaknya, dan  Sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( QS Ar Ra’d [13]: 11 )

Untuk bisa terus mengadakan perubahan untuk meningkatkan kesempurnaannya dalam beribadah kepada Allah dan untuk meraih prestasi yang tertinggi, sesuai anjuran Allah kepada seluruh umat islam untuk terus ber amar ma’ruf nahi mungkar yang berkaitan dengan sistem yang ada disepanjang aliran bisnis yang ada di organisasi, dimana :

6.1 Amar ma’ruf

Merupakan sebuah aktivitas untuk meng-optimalkan ( meningkatkan ) secara terus menerus seluruh aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah ( added value activity ) yang ada disepanjang aliran proses bisnis iman ( input ), islam ( transformasi ), dan ihksan ( out put ) melalui cara ber- ijma’ yang dilakukan oleh para ulama di bidang bisnisnya masing-masing, dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi ( yang berbasis pada ilmu-ilmu allah atau hukum alam atau sunnatullah ), untuk dapat meningkatan dan menetapkan standarisasi-standarisasi, seperti standarisasi sistem manajemen kualitas, standarisasi produk dan layanan, standarisasi undang-undang, standarisasi peraturan-peraturan, dalam rangka mengadakan standard-standard yang tertinggi yang sah dan halal, dalam melalukan berbisnis disegala bidang, yang sehat yang sangat dirahmati Allah, dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan secara professional, dan dalam rangka untuk meraih prestasi yang tertinggi ( high performance ) untuk bisa bersaing secara sehat dan kompetitive dengan organisasi-organisasi lain.

Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan  ( meet to the requirements of ) Allah  , maka sesungguhnya waktu ( yang dijanjikan ) Allah itu pasti datang, dan Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui, dan  barang siapa yang berjihad , maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri, sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam, dan orang-orang yang beriman , dan beramal saleh,  benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka, dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. ( QS Al Ankabut [29]: 2-7 )

6.2 Nahi mungkar

Dari mana saja kamu keluar, ( apapun fungsi, tugas dan tanggung jawab kamu, apapun bisnis kamu, dan apapun organisasi kamu  ) palingkanlah wajah ( jiwa ) mu ke arah masjidil haram ( identifikasi dan eliminir seluruh aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah yang ada di sepanjang aliran proses bisnis yang ada di organisasi anda ), dan dimana saja kamu (sekalian) berada,( apapun bangsa, bahasa, warna kulit kamu), maka palingkanlah wajah ( jiwa ) mu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang lalim di antara mereka, maka janganlah kamu takut  kepada ( Syariat ) mereka ,tetapi takutlah kepada  ( Syariat )-Ku, agar kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. ( QS Al baqarah [2]: 150 )

Merupakan sebuah aktivitas untuk menghilangkan ( meng-eliminir ) seluruh aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah atau kemunkaran ( non value added activity ) yang ada disepanjang proses bisnis iman, islam, dan ihksan yang ada diorganisasi anda untuk meraih tingkat nol mungkar ( good attitude atau good karakter ), nol salah ( zero reject ) , nol mubazir ( zero wastes ), nol kecelakaan kerja ( zero accident ), nol keluhan ( zero complaint ) , nol resiko ( zero risk ), dan anti salah ( mistake proofing ), untuk mencapai kesempurnaan sesuai syariat Allah, insyaallah yang menyebabkan umat islam disayangi ( ditolong ) Allah dan Allah berkenan melimpahkan rahmat-Nya kepada umat nya yang benar-benar beriman, bertakwa,  dan terus beramal sholeh ( work smart )  secara kaffah ( menyeluruh, istiqomah ( konsisten ), jihad ( persisten ) dan zuhud ( professionally )

Apabila telah datang pertolongan Allah dan Kemenangan ( setelah proses penaklukan masjidil haram ), dan kamu lihat manusia ( organisasi, korporasi, dan negara  ) masuk ( meng-adopsi ) Agama ( syariat ) Allah, secara berbondong-bondong ( auto attraction ), maka bertasbihlah ( mengorbitlah ) dengan memuji ( sesuai ke akbaran syariat  ) Tuhanmu, dan bertaubatlah ( mohon ampun dan berubah ) kepada ( syariat ) Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. ( QS An Nasr [110]: 1-3 )

Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: jadilah ( dalam hal ini bangkit ) , maka Terjadilah  ( bangkitlah ) ia ( umat islam )  ( QS Yassin [36]: 82 )

Sesungguhnya beruntunglah ( LUCK = Labor Under Correct Knowledge ) orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk ( fokus ) dalam sholat ( bekerja sesuai kompetensinya, fungsi, tugas dan tanggung jawab ) nya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( Perbuatan ) yang tiada berguna ( tidak memberilakan nilai tambah ), dan orang-orang yang menunaikan zakat ( menunaikan tanggung jawab sosialnya ), da orang-orang yang menjaga integritasnya, ( QS Al  Mu’minun [23]: 1-5 )

Kamu adalah umat yang  terbaik yang dilahirkan sebagai manusia  melakukan ( berbuat ) yang makruf, dan mencegah ( menolak ) yang mungkar, danBeriman kepada ( syariat )-Ku. ( QS Ali Imran [3]: 110 )

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu Agamamu,dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi Agama ( the standard requirements for muslim competitiveness success ) bagimu, maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Al Maidaah [5]: 3 )

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. ( QS Al Qiyamah [75]: 22 )

Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal. ( QS At Taubah [9]: 21 )

( Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk, dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, dan melaksanakan shalat ( mendirikan lapangan pekerjaan ), dan menginfakkan ( menginvestasikan ) sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,secara sembunyi-sembunyi ( silent competition ) atau terang-terangan ( free competition ) serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat  tempat kesudahan (yang baik). (QS. Ar Ra’d, [13]:20-22)

Orang-orang yang Memelihara amanat-amanat ( yang  dipikulnya ) dan janji ( komitmen ) nya. dan  Orang-orang yang memberikan kesaksiannya.  dan Orang-orang yang Memelihara sholat ( bisnis ) nya mereka Itulah yang ( kekal ) di surga lagi dimuliakan. ( QS Al Ma’arij [70]: 32-35 )

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu ?,dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang  memberatkan punggungmu ?, dan Kami tinggikan bagimu sebutan ( derajat ) mu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh ( urusan ) yang lain, dan hanya kepada ( system syariat ) Tuhanmulah hendaknya kamu berharap ( pertolonga-Nya ). ( QS Alam Nasyrah  [94]: 1-8 )

Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat (lapangan kerja atau organisasi atau korporasi, atau bangsa ), dan (menunaikan) zakat ( corporate social responsibility ) selama hidupku. ( QS Maryam [19]: 31 )

7. Kesimpulan

7.1 Insyaallah syariat islam akan tetap merupakan sebuah sistem manajemen yang terbaik dan mesin peradaban yang terbaik yang pernah ada dimuka bumi sebagai sistem untuk bermuamallah yang terbaik sejak diteladankan oleh nabi muhammad hingga ahkir zaman nanti

7.2 Syariat islam merupakan sistem sunnatullah dan sistim pertolongan Allah yang menjadi penolong dan pelindung bagi umat islam dalam bersaing secara kompetitive dan elegan dengan umat-umat non islam

7.3 Dengan memahami syariat islam secara baik dan benar, dan meng-implementasikan syariat islam secara tepat guna dan tepat sasaran diorganisasi anda masing-masing , insyaallah merupakan sebuah keputusan yang cerdas dan strategis, untuk kebaikan anda, kebaikan organisasi anda dan kebaikan seluruh orang-orang yang ada didalamnya ( stake holder )

7.4 Syariat islam memiliki kecocokan ( compatibility ) untuk diaplikasikan diseluruh organisasi apapun dan diseluruh bisnis apapun tanpa merusak sistim yang sudah ada bahkan akan menyehatkan organisasi anda untuk bisa tumbuh secara dramatik dan signifikan dan untuk bisa  bersaing secara kompetitive dan elegan dengan organisasi2 yang lain

7.5 Keberhasilan umat islam membuktikan kebenaran agama islam akan membuat agama islam diminati oleh banyak umat manusia, sehingga umat manusia tertarik masuk islam dengan sendirinya secara berbondong-bondong masuk ( meng-adopsi ) agama Allah, bertaubat ( melakukan perubahan ), dengan bertasbih ( mengorbit ), mensucikan ( beramar ma’ruf nahi mungkar ), dan memuji hanya kepada ( syariat ) Allah.

Tidak ada paksaan untuk masuk (meng-adopsi) agama ( Allah ), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat, karena itu barang siapa yang ingkar kepada ( syariat ) Thaghut dan beriman kepada ( syariat ) Allah, maka sesungguhnya Ia telah berpegang kepada buhul tali ( syyang amat kuat yang tidak akan putus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS Al Baqarah [2]: 256 )

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada ( syariat ) Allah dengan sebenar benar takwa dan janganlah kamu mati  kecuali dalam keadaan islam ”. ( QS Al-Imran [3]:102)

8. Sumber tulisan

Tulisan ini merupakan hasil eksplorasi dan kajian penulis yang insyaallah bersumber dari Al Qur’an dan Hadist dan pengalaman pribadi penulis sebagai praktisi manajemen

Bagi teman-teman blogger dan facebooker muslim dan muslimah yang tertarik untuk men tag tulisan ini di statusnya monggo dipersilahkan dan boleh berulang-ulang kok, saya sangat menghargai apabila anda mencatum kan sumber tulisan ini.

Semoga bermanfa’at, dan insyaallah umat islam bisa segera bangkit dalam kondisi persaingan global yang sangat sengit  dewasa ini hanya melalui sistim pertolongan allah ( syariat Allah )

9) Penutup

dengan memahami apa yang penulis paparkan diatas insyaallah umat islam bisa segera bangkit, bangkit dari mana saja, dari diri anda, dari keluarga anda, dari organisasi anda, dari perusahaan anda, dari bangsa anda dan kapan saja anda mau, mintalah pertolongan kepada ( syariat ) Allah, dan Allah senantiasa menunggu action anda.

ahkirnya mohon ma’af apabila banyak kekurangan dalam pemamparan ini, mohon kritik dan saran yang membangun, untuk bisa meng up date dan menyempurnakan  tulisan ini, untuk kemaslahatan kita semua, dan untuk masa depan yang sejahtera dan bahagia untuk anak cucu kita ( generasi umat islam ), sebagai penutup saya meminjam sabda nabi muhammad sebagai berikut :

Jika perbuatan itu menghasilkan manfaat bagi kalian semua maka Lakukanlah, dan Apabila aku hanya berpraduga saja, maka janganambil pradugaku itu,akan tetapi, jika aku menyampaikan sesuatu kepada kalian yang datangnya dari Allah SWT, maka ambilah, karena aku tidak mau berdusta Kepada Allah SWT ( HR Muslim )

Insya Allah tulisan ini merupakan kado yang sangat berharga pada HARKITNAS  Indonesia yang ke 103 tahun

Salam Bangkit

Ayo Bangkitlah Saudaraku………..Kobarkan Semangat Jihad Sesuai Profesimu……………..Bangkitlah Indonesiaku…………….Allahu Akbaaaaaaar……….

Bangun Pemuda Pemudi :

http://www.youtube.com/watch?v=mMgIFqnHE7w&feature=related

Merah Putih :

http://www.youtube.com/watch?v=3Fpw9CuDp9g&feature=related

Kebyar Kebyar :

http://www.youtube.com/watch?v=kn4UQzVNiQo&feature=related

Stand up :

http://www.youtube.com/watch?v=pdhQDc05Ud8

We Are The Champion :

http://www.youtube.com/watch?v=KFfCKy0nKr0&feature=related

We Are The World :

http://www.youtube.com/watch?v=9r9B-GefF0M&feature=related

My Contact   :

agusrwidodo_thinking@yahoo.co.id

+628127011438 ( SMS only )

Iklan

Posted Mei 31, 2011 by agusrwidodo in makalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: